Foto: Mirror Football

Erik ten Hag diperingatkan bahwa ia telah melampaui batas. Terutama setelah memberikan sejumlah aturan kepada para pemainnya secara ketat sebagai manajer baru Manchester United. Aturan yang dianggap oleh beberapa pihak sebagai merusak kebiasaan.

Sejauh musim panas ini, sebetulnya perkembangan tim United sudah cukup baik. Itu karena mereka telah memenangkan tiga dari tiga pertandingan di pra musim. Meski pada akhirnya itu semua tidak akan berarti apa-apa setelah musim baru dimulai. Tapi tidak diragukan bahwa pasukan Setan Merah memang sedikit jauh lebih baik.

Jelas Ten Hag pasti memiliki beberapa rencana yang sangat spesifik, dan ia juga memberi para pemainnya beberapa aturan untuk dijalankan. Dari sekian banyak aturan yang diterapkan itu, di dalamnya termasuk adalah larangan minum alkohol pada minggu-minggu pertandingan.

Sebetulnya aturan ini cukup masuk akal, tapi ternyata tidak menurut mantan pemain Aston Villa Gabby Agbonlahor. Ia justru telah mengkritik Ten Hag dan mengklaim bahwa perintah yang diberikan sudah berlebihan. Karena baginya, itu akan merusak kebiasaan yang telah dilakukan para pemainnya.

“Para pemain tidak minum lagi. Nereka mungkin sekarang akan minum segelas anggur dengan makan malam, mungkin pada akhir pekan. Aturan yang diberikan Ten Hag adalah aturan normal, dan normal untuk mengawasi apa yang mereka konsumsi,” ujar Agbonlahor dikutip dari talkSPORT.

“Para pemain tidak akan melakukan kebiasaannya lagi. Ten Hag telah memberikan aturan ini. Saya merasa itu berlebihan. Karena ternyata para pemain juga harus memiliki koki pribadi. Padahal mereka bisa tahu konsumsi yang sehat. Mereka tahu apa yang harus dikonsumsi dan yang tidak.”

Pada intinya Agbonlahor menganggap aturan Ten Hag tersebut sudah terlalu jauh. Namun ia juga berpikir bahwa sebagian besar pemain United sudah pasti harus mematuhinya. Salah satu yang sepemikiran dengan Agbonlahor ini adalah Stan Collymore.

Selain itu, Erik ten Hag sendiri memang sangat ketat dalam menerapkan aturannya. Ia bahkan sempat mengeluarkan pemain dua kali lantaran mereka melanggar salah satu aturan barunya. Manajer berusia 52 tahun itu membuktikan bahwa ia memang serius dengan pendekatan tanpa toleransinya terhadap mereka yang melanggar aturan.

Dikutip dari The Athletic, Ten Hag menghapus pemain dari salah satu starting line-up di pra-musim setelah pemain tersebut dua kali datang terlambat ke pertemuan tim. Padahal ia akan bermain pada pertandingan tur pra-musim di Thailand dan Australia. Namun karena melanggar, ia justru mendapat hukuman yang tegas.

Tak sampai di situ, bahkan staf yang bersalah karena keterlambatan juga akan menerima denda karena Ten Hag berupaya untuk meningkatkan standar di klub. Mantan manajer Ajax ini benar-benar disiplin, dan aturan barunya sudah diterima dengan baik oleh tim Manchester United.

Hal ini diakui sendiri oleh Bruno Fernandes. Menurutnya, menjadi disiplin sebagai pesepakbola adalah hal yang sangat penting. Maka sudah sewajarnya para pemain di United wajib mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh sang manajer. Entah dalam keadaan suka ataupun tidak suka.

“Saya pikir kami melewatkan itu (aturan ketat) untuk sementara waktu di musim lalu. Saya pikir harusnya saya melihat disiplin itu penting untuk pesepakbola. Bagi saya, disiplin bukan hanya cara Anda bermain di lapangan atau posisi yang dimainkan. Tapi itu juga berlaku di luar lapangan,” pungkas Fernandes.

“Jangan terlambat untuk rapat, jangan terlambat untuk makan. Saya pikir itu semua sangat penting. Karena jika semua orang tepat waktu dan seseorang datang terlambat, dia harus dihukum. Saya pikir sangat bagus dia (Ten Hag) menerapkannya di sini. Bagi saya, itu luar biasa. Karena saya suka tepat waktu jadi saya tidak akan punya masalah dengan itu.”