in

Alasan Mengapa Jose Mourinho Sukses pada Musim Kedua

foto: reuters

Jose Mourinho menyelesaikan musim pertama dengan cukup baik dengan catatan tiga trofi berhasil diraih. Persiapa pra-musim pun tengah dilangsungkan dan tentu saja musim baru berarti harapan baru. Manajer tentu saja akan mengevaluasi berbagai hal yang menjadi alasan utama kurang maksimalnya performa tim pada musim sebelumnya. Dan Mourinho benar-benar memiliki kemampuan itu.

Sebelum menangani Manchester United, pelatih berkebangsaan Portugal itu telah menukangi berbagai tim. Setelah menangani Benfica dan União de Leiria dalam waktu yang singkat, Mourinho kemudian membawa sejumlah tim papan atas Eropa menjadi juara di berbagai kompetisi, terutama pada musim keduanya.

Jose Mourinho Berjaya Bersama FC Porto di Piala UEFA dan Liga Champions

Mourinho ditunjuk sebagai manajer Porto yang terdampar di urutan kelima pada pertengahan musim 2000/2001. Mourinho mampu memberi 11 kemenangan dalam 15 pertandingan dan mendongkrak posisi Porto ke urutan ketiga. Ia juga berjanji akan membawa Porto juara musim selanjutnya.

Musim 2002/2003 dapat dikatakan sebagai musim pertama Mourinho. Trofi Liga Portugal, Piala Portugal, dan Piala UEFA (sekarang menjadi Europa League) berhasil ia raih. Musim keduanya, ia mampu mempertahankan trofi Liga Portugal dan Piala Portugal. Namun yang paling membuat ia dikatakan sukses adalah dengan meng-upgrade Piala UEFA menjadi gelar Liga Champions.

Mengangkat Chelsea Menjadi Penguasa Britania dan Inter di Italia

Pindah ke Chelsea, Mourinho langsung menuai sukses pada musim pertamanya dengan gelar Premier League dan Carling Cup (Piala Liga). Mourinho memang tidak lebih baik pada musim keduanya, namun ia tetap mampu meruntuhkan dominasi United kala itu dan kembali meraih trofi liga.

Klub selanjutnya, Inter Milan. Mourinho mampu meraih trofi Copa Italia pada musim pertamanya. Kemudian ia benar-benar membuat banya orang terkesan dengan Treble Winner yang diraih Inter pada musim keduanya.

Bergabung dengan Real Madrid, Mourinho diharapkan mampu memutus dominasi Barcelona dengan filosofi Tiki-Taka yang diusung oleh Pep Guardiola. Musim pertama, Mourinho gagal membawa Madrid menjadi juara liga namun sukses meraih Copa del Rey usai menundukan Barcelona di final.

Pada musim keduanya, Mourinho tidak mampu mempertahankan Copa Del Rey namun sukses mendapatkan gelar liga dengan torehan rekor yang ia pecahkan. Lalu setelah kembali ke Chelsea, Mourinho kembali berjaya pada musim keduanya dengan trofi Premier League dan EFL Cup.

Kini Mourinho mulai memasuki musim kedua bersama United. Harapan bahwa Mourinho akan mengulangi catatan baiknya itu pun muncul. Mourinho memang selalu meraih trofi liga pada musim keduanya bersama sebuah klub. Namun apa yang sebenarnya menyebabkan itu terjadi?

Faktor yang dapat diuraikan tentu sangat banyak. Tapi ada beberapa hal yang diyakini menjadi penyebab utama Mourinho dapat begitu sukses pada musim keduanya. Ia tentu menjalani musim pertamanya dengan fokus untuk beradaptasi dengan berbagai hal.

Kala pertama ditunjuk sebagai Chelsea, Inter, dan Madrid, Mourinho harus beradaptasi dengan lingkungan baru karena itu adalah kali pertama ia melatih di negara tersebut. Bersama United, Mourinho memang sudah mengenal baik sepakbola Inggris. Tapi tentu saja banyak hal yang harus disesuaikan. Mulai dari pemain, staf, fasilitas latihan, hingga petinggi-petinggi klub.

Musim pertama juga ia gunakan untuk mengimplementasikan idenya tentang sepakbola. Mourinho terkenal dengan pertahannya yang solid. Kala ia menukangi Chelsea, Mourinho memiliki John Terry dan Ricardo Carvalho sebagai duet bek tengah. Bersama Inter, ia memiliki Lucio dan Samuel. Saat menangani Madrid, ia memiliki Sergio Ramos dan Pepe.

Ketika bergabung dengan United, Mourinho berniat untuk memeperkuat lini pertahanan United. Sekarang, ia memiliki Eric Bailly dan Victor Lindelof, dua pemain yang ia datangkan. Ander Herrera juga telah bertransformasi sebagai gelandang bertahan yang tak kenal lelah.

Evaluasi pemain juga ia lakukan dengan seksama. Mourino mendapatkan pemain yang ia inginkan pada musim keduanya. Bersama Chelsea, Michael Essien terbukti menjadi andalan di lini tengah. Kala mengarsiteki Inter, Mourinho menjual Zlatan Ibrahimovic dengan harga mahal plus Samuel Eto’o. Ia juga mendatangkan Thiago Motta, Lucio, Digeo Milito dan Wesley Sneidjer. Pemain-pemain tersebut kemudian menjadi aktor penting dalam Treble Winner yang diraih Inter.

Mourinho mendatangkan Sami Khedira, Mesut Ozil, dan Angel di Maria yang juga menjadi bagian penting dalam memutus dominasi Barcelona. Periode keduanya bersama Chelsea, ia memboyong Cesc Fabregas dan Diego Costa serta mempercayakan posisi kiper kepada Thiabut Courtois.

Lagi, pemain-pemain tersebut menjadi aktor penting skuat Mourinho. Sekarang, ia memiliki dua bek tengah yang solid, ditambah dengan pemain berkualitas lainnya seperti Paul Pogba dan Romelu Lukaku.

Ia juga benar-benar mendapat kepercayaan dari pemainnya pada musim kedua. Carvalho, pemain yang bermain bersama Mourinho di tiga klub berbeda, mengakui bahwa musim kedua Mourinho memang selalu lebih baik.

“Dengan dia, Anda akan belajar setiap hari. Tahun keduanya selalu lebih baik dari tahun pertama karena ia pemain lebih mengenal satu sama lain,” ujar Carvalho.

Hal tersebut juga tampak terjadi di United. Herrera pernah mengatakan bahwa Mourinho adalah seorang pemenang, begitu pula dengan Pogba. Mentalitas keras yang dibawa Mourinho juga mulai membuat pemain-pemain seperti Luke Shaw dan Anthony Martial terpacu.

Seperti klub-klub sebelumnya, Mourinho sekarang memang terlihat siap untuk memenangkan gelar liga. Adaptasi selama semusim tentu bukanlah hal yang sulit, pemain-pemain besar didatangkan, dan kepercayaan dari pemain terus bermunculan. Harapan musim kedua Mourinho akan lebih baik pun lebih terasa realistis.

Facebook Comments
Loading...