OUR NETWORK

Lee Grant adalah Suksesor Tony Coton yang Direkrut Fergie?

Jika Anda pernah melihat cuitan-cuitan panas di akun-akun media sepakbola di sosial media dalam satu pekan terakhir, bisa jadi itu adalah soal pemberitaan bahwa Manchester United telah mendatangkan Lee Grant dari Stoke City. Karena sepertinya pemberitaan ini dianggap sebagai suatu hal yang sangat aneh untuk United, yang lebih memilih merekrut seorang kiper 35 tahun daripada membawa pulang Cristiano Ronaldo.

Tampak jelas sekali jika perekrutan kiper berlabel uzur tersebut malah meninggalkan beberapa kesan ‘shock’ bagi para penggemar. Padahal sebenarnya ingatan merekalah yang mungkin tidak terlalu panjang dalam menyikapi soal transfer ini. Berita soal perekrutan Lee Grant dari Stoke itu justru telah membuat Mourinho seperti melakukan taktik yang sama dengan yang pernah Sir Alex Ferguson lakukan ketika menambahkan kiper baru di skuatnya.

Jika ingin bernostalgia kembali, Sir Alex Ferguson sebenarnya pernah melakukan penambahan penjaga gawang di skuatnya. Setidaknya, sebanyak dua kali selama ia menangani United. Bahkan salah satu dari kedua kiper tersebut berhasil merasakan double winner bersama United meski tanpa bermain selama semusim.

Baca juga: Siapa Lee Grant, Kiper Stoke City yang Akan Bergabung dengan MU?

Kiper yang pernah merasakan hal tersebut bernama Tony Coton, seorang pria yang pernah menjadi cover program dari United Review saat melawan Leeds United pada April 1996. Saat itu, Coton mendekati ulang tahunnya yang ke-35, dan memutuskan pindah ke United dari City pada Januari 1996 dengan harga 500.000 paun.

Cerita awal karier Tony Coton dimulai pada 1978, dan kemudian kariernya mulai melonjak ketika berhasil membuktikan diri sebagai kiper utama bersama Birmingham, Watford, dan City. Inilah yang menjadi daya tarik Fergie untuk merekrut Coton ke dalam skuatnya. Meski memang pada kenyataannya ia tidak dimainkan.

Bahkan, selama musim dingin, di mana ia baru direkrut, United sedang kepayahan dalam menjalani kompetisi liga karena kiper utama mereka, Peter Schmeichel, dipaksa bermain meski sedang tidak fit karena mengalami cedera. Namun, Coton tidak bermain untuk menggantikannya.

“Peter telah melewatkan beberapa pertandingan di musim sebelumnya karena cedera, tapi yang menggantikannya bukan saya. Ferguson memberi kesempatan kepada Les Sealey sejumlah peluang masuk ke tim utama. Saya ingin beberapa pengalaman untuk menjaga Peter tetap prima, tapi apa daya, saya memang kurang beruntung. Seharusnya saya bisa beramain seperti yang dilakukan Les, dan seharusnya saya bisa lebih baik,” ungkap Coton dikutip dari Manchester Evening News.

“Peter memang luar biasa selama saya di Old Trafford. Dia tidak pernah melewatkan sesi latihan, apalagi melewatkan satu pertandingan pun di tim pertama. Manchester United memenangkan dua trofi di musim itu (musim 1995/1996). Meski banyak orang mengatakan tentang pengaruh Eric Cantona di musim itu, di benak saya tetap Peter adalah kunci kesuksesan itu.”

Kendati begitu, Coton adalah kiper yang beruntung. Ia tak perlu bermain untuk mendapatkan suatu penghargaan. Bahkan, kiper yang ketika itu sudah menginjak 35 tahun, mengungkapkan bahwa Ferguson sempat menariknya ke satu sisi untuk menerima Piala dari United dan menjabat tangannya.

Secara tidak langsung, Coton telah memberi dampak yang signifikan ke dalam skuat Setan Merah. Ia juga telah membuat intensitas Schmeichel berhasil meningkat pesat dari para kiper pesaingnya yang ada di klub maupun di liga semenjak ia berada di tim. Padahal Coton senditri hanya sebagai pemain penghangat bangku cadangan. Dan setelah mendapatkan penghargaan serta dua piala bersama United, akhirnya ia pun pindah ke Sunderland pada musim panas 1996.

Namun tidak usai sampai di situ. Setelah Tony Coton meninggalkan United, ia kembali memberikan kesan baik kepada Ferguson ketika ia direkrut ‘lagi’ menjadi staf kepelatihannya di akhir 1990-an. Ia juga diplot untuk membawa Edwin van der Sar sebagai pengganti terlambat Peter Schmeichel ke Old Trafford pada 2005.

Maka bukan tak mungkin jika perekrutan Lee Grant ini akan menjadi dampak baik, yang serupa seperti yang dulu sempat didapatkan melalui perekrutan Tony Coton. Karena meski Grant tampaknya tidak mungkin mendapatkan waktu bermain, tetapi dengan profesionalismenya selama ini, bisa jadi akan memastikan bahwa United memiliki perubahan yang signifikan di tim. United juga bisa terbuka untuk menambahkan Grant sebagai staf kepelatihan penjaga gawang mereka.

 

Sumber: Manchester Evening News

Comments