OUR NETWORK

Antonio Valencia, Pemain Bagus yang Selalu Jadi Sasaran Kritikus

Sulit bagi Manchester United untuk menemukan pengganti Cristiano Ronaldo. Ketika CR7 pindah ke Real Madrid pada 2009, Sir Alex Ferguson merekrut dua pemain yang tak meyakinkan: Michael Owen dan Antonio Valencia.

Owen langsung menggunakan jersey nomor “7”. Tidak sedikit penggemar yang merasa kalau Owen jelas bukan pengganti Ronaldo. Ditambah lagi riwayat cederanya membuat nomor “7” kemungkinan akan sering hilang dari susunan pemain United.

Valencia juga sama. Ditransfer senilai 16 juta paun dari Wigan Athletic, tidak banyak yang tahu kemampuan pemain berkebangsaan Ekuador ini. Yang jelas, ia tak bisa dibandingkan dengan Ronaldo.

Meski demikian, Sir Alex Ferguson percaya betul, bahwa meski tak bisa menggantikan Ronaldo, tapi Valencia bisa mengangkat United untuk meraih prestasi tertinggi.

Di musim debutnya, Valencia mencatatkan tujuh gol dan 13 asis. Ia berkontribusi besar ketika Wayne Rooney mencetak 34 gol di semua kompetisi pada musim itu.

Di musim selanjutnya, awalnya Valencia tambil baik, sampai akhirnya ankle-nya patah dan mengalami dislokasi, saat ditekel Kirk Broadfoot di pertandingan Liga Champions melawan Rangers, pada 14 September 2010.

Valencia hanya absen lima bulan. Setelah serangkaian adaptasi, ia kembali main pada 12 Maret 2011. Sir Alex Ferguson sempat menengok Valencia yang dirawat di rumahnya. Hal itu membuat Valencia terdorong mentalnya untuk bisa kembali bermain di final Liga Champions 2011 menghadapi Barcelona.

“Dia adalah pesepakbola yang luar biasa, yang amat mampu menjadi ancaman. Pemahamannya dalam pertandingan sungguh luar biasa. Dia punya otak taktikal yang hebat. Anak ini punya segalanya, keseimbangan, kekuatan, dan kecepatan,” kata Fergie kala itu.

Keunggulan ini yang menjadi alasan mengapa Fergie meminta Valencia mengisi pos fullback kanan. Soalnya, ketika itu Rafael da Silva lebih sering cedera.

“Manajer memintaku untuk mengisi pos bek-kanan karena dua atau tiga rekan-rekanku cedera. Aku jelas senang melakukannya terutama ketika ia bilang kalau perpindahan posisi ini hanya untuk sementara. Aku lebih nyaman di posisi utamaku,” terang Valencia.

Di musim 2011/2012, Valencia kembali mengisi pos sayap. Ia bahkan mendapatkan penghargaan Player’s Player of the Year dan Fan’s Player of the Year. Namun, United gagal meraih trofi Premier League karena selisih gol dari Manchester City.

Valencia kemudian mengenakan jersey nomor “7” karena Owen sudah tidak di klub. Namun, di musim itu, permainan Valencia turun drastis. Meski tampil di 40 penampilan, ia cuma mencetak satu gol dan delapan asis. Untungnya, United meraih gelar Liga Inggris mereka yang ke-20 sekaligus menandai akhirnya era Sir Alex Ferguson.

Di era David Moyes, Valencia kembali mengenakan nomor favoritnya, “25”, yang tak membebani bahunya. Namun, penampilan di bawah standar kembali ia tampil di sayap kanan. Pergerakannya lebih mudah dibaca oleh bek lawan. Di sisi lain, kecepatannya sudah menurun drastis.

Keberuntungannya mulai hadir di era Louis van Gaal yang memindahkannya menjadi fullback kanan. Sang Meneer tahu betul kalau Valencia punya kemampuan fisikal yang cukup untuk menghalau pemain sayap lawan. Apalagi, Angel Di Maria baru saja direkrut di musim panas itu.

Valencia akhirnya dilatih agar terbiasa di pos fullback kanan. Ia pun menggunakan kecepatan dan staminanya yang luar biasa untuk melakukan overlap di sayap kanan dari posisi yang lebih dalam. Awalnya, ia kesulitan, tapi lama-lama ia mulai tak tergantikan. Ditambah lagi, Van Gaal menerapkan sistem 5-3-2, yang memudahkannya untuk melakukan transisi dari sayap kanan ke fullback kanan.

“Aku cukup menikmatinya. Aku bahagia main di sana. Perpindahan ini bekerja dengan baik dan aku telah banyak bermain di sana musim ini,” tutur Valencia.

“Ini berbeda dengan posisi yang aku biasa mainkan, di mana Anda bisa kurang berhati-hati saat menyerang. Adalah posisi yang sulit untuk dipelajari, tapi kuncinya adalah menjaga konsentrasi sepanjang 90 menit. Anda harus fokus pada bola sepanjang waktu.”

Di musim itu, Valencia main 120 menit ketika United mengangkat Piala FA untuk pertama kalinya sejak 2004, dengan mengalahkan Crystal Palace 2-1 lewat perpanjangan waktu. Namun, gelar tersebut tak cukup untuk bikin Van Gaal aman.

Di bawah Jose Mourinho, posisi Valencia tak tergantikan. Mou juga mengagumi kemampuan pemain kelahiran 4 Agustus 1985 tersebut. Ia mengaku kalau dirinya pernah mencoba merekrut Valencia ketika menjadi manajer Madrid.

“Aku mencoba untuk merekrut Antonio saat aku melatih Madrid. Meskipun dia tak bermain sebagai bek kanan ketika itu, aku pikir, dia akan fenomenal di posisi itu,” cerita Mourinho.

Di musim pertama Mourinho, Valencia tetap menjadi bek kanan nomor satu United. Kala itu, United menjuarai Europa League, Piala Liga, dan Community Shield. Kecepatan dan kekuatannya masih kelihatan. Ia pun meningkat secara penempatan posisi dalam situasi satu lawan satu menghadapi bek lawan. Ia hampir tak terkalahkan. Valencia adalah bek yang sempurna buat permainan defensif Mourinho.

Ketika Michael Carrick pensiun dan Wayne Rooney pindah, Valencia ditunjuk sebagai kapten United pada 2018. Seiring berjalannya waktu, kebugarannya menurun dan Mourinho kerap menunjuk kompatriot yang bernasib sama dengannya: Ashley Young.

Kontrak Valencia tak diperpanjang usai musim 2018/2019. Perpisahannya sederhana. Ia membukkukan tubuhnya ketika diganti dalam kekalahan 0-2 di Old Trafford. Momen itu sekaligus mengakhiri masanya bersama United.

Valencia kembali ke Ekuador sebelum akhir pensiun dari sepakbola pada awal tahun ini. Valencia punya dua gelar Premier League, satu Piala FA, dua Piala Liga, tiga Community Shield, dan sekali juara Europa League. Ia juga punya tato bergambar dirinya berkostum United, tengah mengangkat trofi Europa League di betis kirinya.

Valencia punya segalanya, dan ia akan selalu dikenang sebagai pemain yang diremehkan di klub sebesar Manchester United.

Sumber: Manchester Evening News.

Comments

Loading...