OUR NETWORK

Beda Pendapat Soal Rencana Transfer Varane dari Madrid

Sektor pertahanan sepertinya akan menjadi fokus utama Manchester United dalam bursa transfer musim panas 2019 mendatang. Lini belakang memang menjadi salah satu kelemahan The Red Devils pada musim 2018/2019, dan bahkan sejak musim lalu. Namun, upaya untuk mendatangkan palang pintu papan atas ke Old Trafford masih juga belum terwujud hingga saat ini. Makanya, tim pelatih mulai dari era Jose Mourinho hingga kini digantikan manajer interim Ole Gunnar Solksjaer terpaksa harus memaksimalkan bek tengah yang ada; Eric Bailly, Victor Lindelof, Phil Jones dan Chris Smalling.

Bek internasional Prancis Raphael Varane menjadi salah seorang bek kelas dunia yang sudah sejak lama diminati oleh United. Rumor ketertarikan tim Setan Merah pada palang pintu andalan klub La Liga Spanyol, Real Madrid itu sudah berhembus sejak musim panas 2016, dan terus muncul setiap bursa transfer dibuka.

Don Balon sempat melaporkan ada negosiasi alot antara United dan Madrid soal masa depan sang bek pada musim panas 2017. Sayang, proses terhenti karena Madrid marah, akibat United berusaha menghalang-halangi upaya mereka yang ingin merekrut kiper David De Gea.

Bukan tanpa alasan jika United sangat menginginkan Varane. Seperti dilansir oleh Daily Star, pemain setinggi 1,91 meter itu punya keunggulan kecepatan dari bek-bek lain. Ini tak hanya membuatnya bisa segera mundur menghadang serangan lawan, tapi juga memungkinkannya untuk membantu serangan.

Selain juga punya fisik lebih kuat, banyak pula yang membandingkan Varane dengan bek legenda Spanyol Fernando Hierro karena tekniknya. Sayang, berbagai upaya komunikasi yang telah dilakukan United untuk membujuknya hijrah ke Old Trafford hingga kini belum juga berbuah hasil.

Bek legenda United Wes Brown pun menilai Varane memang cocok untuk mantan timnya tersebut. Bahkan, dia menyebut pemain berusia 25 tahun itu sebagai bek impian yang harus diupayakan oleh United. Namun, Brown sendiri menyadari bahwa mendatangkan Varane membutuhkan biaya yang besar, mengingat sang pemain kini masih jadi tulang punggung Madrid dan masih terikat kontrak hingga Juni 2022 mendatang.

“Bek impian bagi United adalah Raphael. Dia akan menguras keuangan klub namun dia cocok untuk United,” ungkap Brown pula seperti dilansir London Evening Standard.

Tapi, jika manajemen United benar-benar sudah menyiapkan dana 200 juta paun di bursa transfer musim panas 2019 mendatang, seperti yang dilaporkan sejumlah media baru-baru ini, maka biaya besar dalam proses pemindahan Varane dari Santiago Bernabeu ke Theater of Dreams tentu bukan lagi masalah utama. Meskipun begitu, Brown sendiri pun memahami bahwa sebenarnya tim Setan Merah masih punya stok pemain belakang.

“Ini sulit dimengatakan karena United kini punya banyak bek yang bisa dipilih, dan Solskjaer ingin agar para pemain membuktikan kemampuan,” tambahnya.

Menariknya, legenda United lainnya, Gary Neville sepertinya punya pendapat yang sedikit berbeda, dan masih meragukan kemampuan eks klubnya untuk bisa mendatangkan Varane ke Manchester. Kapten sekaligus bek kanan United era 1990-an hingga 2000-an itu meyakini mantan timnya tidak akan mendapatkan bek top tersebut, termasuk palang pintu Leicester City Harry Maguire yang juga disebut-sebut menjadi buruan utama. Gary pun berpendapat United akan kesulitan merealisasikan transfer idaman tersebut, karena masalah harga yang diprediksi bakal terlampau menjulang tinggi.

“Solskjaer dan United akan membeli dua bek tengah [pada bursa musim panas 2019], jika mereka bisa mendapatkannya. Arsenal akan melakukan hal yang sama. Semua tim top akan membeli pemain berdasar posisi yang mereka butuhkan. Namun mereka tidak akan bisa merealisasikannya. Apakah United akan memboyong Maguire atau Varane, misalnya? Jika mereka yakin kedua pemain tersedia untuk harga pantas di era transfer saat ini, seratus persen mereka akan melakukannya. United akan mencoba mengajukan penawaran, bernegosiasi dengan agen dan manajemen klubnya,” kata Gary.

“Tetapi, mereka tidak akan ada di sana [untuk harga yang pantas]. Ini masalah nyata, pasar pemain [terpaksa] berhenti untuk beberapa hal,” pungkas Gary.

Pria 43 tahun itu seperti mengkhawatirkan nilai transfer para pemain bintang dunia yang terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir, hingga tampak sudah tak masuk akal. United sendiri sempat mencatatkan pembelian selangit saat merekrut Paul Pogba dari Juventus pada musim panas 2016, yang menjadikannya pemain termahal saat itu dengan banderol 105 juta euro. Namun, dalam setahun rekor tersebut pecah oleh transfer Neymar dari Barcelona ke Paris Saint-Germain senilai 222 juta euro, atau lebih dari separuh transfer Pogba.

Comments