Sulit bagi para pemain Akademi untuk bisa tembus ke tim utama Manchester United. Soalnya, mereka harus bersaing dengan para pemain top dunia dan bernama besar. Untuk itu, salah satu langkah yang biasa mereka ambil adalah dengan dipinjamkan ke klub lain.

Musim ini, ada 13 pemain Akademi yang dipinjamkan, tidak termasuk Tahith Chong yang kembali dari Birmingham City karena cedera tendon. Ethan Laird dan Di’Shion Bernard adalah dua pemain yang tampil bagus, masing-masing di Swansea City dan Hull City.

Kesuksesan dari masa peminjaman bergantung dari sejumlah faktor. Ini tak bisa dilihat hanya dari seberapa banyak gol yang dicetak, atau seberapa sering ia menjadi man of the match. Soalnya, yang terpenting adalah bagaimana mereka mendapatkan pengalaman di tim baru tersebut.

Pengalaman tersebut di antaranya tinggal jauh dari rumah, belajar mandiri, mempelajari bahasa baru, bekerja dengan gaya pelatih yang berbeda, hingga bermain dengan tekanan yang berbeda pula.

Mengutip dari tulisan Steve Bartram dari United Review, berikut kami sajikan para pemain Manchester United yang sukses di masa pinjaman

David Beckham

Tidak ada yang tak mengenal David Beckham. Selain karena hanya memperkuat tim top Eropa dan Amerika, Beckham juga kerap bermain bagus. Ditambah lagi, parasnya yang tampan membuat wajahnya hadir di iklan televisi atau majalah.

Sebelum menanjak bersama Manchester United, Beckham awalnya dipinjamkan ke Preston North End. Ia mengaku terkejut dengan peminjaman pada Februari 1995 tersebut.

“Aku pikir, itu adalah tanda bahwa klub mencoba untuk menyingkirkan seorang pemain,” kata Beckham.

Akan tetapi, peminjamannya sukses. Ia mencetak gol dari tendangan sudut di pertandingan debutnya, lalu mencetak gol tendangan bebas di pertandingan selanjutnya. Setelah lima pertandingan, Preston menginginkan peminjaman Beckham diperpanjang sampai akhir musim.

Akan tetapi, Sir Alex Ferguson menolak. Soalnya, ia punya rencana jangka panjang yang bagus buat pemain kelahiran 2 Mei 1975 tersebut.

Kieran Richardson

Richardson awalnya bergabung dengan Akademi West Ham United. Namun, ia direkrut Manchester United pada 2001. Di musim pertamanya, ia bermain buat tim cadangan, dan baru promosi ke tim utama semusim kemudian. Sayangnya, ia lebih banyak berada di bangku cadangan.

Alasan utamanya adalah kehadiran Ryan Giggs di sayap. Untuk itu, ia dipinjamkan ke West Bromwich Albion pada musim dingin 2005 agar mendapatkan menit bermain. Dipilihnya West Brom juga tak lepas dari kehadiran pelatih mereka, yang merupakan mantan pemain United, Bryan Robson.

Richardson langsung memberikan dampak besar. Ia menjadi pemain utama di lapangan tengah. Pemain kelahiran 12 Oktober 1984 tersebut main di 12 pertandingan dan mencetak tiga gol. Yang paling spesial, ia menghindarkan West Brom dari degradasi. Padahal, sehari sebelumnya, West Brom ada di peringkat terbawah!

Bertahun-tahun kemudian, Richardson mengakui bahwa ada keuntungan dari kepindahan tersebut. “Aku meninggalkan United sebagai pemain kacangan dan aku kembali sebagai pemain timnas. Bagus untuk dipinjakan, itu bisa mendapatkan pengalaman dan menunjukkan apa yang bisa Anda lakukan, aku adalah buktinya,” kata Richardson.

Jonny Evans

Pemain bernama lengkap Jonathan Grant Evans ini sudah berlatih di Akademi Manchester United sejak 2004. Ia direkrut ketika membela Greenisland F.C. Di usia 18 tahun, ia promosi ke tim utama, tapi langsung dipinjamkan ke feeder club United, Royal Antwerp, bersama Darron Gibson, Danny Simpson, dan Frazier Campbell.

Cuma setengah musim, ia kemudian dipinjamkan ke Sunderland yang saat itu dilatih Roy Keane. Evans berhasil membawa Sunderland juara Divisi Championship sekaligus promosi ke Premier League. Ia bahkan mendapatkan anugerah “Youth Player of the Year” versi Sunderland.

Musim selanjutnya, ia kembali ke United, tapi cuma bertahan selama setengah musim. Karena pada bursa transfer musim dingin 2008, ia kembali dipinjamkan ke Sunderland. Sempat dikritik di pertandingan debutnya, tapi Evans berhasil menghindarkan Sunderland terdegradasi di musim itu.

“Bermain di bawah arahan Roy sungguh fantastis, aku menyukainya. Dia sangat menuntut para pemainnya, tapi itu apa yang aku biasa lakukan. Adalah periode yang fantastis dalam karierku (dipinjamkan ke Sunderland),” kata Evans.

Tom Cleverley

Cleverley sudah delapan tahun di Akademi Manchester United sebelum akhirnya ia dipanggil ke tim utama pada 2008. Di bursa transfer musim dingin 2009, ia dipinjamkan ke Leicester City. Peminjamannya terbilang berhasil dengan membawa Leicester promosi dari League One.

Di musim selanjutnya, Cleverley memang dibawa dalam tur pramusim United. Akan tetapi, Sir Alex Ferguson meminjamkannya untuk mendapatkan menit bermain. Di Watford ia berubah menjadi gelandang yang produktif. Dari 20 pertandingan, ia mencetak lima gol.

Cleverley terus dipinjamkan di musim setelahnya. Kali ini ke Wigan Athletic yang main di Premier League. Ia menunjukkan kematangannya dan diturunkan di 25 pertandingan dengan mencetak empat gol.

Tiga peminjaman ini membuat Ferguson yakin dengan bakat Cleverley. Pada musim 2011/2012, ia naik ke tim utama. Pensiunnya Paul Scholes juga menjadi salahsatu alasannya. Tahun selanjutnya, ia mendapatkan gelar Premier League pertamanya bersama The Red Devils.

Danny Welbeck

Danny Welbeck menjalani masa yang sama dengan Cleverley di akademi. Ia bahkan sudah masuk tim senior sejak pertengahan musim 2007/2008. Debutnya hadir pada 23 September 2008. Akan tetapi, setalah itu ia hanya menghangatkan bangku cadangan.

Untuk mendapatkan menit bermain, Welbeck dipinjamkan ke Preston pada bursa transfer musim dingin 2010. Setelah musim selesai, ia langsung dipinjamkan ke Sunderland yang dilatih Steve Bruce.

Di Sunderland ia ditempa dan yang paling penting mendapatkan menit bermain. Apalagi, Sunderland mentas di Premier League. Welbeck menjelma menjadi striker yang lincah dengan fisik yang kuat, serta lari cepat. Ia bermain di 28 pertandingan di semua kompetisi dna mencetak enam gol.

Masa peminjamannya ke Sunderland ini yang membuat Fergie yakin untuk membawanya ke tim senior United di musim selanjutnya. Bahkan tiga tahun kemudian, Arsenal merekrutnya.

Sumber: Manutd.com