OUR NETWORK

Spurs vs United: Membuka Jalur Pendakian

Masih ingatkah perkataan Ole Gunnar Solskjaer yang menyebut “Gunung ada untuk didaki?” Jelang menghadapi Tottenham Hotspur, ada baiknya Ole kembali mengucapkan kalimat serupa demi memantik semangat para pemainnya.

Ucapan itu keluar setelah Manchester United ditekuk oleh PSG 0-2 pada 16 besar Liga Champions musim 2018/2019. Alih-alih kecewa, Ole justru tampak santai di depan awak media dengan mengeluarkan kalimat tersebut. Baginya, tidak ada yang mustahil selagi mereka masih memiliki peluang. Hasilnya, Setan Merah ketika itu balik mengalahkan PSG di Paris dan lolos secara dramatis.

Jika gunung saat itu berwujud PSG, maka saat ini United kembali memiliki gunung yang bisa mereka kembali daki yaitu puncak klasemen Premier League. United yang sebelumnya tidak memiliki peluang lagi untuk menjadi penantang gelar, kini bisa melihat kalau peluang itu masih ada.

Hal ini tidak lepas dari hasil yang diterima Manchester City kemarin. Di luar dugaan, mereka kalah 1-2 dari Leeds United. Hal ini membuka kembali jalur pendakian United memangkas jarak poin menjadi single digit saja. Jika United menang pekan ini dan menang lagi pada satu laga tunda mereka, maka jarak kini terpangkas menjadi delapan poin dan persaingan kembali terbuka di sisa 6 laga.

Untuk mengawali kesempatan tersebut, maka United harus menang pekan ini dalam sebuah laga sulit menghadapi Tottenham Hotspur di London. Setan Merah tentu tidak mau mengulangi kejadian yang sama layaknya pertemuan pertama. Ketika itu, United takluk 1-6 dalam permainan yang benar-benar mengecewakan.

Banyak yang menilai kalau saat itu United kalah karena faktor kalah jumlah pemain selama hampir 1 jam. Oleh karena itu, ketika jumlah pemain akan kembali 11 melawan 11 nanti malam, United tidak mau jatuh ke lubang yang sama.

“Saya pikir, para pemain akan mengingat skor 1-6 itu dengan penuh rasa sakit. Harga diri mereka tercoreng. Kebanggaan kami terhadap klub ini terluka. Kami kalah dengan sangat tidak layak. Tapi saya yakin kami akan melihat beberapa pemain yang ingin membuktikan kalau kami lebih baik dari saat itu,” ujar Ole.

Perang Urat Saraf Ole vs Mou

Jika membahas soal Jose Mourinho, maka tidak lengkap rasanya tanpa membahas psywar yang kerap ia keluarkan sebelum pertandingan. Apalagi dia memiliki latar sebagai mantan manajer United yang posisinya digantikan langsung oleh Ole dua tahun yang lalu.

Dalam konferensi pers jelang laga, Mou sedikit menyindir Ole yang menyebut trofi di luar Premier League atau Liga Champions hanyalah sarana untuk memenuhi ego seorang manajer alih-alih mencapai target utama klub. Mourinho sendiri adalah manajer terakhir Setan Merah yang memberikan trofi. Akan tetapi, trofi tersebut hanya Piala Liga, Europa League, dan Community Shield yang kerap dianggap sebagai “Piala Chiki” oleh banyak orang.

“Jika dia menyebut seperti itu maka itu adalah opininya. Saya hanya percaya kalau Sir Alex mungkin memiliki opini yang lain. Berbicara tentang eks manajer Manchester United, yang merupakan sebuah tim dengan sejarah panjang terkait gelar juara, maka Sir Alex saya rasa punya opini berbeda,” ujarnya.

Tidak mau kalah, Ole juga tidak mau ketinggalan menyerang Mourinho. Sasarannya kali ini adalah ucapan Mou yang menyebut kalau posisi kedua adalah pencapain terbaiknya selama melatih United. Ole merasa kalau itu bukanlah perkataan dari seorang manajer yang memiliki ambisi untuk sukses.

“Anda tidak bisa mengatakan kalau posisi kedua adalah sebuah pencapaian. Ambisi kami lebih dari sekadar tempat kedua,” kata Ole.

Perkiraan Susunan Pemain

TOTTENHAM HOTSPUR: Hugo Lloris, Serge Aurier, Davinson Sanchez, Toby Alderweireld, Sergio Reguilon, Pierre Emile Hojbjerg, Tanguy Ndombele, Lucas Moura, Gareth Bale, Harry Kane, Son Heung Min

MANCHESTER UNITED: Dean Henderson, Aaron Wan-Bissaka, Harry Maguire, Victor Lindelof, Luke Shaw, Scott McTominay, Paul Pogba, Bruno Fernandes, Mason Greenwood, Marcus Rashford, Edinson Cavani

Comments

Loading...