Foto: Skysports

Gelandang Manchetser United, Juan Mata, sangat mendesak para suporter untuk tetap optimis dengan tim kesayangannya menjelang laga pembuka Europa League pekan ini. Selain itu, Mata juga meminta kepada para pasukan Red Army tersebut untuk menunjukkan sikap loyalisme supaya mereka tidak membiarkan para pembenci United begitu saja leluasa mencaci dan menjatuhkan martabat klub di musim ini.

Di sisi lain, United sendiri telah mengalami awal yang beragam di Premier League, dengan raihan dua kemenangan, dua imbang dan satu kekalahan.  Meskipun performanya masih dianggap naik dan turun, namun setidaknya United saat ini meranjak masuk ke urutan keempat dan sedang berusaha berjuang untuk kembali masuk ke tempat Liga Champions di musim ini.

Oleh karena itu, dengan berlandaskan ambisi klubnya, Mata telah meminta para suporter United agar tetap bersama tim, entah di saat sedang berada di performa baik ataupun performa buruk, dan tidak memberikan “amunisi cemoohan” kepada mereka yang ingin melihat pasukan The Red Devils gagal lagi di musim ini.

“Jika klub ini ingin mendapatkan tujuannya, maka saya minta agar semua elemen di sini harus tetap bersama. Baik itu manajer, pemain ataupun suporter, mereka semua harus tetap berpegangan demi menyokong ambisi klub. Karena, ada banyak orang di luar yang menikmati situasi ketika Manchester United tidak menang. Ini kunci bagi kita semua untuk tetap bersatu secara keseluruhan,” tutur Mata dilansir dari Mirror.

Seiring dengan hal tersebut, gelandang berusia 31 tahun itu juga sangat mendukung satu aspek krusial yaitu pemain muda United untuk turut menjadi bagian yang menyokong ambisi klub. Ia sangat berkeinginan agar mereka bisa menjadi pengantar hal positif musim ini, terutama di kompetisi Europa League.

United sendiri pergi ke Kazakhstan dan menjamu Astana dalam pertandingan pembuka Europa League pekan lalu. Ole Gunnar Solskjaer merotasi pasukannya dan membawa beberapa pemain muda. Mason Greenwood, Tahith Chong, Angel Gomes, adalah beberapa di antara mereka yang tampil di pertandingan tersebut. Merespon hal tersebut, Mata merasa sangat yakin jika mereka akan mendapat waktu bermain yang meningkatkan kualitas bentuk mereka di musim ini.

“Saya sangat menyukai mereka (para pemain muda). Saya bisa berbicara tentang mereka semua dengan segenap kebaikan mereka. Gomes misalnya, dia sangat berbakat. Anda bisa lihat dia bermain sepakbola dengan ambisius. Visinya, pengambilan keputusannya, kecepatannya, dia sangat potensial. Lalu Chong, dia adalah pemain sayap atraktif. Sangat cepat ketika duel satu lawan satu, kaki kirinya sangat bagus dan tendangannya juga sangat akurat,“ ujar eks pemain Valencia dan Chelsea itu.

“Kemudian Jimmy Garner, saya sangat suka dia. Ketenangan, kepribadiannya, tembakannya, dan pengambilan keputusannya, dia bisa melakukan itu semua dengan baik. Dia menyentuh bola tepat saat dia perlu. Sebagai gelandang itu adalah hal yang penting. Tidak hanya untuk mempertahankan bola, tetapi juga untuk membuatnya bergerak lebih cepat, dan dia melakukannya begitu baik.“

“Dan Mason, wah, dia adalah finisher yang sangat bagus. Kedua kakinya cocok dengan perannya sekarang. Bayangkan saja, Anda tidak dapat benar-benar tahu apakah dia berkaki kanan atau kaki kiri, dan itu merupakan kualitas yang sangat baik untuk seorang striker. Semua dari mereka (para pemain muda) telah berlatih bersama saya dan tim sejak waktu yang lama, dan mereka banyak berkembang di pra-musim.“

Kendati begitu, tetap saja, Juan Mata tetap mengatakan bahwa usia bukanlah segalanya. Karena menurutnya, meskipun usia itu penting, tetapi semua aspek di United harus bersinergi untuk menyokong sebuah ambisi klub di musim ini. Oleh karenannya, sekali lagi, Mata berkeyakinan jika sepakbola bukan hanya soal usia, tetapi soal bagaimana si pesepakbola bisa memainkan kualitasnya di atas lapangan.

“Sepakbola bukan hanya tentang usia. Usia itu bukan segala-galanya. Bahkan untuk saya sendiri. Saya sekarang berusia 31 tahun, tetapi saya tidak berpikir saya sudah tua untuk sepakbola. Saya merasa sangat muda di pikiran saya, dan saya masih merasa muda ketika saya mengolah kaki saya. Jadi sekali lagi, sepakbola bukan soal usia. Ini tentang kualitas dan kapasitas yang harus Anda tunjukkan di atas lapangan,” ungkapnya.

 

Sumber: Mirror