OUR NETWORK

Mengapa Transfer Gareth Bale ke MU Menjadi Rumit?

Manchester United dikabarkan siap menjual Anthony Martial untuk mendapatkan Gareth Bale dari Real Madrid. Dilansir dari Dailymailnantinya uang penjualan tersebut akan digunakan untuk menambah biaya transfer Bale yang diperkirakan mencapai 80 juta paun.

Rumor ini berhembus kencang terlebih karena Bale yang menit bermainnya kian terpangkas di Bernabeu. Di sisi lain, Martial pun mengalami hal yang sama di mana performanya dianggap tak setara dengan nilai transfernya.

Namun, transfer Bale ini menjadi membingungkan karena ada sejumlah faktor yang membuatnya akan tetap di Madrid, tetapi bisa juga segera terbang ke Manchester.

Dipersilakan Pergi

Pertengahan Februari silam, sejumlah media massa di Spanyol melaporkan kalau Madrid memutuskan untuk menjual Bale di bursa transfer musim panas nanti. Hal ini tak lepas dari dicadangkannya Bale dalam pertandingan Liga Champions menghadapi Paris Saint-Germain. Bale juga mulai dari bangku cadangan dalam pertandingan menghadapi Leganes.

Saat itu, Bale hanya 13 kali menjadi starter. Alasan utamanya karena cedera. Akan tetapi kehadiran para pemain potensial lain di Madrid, membuat Bale kian tersisih. Bila Bale disingkirkan, maka akan ada banyak tempat untuk Isco maupun Marco Asensio untuk lebih berkreasi.

Menurut Marca, petinggi Madrid sudah yakin untuk menjual Bale di akhir musim. Apalagi, konon di akhir musim lalu, MU menawarkan 50 juta paun untuk Bale, tapi Madrid menolak menjualnya. Madrid sendiri masih kukuh di angka 80 juta paun. Selain itu tak ada kesebelasan lain yang mungkin menawarkan uang senilai sama seperti yang ditawarkan MU.

Masih Senang di Madrid

Pada awal Februari, agen Bale, Jonathan Barnett, mengakui kalau kliennya tak akan ke mana-mana. Dilansir Tuttosport Barnett bilang, “Bale? Kupikir dia seberharga Neymar. Dia mencintai Real Madrid dan tak ingin pergi. Gareth tidak perlu Ronaldo sebagai alasan untuk meninggalkan Real Madrid, karena dia adalah bintang di klub.”

Pindah ke klub lain tentu memerlukan adaptasi, sekalipun ia pindah ke klub lamanya, Tottenham Hotspur. Menurut sang agen, Bale masih senang di Madrid dan berkali-kali menampik soal kepindahannya ke klub lain.

Bisa jadi salah satu alasannya adalah prestasi instan yang ditawarkan El Real. Hal ini akan sulit dilakukan oleh klub lain yang menawarnya tinggi, termasuk Paris Saint Germain. Sebagai contoh, selama tujuh tahun kariernya di Inggris, Bale tak sekalipun mengangkat piala. Bandingkan dengan lima musimnya di Real Madrid yang langsung mendapatkan satu gelar La Liga dan tiga gelar Liga Champions. Maka, menjadi wajar kalau untuk menaikkan statusnya sebagia pemain top, Bale masih akan memperkuat Madrid.

MU Butuh Pemain Konsisten

MU memang telah mendatangkan Alexis Sanchez yang secara teknis beroperasi di sayap. Kehadiran Sanchez pun kian menambah jumlah pemain yang mampu menyisiri sisi lapangan. MU sendiri punya Marcus Rashford, Anthony Martial, Jesse Lingard, hingga Juan Mata. Belum lagi, musim depan MU akan kedatangan Andreas Pereira yang pulang dari masa peminjaman di Valencia.

Akan tetapi, kehadiran Sanchez saja ternyata tidak berdampak terlalu signifikan. Memang, ia berperan dalam sejumlah kemenangan klub, tapi kekuatan serangan MU masih terasa kurang.

Kehadiran Bale diharapkan bisa menjadi jawaban atas kekurangan tersebut. Ia bisa dipasang di kanan, seperti yang dilakoni di Madrid, atau di kiri seperti di Wales dan Spurs. Di seberangnya ada Alexis yang mengapit Romelu Lukaku sebagai penyerang tengah. Selain visi yang sudah teruji, Bale juga amat mampu untuk melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Dilarang Giggs

Usai kemenangan 6-0 atas China, Ryan Giggs sebagai pelatih Wales mengemukakan pernyataan yang mengejutkan buat fans MU. Pemain yang mencatatkan 963 penampilan untuk The Red Devils ini merasa kalau Bale tak perlu meninggalkan Bernabeu.

“Dia bermain di Real Madrid, cuma ada sedikit klub yang punya aura seperti mereka,” kata Giggs pada The Guardian, “Tentu Anda ingin tinggal di sana. Apa yang Gareth menangkan, tiga gelar Liga Champions? Itu buktinya.”

“Saat Anda ada di klub seperti itu, anda selalu menenangi banyak hal. Gareth punya kemampuan untuk mencetak semua jenis gol dan punya kesamaan dengan Cristiano Ronaldo. Mereka berdua berawal dari pemain sayap dan kini mereka pencetak gol,” terang Giggs.

Giggs barangkali takut kalau Bale pindah ke MU, ia tak akan mendapatkan kebebasan seperti yang ia dapat di El Real. Ia juga tak akan mendapatkan kemewahan umpan-umpan bagus dari para pemain tengahnya.

Zidane Belum Tentu di Madrid

Tidak ada yang meragukan kemampuan Bale dalam menyisir lapangan. Alasannya tidak menjadi pemain utama di Madrid barangkali merupakan hak preogratif Zidane sebagai pelatih. Namun, semua akan berubah kalau Zidane tak menangani Madrid.

Musim ini, hingga pekan ke-30, Real Madrid masih terdampar di peringkat ketiga. Peluang untuk menggeser Barcelona agak berat karena jarak mencapai 13 poin. Bisa dibilang kalau trofi La Liga sudah lepas dari genggaman.

Posisi Zidane menjadi terancam andai ia tak bisa memberikan gelar Liga Champions musim ini. Apalagi, dalam beberapa pertandingan Madrid seperti tampil kurang agresif. Bahkan mereka meraih lima kekalahan musim ini.

Apabila Zidane dipecat di akhir musim, bukan tidak mungkin nasib Bale akan aman di Madrid dan ia tak akan ke mana-mana.

 

Comments

Loading...