OUR NETWORK

Toni Kroos yang Tak Pernah Kecewa Gagal Gabung dengan Manchester United

Toni Kroos dikenal sebagai salah seorang gelandang terbaik di dunia pada saat ini. Dia pernah jadi andalan di salah satu klub terbaik Eropa dari negara asalnya, Jerman, Bayern Muenchen, dan kini masih jadi andalan lini tengah tim pemilik rekor 13 trofi Liga Champions dari Spanyol, Real Madrid. Hingga usianya saat ini masih 29 tahun, sang pemain juga sudah memenangkan Piala Dunia 2014 bersama tim nasional Jerman, dan telah mengoleksi 20 trofi di level klub selama 12 tahun terakhir.

Dalam perjalanan karier profesionalnya sejak 2007, Kroos ternyata sempat hampir bergabung ke Old Trafford. Ketika itu, Manchester United masih dipimpin David Moyes pada musim 2013/2014, setelah manajer legendaris Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun di akhir musim sebelumnya. Sang gelandang sendiri sudah menyatakan ingin hengkang dari Bayern setelah musim 2013/2014 berakhir. Menariknya, dia pun bahkan sudah sempat menyatakan sepakat pindah ke Manchester. Namun, transfer itu batal terwujud karena Moyes dipecat klub dua bulan sebelum musim selesai.

“Toni sudah sepakat untuk bergabung dengan United bersama saya. Saya menemui Toni dan istri, kemudian kami menyepakati semuanya ketika dia masih membela Bayern. Namun segalanya baru bisa dirampungkan di akhir musim, sampai akhirnya dia hijrah ke Madrid,” ungkap Moyes dalam wawancaranya dengan talkSPORT pada November 2018 lalu.

Karena pelatih asal Skotlandia itu tak lagi bekerja untuk United, kesepakatan itu pun batal secara otomatis, dan Kroos pada akhirnya memilih untuk bergabung ke Madrid hingga kini menjelma jadi salah seorang legenda hidup klub.

Baru-baru ini, Kroos pun angkat suara terkait dengan rumor yang menyebutkan bahwa dia sempat hampir bergabung dengan United di masa lalu. Pemain yang pernah dipinjamkan ke klub Jerman, Bayer Leverkusen pada musim 2009/2010 itu mengakui bahwa dirinya memang sempat bertemu dengan Moyes dan berjanji secara verbal pada saat itu. Namun, Kroos tidak menyesali kegagalan proses transfer tersebut, dan juga tidak menyesali pilihannya yang akhirnya bergabung ke Madrid pada musim panas 2014. Apalagi, dia berhasil memenangkan trofi Liga Champions hingga tiga kali.

“Saya mengetahui kalau United tertarik pada saya dan Moyes mendukung transfer. Kami pernah menghabiskan siang bersama. Kami banyak membicarakan rencana United dan dia meyakinkan saya. Pada akhirnya, kami menjalin kesepakatan secara verbal. Saya bukanlah seseorang yang memikirkan apa yang bisa saja terjadi. Ya, memang kepindahan ke United sangat dekat. Saya hampir jadi pemain United, tapi toh tak terjadi. Saya bisa katakan satu hal dengan yakin. Di United, saya tidak akan memenangkan Liga Champions tiga kali,” ungkap Kroos seperti dilansir Marca.

Pernyataan pemain bernomor punggung ‘8’ itu memang benar. Sejak kepergian Ferguson, United kesulitan mengembalikan periode terbaiknya, meski sudah berkali-kali berganti pelatih. Setelah Moyes, ada Louis Van Gaal, Jose Mourinho, dan kini Ole Gunnar Solskjaer. The Red Devils terus terpuruk, dan bahkan musim ini terpaksa hanya bisa berlaga di kompetisi level kedua Eropa, Liga Europa, setelah gagal meraih tiket Liga Champions. Sementara, Kroos malah sukses memenangkan 11 trofi dalam lima musim terakhir, termasuk tiga trofi Liga Champions dan satu La Liga Spanyol.

Mourinho yang juga pernah melatih Madrid setahun sebelum Kroos datang, sempat pula ingin lagi mencoba mendatangkan sang gelandang ke Old Trafford pada 2018 lalu. Pelatih berkebangsaan Portugal itu meminta manajemen United untuk meminang Kroos pada musim panas 2018, untuk menambah kualitas dan kedalaman skuat, terutama untuk mengganti gelandang Michael Carrick yang pensiun, seperti dilaporkan oleh The Independent. Tim Setan Merah pun kemudian disebut-sebut menjadikan pemain kelahiran Greifswald, Jerman, 4 Jnauari 1990 itu sebagai buruan utama.

Mourinho sendiri mengidentifikasi Kroos akan cocok untuk mengisi pos lini tengah tim bersama dengan Nemanja Matic dan Paul Pogba. Apa yang dilihat sang pelatih sepertinya sama dengan eks gelandang United yang juga alumni Class of ’92, Paul Scholes, di mana pada 2014 silam sempat menyebut bahwa Kroos merupakan seorang gelandang tengah kelas atas dan menjadi pemain yang paling dibutuhkan oleh United pada masa itu. Sayangnya, saat itu Moyes gagal mewujudkan transfer Kroos, dan Mourinho pun mengulang kembali kegagalan. Padahal, bahkan hingga saat ini pun United sebenarnya masih butuh pemain berkualitas dan punya mental juara sekelas Kroos.

Comments

Loading...