OUR NETWORK

Teka-teki Nasib Juan Mata di Manchester United

Selain David De Gea dan Ander Herrera, Manchester United juga terancam kehilangan satu pemain Spanyol lainnya pada bursa transfer musim panas nanti. Juan Mata santer diberitakan akan hengkang dari kesebelasan yang sudah ia bela selama enam musim tersebut.

Musim 2018/2019 menjadi musim terakhir mantan pemain Valencia ini bermain di Old Trafford. Hal ini dikarenakan kontraknya akan habis pada akhir Juni 2019 nanti. Belum ada tanda-tanda bagi Mata untuk bertahan sehingga ia sebenarnya sudah bisa bernegosiasi dengan klub lain sesuai aturan bosman.

Pihak United sendiri sebenarnya tidak mau kehilangan Mata secara percuma. Dalam beberapa hari terakhir, pembicaraan soal perpanjangan kontrak terus dilakukan kedua kubu. Akan tetapi, kesepakatan belum mencapai titik temu. Perwakilan dari Mata menginginkan kontrak dua tahun bagi kliennya. Akan tetapi, kubu United hanya sanggup memberikan perpanjangan kontrak satu tahun dengan tambahan jabatan sebagai duta klub ketika ia memutuskan pensiun dari sepakbola.

Kontrak satu tahun ini sudah sesuai dengan kebijakan klub. Sejak lama United mempunyai kebijakan hanya akan memberi perpanjangan kontrak satu tahun saja bagi pemain-pemain yang berusia lebih dari 30 tahun. Hal ini yang dilakukan mereka kepada Ashley Young beberapa waktu lalu. Mereka tidak ingin mengulangi kesalahan saat memberikan perpanjangan kontrak dua tahun kepada Marouane Fellaini yang akhirnya tidak selesai secara tuntas karena si pemain memilih hengkang ke Shandong Luneng awal tahun lalu.

Beberapa waktu lalu, Mata sudah mengungkapkan kalau ia lebih memilih memprioritaskan United dibanding persoalan kontraknya. Akan tetapi, kontrak yang diberikan United saat ini adalah penawaran terakhir sebelum mengambil keputusan. Jika tidak ada kesepakatan, maka Mata akan berstatus tanpa klub awal Juli nanti.

“Aku tidak berpikir kalau saat ini adalah hal yang tepat untuk membicarakan kontrak saya. Saya lebih suka mementingkan tim daripada diri saya sendiri dan apa yang ita hadapi sekarang adalah fokus demi kelangsungan tim pada musim ini,” tuturnya jelang laga delapan besar melawan Barcelona.

“Ada beberapa rumor yang menimpa saya dan beberapa teman saya, tapi saya lebih suka menempatkan tim di atas segalanya. Saya tidak ingin menimbulkan kebisingan lagi agar situasi ini terasa lebih fair karena dalam minggu-minggu terakhir suasananya cukup mengganggu saya.”

Sosok Team Player yang Dibutuhkan United

Musim ini, Juan Mata mulai jarang mendapatkan tempat di skuad utama. Performanya semakin lama semakin menurun karena cedera yang membuatnya kerap hanya duduk manis di bangku cadangan. Meski masih bermain dalam 21 pertandingan, namun Mata sudah jarang bermain selama 90 menit. Pertandingan melawan Fulham adalah laga terakhir Mata bermain penuh satu pertandingan.

Mata saat ini sudah tidak sebaik saat ia masih membela Chelsea atau ketika pertama kali datang ke Manchester lima tahun sebelumnya. Pertandingan melawan Chelsea pekan lalu menjadi pertandingan kedua yang ia mainkan sepanjang bulan April.

Meski kesempatan mainnya terbatas, namun Mata masih mampu memberikan kontribusi yang cukup baik bagi United. Sejauh ini, ia sudah berkontribusi dalam 10 gol di semua kompetisi dengan rincian enam gol dan empat asis. Angka ini sama dengan torehannya pada musim lalu. Hal ini yang mungkin membuat United masih ingin mempertahankannya di Old Trafford.

Selain itu, Mata masih beberapa kali sukses menjadi pahlawan kebangkitan United pada musim ini. Contohnya adalah kemenangan comeback melawan Juventus dan Newcastle United yang diawali dari gol Mata.

Totalitas Mata bersama United terlihat jelas jika kita berkaca dari statistik jarak tempuh para pemain United yang dikeluarkan Sky Sports beberapa waktu lalu. Dalam daftar tersebut, Mata menjadi pemain yang jarak tempuhnya paling banyak dibanding pemain lain dengan rataan 11,28 km. Catatan ini menandakan kalau pemain jebolan akademi Real Madrid ini cukup sering berlari dibanding pemain lain. Bahkan angka ini lebih banyak dari pemain yang sebenarnya punya kecepatan jauh lebih baik dibanding dirinya seperti Anthony Martial, Marcus Rashford, hingga Romelu Lukaku.

Tawaran dari Barcelona dan Juventus

Meski sudah berusia lebih dari 30 tahun, namun Mata ternyata tidak kekurangan peminat. Dua klub besar yaitu Barcelona dan Juventus sebelumnya sudah mengaku tertarik kepada pemain yang bisa bermain di banyak posisi ini. Kubu Blaugrana menginginkan satu pemain berpengalaman di lini depan dan Mata menjadi target utama.

Juara Liga Spanyol musim ini tersebut bahkan diberitakan sudah bernegosiasi dengan ayah mata. Meski begitu, mereka keberatan dengan gaji si pemain yang masih berada di kisaran 170 ribu paun. Akan tetapi, pertemuan keduanya berlangsung cukup positif.

Di sisi lain, Juventus belum mau berhenti merekrut kreator serangan meski sudah mendapatkan Aaron Ramsey dari Arsenal. Dilansir dari Don Balon, Cristiano Ronaldo bahkan meminta pihak klub untuk mengalahkan Barcelona demi tanda tangan Mata. Menarik ditunggu akan kemana pemain Spanyol ini berlabuh? Barcelona, Turin, atau bertahan di Manchester?

Comments

Loading...