in

Tentang Petr Cech yang Bandingkan Wenger dengan Mourinho dan Masa Depannya di Arsenal

Siapa yang tidak kenal Petr Cech? Penjaga gawang Arsenal berusia 35 tahun ini dikenal sebagai salah satu kiper tangguh yang pernah dimiliki Premier League dan Rep. Ceska. Gelar di tingkat domestik maupun Eropa sudah pernah dirasakan oleh penjaga gawang yang pernah memperkuat Chelsea tersebut.

Baru-baru ini, pemilik empat gelar Premier League tersebut mengungkapkan bahwa sebaiknya Arsene Wenger belajar dari Jose Mourinho, manajer yang membawanya ke Inggris 13 tahun lalu. Baginya sosok The Special One merupakan manajer yang bisa menentukan hasil akhir dalam sebuah kesebelasan. Selain itu, Mou juga sanggup membangkitkan mental timnya yang sedang terpuruk.

“Ketika dia (Mourinho) datang pertama kali di Chelsea dari Porto, dia membawa salah satu hal terpenting untuk sebuah klub. Dia tidak bisa menerima apabila timnya hanya finis di posisi kedua klasemen,” ujar Cech seperti dikutip Metro.

Ia menambahkan, “Dia membawa semangat yang sama di Chelsea. Yang ada dipikiran dia hanyalah kemenangan, apapun caranya. Dia benci dengan hasil imbang. Jika kita kembali ke runag ganti dengan hasil imbang, ia pasti tidak akan puas. Di sisi lain, dia juga ingin bertahan apabila skor 1-0 atau mengalahkan tim dengan 5-0 jika memungkinkan. Mourinho bisa menentukan hasil pertandingan.”

Hal inilah yang menurut Cech sangat berbeda dengan apa yang dirasakan di Arsenal sekarang. Bersama Meriam London, mereka seperti diharuskan untuk memenangi pertandingan dengan cara bermain yang bagus.

“Filosofi di Arsenal begitu bertentangan dengan ini. Tidak meraih kemenangan dengan segala cara melainkan memenangi pertandingan dengan cara bermain yang bagus. Ini yang mulai berubah dari pendekatan kami,” ujarnya menambahkan.

Ia menambahkan, “Seperti kata Juergen Klopp, kita layaknya seperti bermain musik klasik. Kami bermain dengan kecantikan, sinkronisasi antar instrument. Ini adalah filosofi yang berakar pada DNA Arsenal. Kami menolak bermain tanpa menunjukkan permainan yang bagus dan itu adalah sesuatu yang diwariskan dari generasi ke generasi.”

Musim ini menjadi musim ketiga Cech bermain di London Utara. Akan tetapi hingga pekan ketiga musim ini, Arsenal masih terjebak di posisi ke-16 klasemen (di pekan keempat, Arsenal naik ke peringkat kesembilan). Dalam tiga pertandingan di Premier League, gawangnya sudah kebobolan delapan kali. Cech bahkan harus melihat gawangnya diberondong empat kali ketika menghadapi Liverpool akhir Agustus lalu.

“Saya pikir kami menemukan keseimbangan yang baik selama beberapa pekan terakhir pada musim lalu. Sekarang, gagasan yang lebih penting adalah mengontrol permainan namun juga memberikan kenyamanan bagi para pemain belakang, karena itu menguntungkan kami dalam menjaga keunggulan.”

Sementara itu, manajernya saat ini, Arsene Wenger masih terus mendapat kritikan dari para penggemarnya. Meski memperpanjang kontraknya kembali selama dua musim, namun sejauh ini Arsenal belum memberikan penampilan yang menghibur.

Dua kali mengalami kekalahan membuat peluang Arsenal menjadi lebih sulit untuk menggapai gelar juara. Namun mantan pemain Rennes tersebut akan berusaha segala cara untuk memberikan gelar yang sudah 14 tahun tidak bisa mereka raih. Meski demikian Cech juga mengingatkan bahwa dirinya tidak bisa lebih lama menunggu mengingat usianya sudah mencapai 35 tahun.

“Ketika saya tiba saya berkata, ‘Ok, Arsenal belum memenangi Premier League selama 10 tahun lebih tapi saya ingin menjadi orang yang membantu memenangi gelar juara. Impian saya hari ini adalah untuk menang sebanyak mungkin bersama Arsenal dibandingkan dengan ketika saya masih berada di Chelsea. Namun saya rasa saya tidak bisa melakukannya selama 10 tahun untuk itu.”

Sumber: Metro, Express

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola