OUR NETWORK

Varane, Tentang Takdir dan Transfer yang Belum Terealisasi

Pertandingan Prancis melawan Jerman dalam partai pembuka Euro 2020 Grup F memberikan sinyal kokohnya lini belakang Prancis asuhan Didier Deschamps. Salah satu yang menjadi sorotan tentu saja kehadiran Raphael Varane yang kontraknya tersisa satu tahun lagi bersama Real Madrid. Semua penggemar Manchester United tahu betapa Raphael Varane adalah salah satu target lama dari Setan Merah.

Berita baiknya, kemarin United telah melakukan penawaran perdana dengan harga 50 juta Euro. Harga ini agak jauh dari permintaan Real Madrid selaku pemilik sang pemain yang mematok harga 80 juta Euro. Bukan menjadi suatu kebiasaan dari United ketika ada pemain yang mereka incar, kemudian harga sang pemain mendadak melonjak.

Tetapi semua fans United tahu bahwa Varane bisa menjadi tandem yang cocok untuk Maguire di lini belakang. Musim lalu masih menyisakan momok yang tak terlupakan di mana United kebobolan 44 gol hanya di Premier League saja. Kedatangan Varane tentu menjadi angin segar yang telah lama dinantikan oleh para suporter Setan Merah.

Kedatangan Varane seperti menjadi penebusan janji Sir Alex Ferguson yang memang pernah hampir memboyong sang pemain yang kala itu masih berusia 18 tahun dari Lens. Betapa tidak, rencana tersebut gagal oleh karena kehadiran sosok Zinedine Zidane yang menyabotasenya dan memboyong Varane muda ke ibukota Spanyol.

“Saya meluncur di kereta dari Euston ke Lille untuk mengontrak seorang bek muda Prancis, Raphael Varane,” tulis Sir Alex dalam bukunya Leading.

“David Gill sudah sepakat dalam beberapa poin bagus di kontraknya dengan Lens ketika Zidane entah bagaimana mengetahui hal ini dan memboyongnya tepat di depan hidung kami.”

Varane sendiri saat ini memang tengah menjalani musim terakhirnya di Real Madrid dan belum ada tanda-tanda akan adanya tawaran perpanjangan kontrak di sana. Real Madrid sendiri ditenggarai telah terlibat hutang yang mencapai 901 miliar Euro yang membuat mereka kemungkinan harus menjual beberapa pilar andalan mereka guna mendapatkan dana segar.

Sergio Ramos yang menjadi tandem Varane sendiri telah memutuskan untuk keluar dari klub berjuluk Los Blancos. Dengan usia yang telah mencapai kematangan dan semua penghargaan yang telah dia dapatkan selama sepuluh tahun terakhir ini baik di tingkat klub dan tim nasional, opsi mencari tantangan baru bisa menjadi salah satu alasan kepindahan Varane ke United. Belum lagi kepergian sang pelatih, Zidane, setelah musim kompetisi berakhir kemarin sedikit banyak memberikan perubahan bagi skema permainan mereka di musim depan.

Ed Woodward sendiri pada tahun 2018 pernah pula berjanji akan memboyong Varane yang ketika itu dipatok harga 100 juta Euro dan membuat dirinya sedikit kebingungan dengan angka tersebut.

Kini, dengan hanya tersisa satu tahun kontraknya berakhir, Real Madrid tentu ingin mendapatkan sedikit uang kembali yang cukup jika tidak ingin sang pemain lepas begitu saja di musim depan sebagai pemain bebas transfer. Hal ini pulalah yang kemudian membuat Real Madrid telah mendapatkan pemain serba bisa dari Bayern Munich, David Alaba.

Menarik ditunggu apakah kesempatan akan terjadi dengan manajemen Real Madrid terkait harga yang terpaut jauh ini. Dikabarkan United sendiri tetap menjalin komunikasi yang erat dengan Real Madrid terkait kesepakatan ini, dan sebisa mungkin memenuhi permintaan sang pemain.

Melihat sedikit ke belakang, United sendiri belum lagi berhubungan dengan Real Madrid terakhir kali ketika mereka memboyong Angel Di Maria pada 2014. Sebuah transfer pemain yang berakhir mengecewakan bagi sang pemain dan United sendiri. Dan Real Madrid sendiri telah memboyong David Beckham, Ruud van Nistelrooy dan Gabriel Heinze dari United periode 2003 sampai 2007.

Varane mengakui bahwa United adalah klub idolanya semasa kecil. Ia juga menjadikan Rio Ferdinand sebagai pemain yang diidolakan. Varane akan menjadi bagian dari rencana besar Solksjaer musim depan yang tentu saja mengharapkan sebuah medali juara.

Comments

Loading...