OUR NETWORK

Luke Shaw dan Perubahan Manchester United di Bawah Ole Gunnar Solskjaer

Manchester United akan memulai musim baru Premier League mereka pada hari Minggu (11/8) nanti dengan menyambut Chelsea di Old Trafford pada hari pembukaan liga. Menyikapi hal ini, Luke Shaw yakin jika ia siap dengan laga tersebut, dan mengklain bahwa para pemain United merasa lebih energik di bawah Ole Gunnar Solskjaer setelah jadwal latihan pra musim yang ketat.

Di sisi lain, United sendiri berhasil memenangkan semua pertandingan persahabatan mereka selama pra musim, dan sekarang, mereka akan mencari cara untuk mempertahankan tingkat kinerja tersebut di laga perdana Premier League akhir pekan ini.

Selain itu, Shaw juga percaya bahwa ada sebuah tingkatan ambisi baru dalam skuad United, yang telah membuat para pemain sangat percaya diri. Mantan pemain Southampton tersebut juga mengharapkan kepada rekan-rekannya yang lain agar bisa turun ke lapangan dengan satu tujuan yang sama, yaitu untuk membuktikan bahwa mereka sudah jauh lebih baik di musim ini.

“Musim ini jauh lebih sulit dari musim sebelumnya. Kami telah bekerja sangat keras, dan semuanya bisa berakhir dengan cara yang positif. Sekarang, kami sudah mendapat manfaat dari semua itu secara keseluruhan. Kami merasa lebih baik dan lebih segar. Para pemain tampak lebih energik. Saya melihat rekan satu tim saya seperti itu, dan saya merasa seperti melihat lebih banyak ambisi baru daripada musim lalu. Semua orang ingin membuktikannya,” tutur Luke Shaw dikutip dari Sky Sports.

“Kami sedang mengerjakan hal-hal baru dalam latihan, sehingga kami memiliki lebih banyak ide yang opsional sekarang. Dari tentang bagaimana kami bermain hingga apa yang diinginkan manajer dari kami. Itulah yang kami butuhkan, semua itu agar manajer bisa menunjukkan kepada kami bagaimana permainan yang baik itu. Saya merasa, United sudah siap dengan tantangan baru, dan saya tidak bisa sabar menunggu.”

Menurut Luke Shaw, Manchester United benar-benar telah menampilkan gaya permainan baru selama pra-musim, dan ia percaya jika itu akan berdampak positif bagi perkembangan skema permainan skuad Setan Merah di musim ini. Selain itu, dengan skema mendominasi kepemilikan bola, Shaw merasa United mengalami perubahan besar di tangan Slolskjaer.

“Kami adalah Manchester United. Kami seharusnya memiliki lebih banyak kepemilikan bola daripada yang kami miliki dalam beberapa tahun terakhir. Skema ini baru diterapkan, dan saya merasa ini adalah perubahan besar di bawah tangan manajer (Solskjaer). Kami telah bekerja lebih banyak selama musim panas ini, jadi pasti hasilnya akan baik,” ungkap Shaw.

Oleh karenannya, Shaw juga ingin timnya tampil dengan membanggakan di musim ini. Ia berharap United mampu menutup capaian yang kurang memuaskan di musim lalu – setelah United hanya mampu finish di urutan keenam klasemen Premier League– dengan permainan yang jauh lebih baik dan memuaskan.

Di satu sisi, kondisi United musim lalu memang sangat berbanding terbalik dari klub-klub rival mereka seperti Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur, dan Liverpool, yang mampu menembus final di kompetisi Eropa. Hal ini sedikit membuat Shaw iri. Untuk itu, ia sangat meminta kepada rekan setimnya kali ini bisa bekerja lebih keras dan tampil baik di Premier League dan Europa League musim ini.

“Saya sedikit iri, apalagi saya merasakan bahwa tidak ada pemain yang pantas mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik di sini karena kami menjalani sebagian musim lalu dengan bentuk yang tidak baik. Saya dan semua pemain di sini harus bisa bermain jauh lebih baik, dan menutup semua capaian buruk musim lalu dengan penampilan yang memuaskan,” ujar Luke Shaw.

“Musim lalu benar-benar menjadi musim yang memalukan. Lebih menyakitkan lagi, ketika ada banyak tim Inggris yang tampil di partai final kompetisi Eropa, dan mereka bermain bagus di sana. Mereka tampil di final saat kami mengalami keterpurukan. Itu sangat menyakitkan.”

 

Sumber: Sky Sports, Manchester Evening News

Comments

Loading...