OUR NETWORK

Leicester City vs Man United: Melawan Keterbatasan

Setelah tertunda dua pekan karena jeda internasional, suporter Setan Merah akhirnya bisa melihat kembali tim kebanggaannya bertanding. Bulan Oktober ini menjadi bulan ujian bagi mereka. Mampukah United mengawali jadwal maut mereka dengan meraih kemenangan di tengah keterbatasan yang mereka alami sejauh ini.

Jeda internasional memberi masalah baru bagi Manchester United. Hingga tulisan ini dibuat, sudah tiga pemain yang dipastikan absen. Mereka adalah Raphael Varane, Fred, dan Edinson Cavani.

Nama pertama dipastikan tidak bermain karena mengalami cedera. Varane harus diganti oleh Dayot Upamecano pada menit ke-43 setelah mengalami cedera dalam final Uefa Nations League. United sendiri sudah memberi rilis resmi kalau eks Real Madrid ini akan absen beberapa pekan.

Kehilangan Varane menjadi sebuah bencana. Pasalnya, mereka sudah lebih dulu kehilangan Harry Maguire yang absen beberapa pekan. Praktis kini tinggal Eric Bailly dan Victor Lindelof yang dalam kondisi bugar.

Yang jadi permasalahan tentu saja apakah duet Bailly-Lindelof ini mampu membuat United tampil kokoh atau tidak. Jika dengan Maguire-Varane saja United masih gampang kebobolan, lantas apakah hal yang berbeda bisa terjadi dengan memainkan Bailly-Lindelof.

Duet Pantai Gading-Swedia ini sejatinya baru bermain bersama empat kali di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Dari segi hasil memang tidak terlalu buruk karena United mengantongi dua kemenangan dan dua hasil imbang. Yang menjadi masalah, United hanya bisa membuat satu clean sheet yang diraih saat Setan Merah menang di kandang Leicester dua tahun lalu.

Bahkan keduanya terakhir kali bermain saat United ditahan imbang The Foxes 2-2 musim lalu. Ketika itu, United yang sudah unggul dua kali harus sirna karena dua kali pula mereka gagal mempertahankan keunggulan. Baik Bailly dan Lindelof saat itu bertanggung jawab atas gol Leicester yang dicetak oleh Harvey Barnes dan Jamie Vardy.

Masalah pertahanan sebenarnya bisa diatasi dengan mempertajam lini depan. Namun melihat kinerja lini depan United dalam dua laga terakhir, bisa dikatakan kalau tim ini jauh dari kata menakutkan.

Mereka tidak punya gol ketika melawan Aston Villa. Saat melawan Everton, angka harapan gol United hanya 0,92 alias tidak punya peluang yang benar-benar mengancam Everton. Hal ini tentu tidak boleh diulang kembali mengingat United punya banyak amunisi yang kualitasnya tidak perlu diragukan seperti Ronaldo, Sancho, Martial, hingga Greenwood. Hanya Cavani yang mungkin tidak akan bermain karena dampak dari jeda internasional yang ia mainkan.

Yang menjadi masalah tentu inkonsistensi para pemain. Ketika Ronaldo tidak bisa membuat gol dalam dua laga, para pemain lain kesulitan untuk menghilangkan ketergantungan tersebut. Greenwood sudah beberapa laga ini menjadi sosok yang egois, sedangkan Martial baru saja membuka akun golnya. Di sisi lain, Bruno Fernandes mulai sering dimatikan dengan mudah oleh lawan-lawannya.

Laga nanti malam tentu harus dimenangkan oleh United. The Foxes adalah awal dari jadwal maut yang sudah menanti Ole Gunnar Solskjaer. Saat ini, sang manajer sedang berada dalam tekanan akibat dua hasil minor melawan Villa dan Everton, serta penampilan tim yang tidak seperti ketika mereka membantai Leeds pada awal kompetisi.

Kegagalan akan membuat Ole semakin mendapat tekanan mengingat ia kini sudah mulai dituntut untuk mendapatkan hasil meski sampai tulisan ini dibuat, manajemen klub masih berada di belakang pencetak gol kemenangan di Liga Champions 1999 tersebut.

Perkiraan Susunan Pemain

LEICESTER CITY: Kasper Schmeichel, Timothy Castagne, Caglar Soyuncu, Jannik Vestergaard, Ryan Bertrand, Ademola Lookman, Hamzha Choudhury, Youri Tielemans, Harvey Barnes, Jamie Vardy, Kelechi Iheanacho

MAN UNITED: David de Gea, Aaron Wan Bissaka, Eric Bailly, Victor Lindelof, Luke Shaw, Nemanja Matic, Paul Pogba, Mason Greenwood, Jadon Sancho, Bruno Fernandes, Cristiano Ronaldo

Comments

Loading...