OUR NETWORK

Ujian Manchester United pada Bursa Transfer

Ada rasa kecewa yang sangat besar dari Ole Gunnar Solskjaer setelah timnya dikalahkan secara telak 4-0 oleh Everton, 2-0 dari Cardiff, dan ditahan imbang 1-1 tim terlemah musim lalu, Huddersfield. Hasil yang kemudian membuat Ole putus asa hingga ia mengeluarkan ultimatum mengerikan bagi para pemainnya.

Ole merasa kalau beberapa pemain dalam skuadnya saat ini sudah tidak layak memperkuat United pada musim depan. Cuci gudang siap ia lakukan. Setelah musim 2018/19 berakhir, sudah dua pemain yang didepak yaitu Ander Herrera dan Antonio Valencia.

Musim lalu memang menandakan kesenjangan United dengan tim-tim lainnya. Terutama dua teratas yang ditempati oleh dua rival bebuyutan mereka. Tertinggal 32 poin dan tidak mendapatkan tiket ke Liga Champions membua Ole harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki segala kekurangan timnya.

Itulah yang dilakukan United ketika memberikan kontrak permanen kepada si Pembunuh Berwajah Bayi pada Maret lalu. Ada waktu tiga bulan hingga akhir kompetisi musim lalu bagi Ole untuk melihat kekurangan serta kelebihan yang dimiliki para pemainnya sebelum membuat keputusan pada bursa transfer musim panas nanti.

United sudah busuk sejak awal. Segalanya terlihat bermasalah sejak para pemain mereka berbondong-bondong terbang ke Rusia untuk Piala Dunia. Sekembalinya dari sana, mayoritas dari mereka tidak bisa kembali ke performa terbaiknya. Satu yang signifikan adalah Romelu Lukaku yang badannya mendadak membesar setelah membawa negaranya meraih peringkat tiga.

Solskjaer kudu memastikan hal seperti itu tidak terjadi lagi musim depan. Hanya ada turnamen Piala Afrika dan Copa America yang nampaknya tidak terlalu mengganggu persiapan United untuk pra-musim nanti. Ole menginginkan para pemainnya sudah bugar mulai 1 Juli untuk bisa mulai bekerja membangun tim.

“Saya harap semua pemain sudah siap 1 Juli nanti karena kami tidak ingin membuang 10 hari pertama hanya untuk latihan fisik semata. 1 Juli nanti para pemain sudah harus bugar. Jika ada pemain yang tidak siap, mereka akan kami tinggal di Manchester, alih-alih ikut tur bersama kami. Saya ingin melihat semangat yang sama dari para pemain ini. Saat saya masih bermain dulu, itu yang saya lakukan. Standar yang saya harapkan ada dari pemain-pemain ini,” ujarnya. Sebuah ancaman lainnya dari Solskjaer demi United yang lebih baik.

Tugas selanjutnya adalah memanfaatkan bursa transfer dengan baik. Inilah tugas Ole berikutnya yang paling krusial. Kecermatannya untuk merekrut pemain diuji. Pengalaman buruknya bersama Cardiff saat ia membeli 19 pemain + 3 pemain pinjaman yang tidak berjalan mulus tentu tidak mau ia ulangi.

“Akan ada pemain baru yang datang ke klub ini tetapi Anda tentu tidak bisa mengharapkan enam nama sekaligus datang,” kata Solskjaer beberapa waktu lalu.

Dari pernyataan tersebut, Ole sudah pasti tidak ingin mengulang nasib buruknya semasa di Cardiff. Oleh karena itu, ia harus bekerja sama dengan seluruh elemen terkait untuk bisa berkolaborasi dalam mengidentifikasi target yang tepat dalam hal bakat, sikap, dan gaya permainan yang cocok.

Sayangnya, kolaborasi itu nampaknya belum terlihat. Meski bursa transfer sudah dibuka, namun tidak ada tanda-tanda yang jelas terkait perkembangan klub di bursa transfer. Rumor-rumor yang justru lebih banyak beredar. Dari pemain level kacangan hingga pemain kelas dunia terus dikait-kaitkan dengan Setan Merah.

Media sedang gencar membuat berita, para pemain sedang asyik berlibur mengisi kekosongan, Begitu juga dengan Ole dan Ed Woodward yang masih santai menyikapi perkembangan timnya di lantai bursa. Sementara para penggemar United was-was karena takut akan adanya pengulangan kejadian seperti pertengahan 2018 lalu.

Para penggemar United tentu tidak mau kejadian yang sama terulang. Ketika Jose Mourinho meminta beberapa pemain lagi, namun tidak ada yang digubris oleh Ed Woodward. Bek tengah yang diinginkan Special One juga tidak kunjung datang yang kemudian berakibat dengan berantakannya lini belakang klub sepanjang musim lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada satu pun yang menunjukkan tanda-tanda kalau United sudah bergerak di lantai bursa. Dalam wawancaranya bersama MUTV, Solskjaer menyebut kalau negosiasi sudah berjalan. Entah negosiasi apa yang dimaksud. Dengan pemain baru, pemain pinjaman, atau sponsor baru.

Kecerdasan rekrutmen United dan Ole kini sedang diuji. United seolah tidak punya daya tarik lagi kepada para pemain incaran. Daniel James yang sudah dirumorkan akan deal, justru punya peluang besar pindah ke Brighton karena sosok Graham Potter. Ketika ingin merekrut Kalidou Koulibaly, proposal 96 juta paun ditolak kubu Napoli.

Harry Maguire, yang sebelumnya diincar Mourinho, kini diincar oleh Guardiola yang ingin menjadikan bek Leicester ini sebagai pengganti Vincent Kompany. Secara kualitas, City punya nilai lebih dibanding United. Ada juga Hakim Ziyech. Harga pasarannya hanya 25 juta paun. Namun United tampaknya belum tertarik dengan sayap Maroko yang style permainannya mirip-mirip Riyad Mahrez.

Antoine Griezmann coba dihargai 87 juta paun, Wilfried Zaha lebih ekstrem lagi. Palace baru akan melepas pemain terbaiknya di harga 100 juta paun. Begitu juga dengan pemain lainnya seperti Thomas Partey, Paolo Dybala, dan Joao Felix. Nama terakhir bahkan dihargai 105 juta paun.

Belum mulai musim 2019/2020, United sudah terlebih dahulu berada dalam tekanan. Dan itu dimulai dari aktivitas mereka di bursa transfer kali ini. Solskjaer berjanji tidak ada kata jor-joran untuk United pada musim depan. Namun mereka juga masih kesulitan karena pemain yang bukan berlabel bintang pun belum ada yang setuju memperkuat United. Jika bursa transfer kali ini memiliki ending yang sama seperti musim lalu, maka para penggemar United mungkin sudah akan pesimis sebelum kompetisi dimulai.

Comments