OUR NETWORK

Harry Maguire, Solskjaer, dan Telepon dari Ferguson

Manchester United tampaknya belum kapok untuk mendekati Harry Maguire. Meski tawaran 70 juta paun bagi pemain Leicester City ini sudah ditolak, namun United tetap kukuh kalau Maguire harus menjadi penggawa mereka musim depan. Mereka tidak peduli kalau di belahan Eropa lain masih ada pemain belakang yang memiliki harga di bawah Maguire.

Banyak yang berpikir, sebagus apa pemain berusia 26 tahun ini hingga United bernafsu sekali untuk mendatangkannya. Tidak sedikit pula yang berprasangka buruk kalau ini adalah rencana City berikutnya untuk menghancurkan MU. Ya, Maguire juga diincar oleh tetangga yang dalam beberapa musim terakhir prestasinya lebih berisik daripada United.

Entah memang betul-betul mengincar atau hanya permainan pikiran saja agar kubu United berpikir dengan menikung incaran tetanggannya maka mereka akan mendapat pemain yang bagus. Mereka sudah melakukan itu ketika menggaet Alexis Sanchez dan Fred pada 2018 yang kenyataannya justru tampil sangat mengecewakan. City nampaknya ingin mencoba lagi teknik ini dengan membawa Maguire.

Maguire dianggap tidak bisa melakukan tekel. Kecepatannya juga dianggap di bawah rata-rata. Badannya terlalu besar untuk pemain belakang. Yang paling penting sudah pasti adalah harganya yang terlalu mahal. 90 juta paun! Untuk pemain yang hanya bermain di Hull City dan Leicester? Banyak yang merasa kalau uang segitu sudah pantas mendapatkan pemain seperti Kalidou Koulibaly, best defender Serie A musim lalu. Atau paling tidak rekrut Toby Alderweireld yang klausulnya hanya 25 juta paun. Pemain yang ditentang oleh Ed Woodward pada musim panas 2018 karena dirasa tidak pas bagi tim sekaliber United.

Namun di mata Ole Gunnar Solskjaer, hanya Maguire yang bisa menyelesaikan permasalahan lini belakang mereka yang amburadul musim lalu. Tinggi badannya membuat Ole ketakutan ketika United bertemu dengan Leicester pada bulan Februari lalu. Dia menyebut kepalanya bak magnet yang bisa menarik bola untuk dekat ke kepalanya.

Selain itu, Ole tampaknya ingin membuat Sir Alex Ferguson senang. Hal ini diungkapkan Andy Mitten dalam tulisannya di unibet. Penulis yang akrab dengan United ini menuturkan kalau Maguire sempat mendapatkan telepon dari Sir Alex Ferguson. Telepon ini yang katanya membuat Maguire ingin bermain bersama United suatu hari nanti.

Kejadiannya terjadi pada final FA Youth Cup musim 2010/2011 antara United melawan Sheffield United, tempat Maguire pertama kali mengawali kariernya sebagai pemain sepakbola. Pada leg pertama di Bramall Lane, Maguire mendapat benturan keras hingga membuatnya gegar otak dan memaksanya untuk masuk rumah sakit. Ia terpaksa absen pada leg kedua.

Untuk menghiburnya, pihak United mengirimkan jersey mereka yang ditandatangani oleh seluruh penggawa tim utama sebagai hadiah sekaligus motivasi untuknya agar segera sembuh. Beberapa hari kemudian, Maguire mendapatkan telepon dari Sir Alex Ferguson. Ia bertanya apakah kondisinya baik-baik saja. Manajer tersukses United sepanjang masa ini bahkan memberi wejangan kalau dia terus bekerja keras maka dia bisa bermain di level tertinggi.

“Dorongan itu yang dibutuhkan oleh Maguire. Karakternya luar biasa, dia mungkin kurang percaya diri saat itu dan tidak yakin apakah Sheffield United bisa menjadi tim profesional pertamanya. Namun panggilan dari manajer terbaik di sepakbola Inggris itu menjadi titik balik dalam kariernya. Ia bahkan berjanji untuk bermain bersama United suatu hari nanti,” kata Mitten.

Ole punya pemikiran yang cenderung idealis. Suatu hal yang dianggap benar oleh individu yang bersangkutan karena bersumber dari pengalaman, kultur budaya, dan kebiasaan. Inilah yang coba ditiru Solskjaer dalam United. Membangun skuad dengan pemain muda, membangun skuad dengan pemain (yang kalau bisa) asli Britania, dan membangun skuad dari para pemain akademi. Dengan cara itu maka kesuksesan akan datang meski terkadang apa yang ia lakukan sudah tidak relevan lagi dengan kondisi sepakbola sekarang.

Atau Ole merupakan sosok yang Fergie sentris? Apa yang terkait dengan mantan manajernya tersebut adalah benar sehingga ketika Maguire ditelepon oleh Fergie, maka seketika itu pula ia yakin kalau Maguire akan menjadi pemain yang tepat dalam skuadnya musim depan.

Pilihan kini tinggal di tangan Ed Woodward dan Matt Judge. Menuruti kemauan Solskjaer untuk Maguire dengan catatan menuruti keinginan Leicester, atau menolak permintaan Solskjaer dan mencoba mencari target baru atau tetap bertumpu kepada kuintet Lindelof-Smalling-Jones-Rojo-Bailly. Siapa pun yang nantinya dipilih maka dua-duanya sudah pasti akan mengingkari prinsipnya masing-masing. Sebelumnya, Ole sudah berjanji untuk tidak membeli pemain dengan harga mahal sementara manajemen sudah berjanji untuk mendukung manajer seratus persen.

Comments

Loading...