OUR NETWORK

Richard Arnold dan Harapan Palsu Investor Baru

Sempat bergelora karena akan kehadiran gairah baru dalam wujud pemilik anyar asal Arab Saudi, hasrat penggemar Manchester United untuk melihat revolusi dalam timnya harus ditunda karena tidak ada pengambil alihan klub dalam waktu dekat.

***

Tanda pagar (Tagar) #SaudiIsIn berkeliaran dikalangan para pendukung Manchester United di media sosial Twitter. Hal ini dikarenakan tersebarnya sebuah video ketika Group Managing Director Setan Merah, Richard Arnold pergi menyambangi Arab Saudi untuk menikmati pertemuan mewah bersama delegasi dari negara tersebut beberapa waktu lalu.

Isu berhembus kalau kedatangan Arnold ke sana adalah untuk membicarakan pengambil alihan klub dari yang sebelumnya di tangan keluarga Glazer menjadi milik keluarga raja Arab dalam hal ini Mohammad Bin Salman. Hal ini diperkuat dengan klaim dari salah satu jurnalis yang menyebut kalau pembelian ini akan semakin mendekati kenyataan. Sontak hal ini membuat semangat mereka untuk melihat lengsernya keluarga Glazer semakin meninggi.

Selang beberapa hari, hasrat mereka semakin meninggi berkat munculnya gambar ucapan selamat datang ke Manchester United yang ditujukan kepada Mohammad Bin Salman. Beberapa halaman Facebook penggemar Setan Merah di Indonesia juga mengunggah gambar ini. Mereka memang sudah rindu akan munculnya orang baru yang bisa memberikan revolusi dalam tubuh Manchester United.

Dalam video yang beredar di dunia maya, Richard memang begitu akrab dengan orang-orang Arab tersebut. Mereka duduk melingkar sembari menikmati lantunan musik khas dari Timur Tengah. Keakraban tersebut yang memicu munculnya isu kalau mereka akan membahas tentang perpindahan kekuasaan di United dari Amerika Serikat menuju Arab Saudi.

Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, kesabaran para pendukung MU kepada keluarga Glazer memang sudah melebihi batas. Mereka tidak kuat melihat timnya hanya dijadikan mesin pencetak uang untuk memenuhi kekayaan enam anak Malcolm Glazer. Ditambah dengan performa MU yang hancur-hancuran dalam enam musim terakhir membuat mereka terus dijadikan kambing hitam oleh para penggemarnya.

Hanya Berkunjung dan Tidak Ada Penjualan Klub

Penggemar Manchester United nampak tidak henti-hentinya mendapatkan harapan palsu dari klub kesayangannya. Setelah di-php-in oleh tidak konsistennya permainan tim dan Ole Gunnar Solskjaer, mereka kini juga kena php dari manajemen klubnya sendiri.

Dua wartawan Manchester Evening News, Samuel Luckhurst dan Liam Corless memberikan konfirmasi kalau ternyata kunjungan Arnold tersebut tidak ada kaitannya dengan penjualan Manchester United. Beberapa sumber dari orang dalam Manchester United memang mengakui kalau Arnold benar-benar pergi ke Arab Saudi untuk melakukan sebuah kunjungan. Namun orang dalam tersebut tidak yakin kalau kedatangan Arnold ke sana adalah untuk menjual klub. Sosok Arnold sendiri memang kenal dengan beberapa pangeran Arab termasuk Mohammad Bin Salman ketika masih bekerja di bidang telekomunikasi.

Besar kemungkinan kalau kedatangan Arnold hanya untuk membicarakan soal kerja sama lanjutan antara Manchester United dengan General Sports Authority (GSA). Pada 2017 lalu, Setan Merah melakukan kemitraan dengan otoritas olahraga Arab Saudi untuk mengembangkan industri sepakbola di negara teluk, terutama Arab Saudi. Richard Arnold adalah wakil United ketika kerja sama itu ditekan.

Dalam kerja sama tersebut, kubu United terlibat secara bisnis dengan beberapa otoritas olahraga terkait yang berada di Arab Saudi. Hubungan ini dimaksudkan untuk memenuhi 2030 Vision Initiative yaitu target Arab Saudi untuk menjadi kekuatan baru dalam industri sepakbola.

Hasil dari kemitraan MU dengan GSA ini terlihat pada pertengahan 2018 lalu. Saat itu, striker Arab Saudi, Mohammad Al Sahlawi diizinkan untuk menjalani trial tiga minggu di pusat latihan United sebagai bagian dari persiapan Piala Dunia di Rusia. Mengirim beberapa pemain Arab Saudi ke beberapa kesebelasan yang bekerja sama dengan GSA adalah cara mereka untuk memperkuat visi 2030 mereka tersebut.

Sebenarnya, bukan kali ini saja kunjungan seperti ini dilakukan oleh Richard Arnold. Pada Februari 2019, ia pernah berkunjung ke negara yang sama untuk pertemuan bisnis dengan STC, perusahaan telekomunikasi yang bekerja sama dengan Manchester United. Namun kunjungan yang saat ini mendadak menimbulkan keriuhan karena terjadi dekat dengan isu rencana Mohammad Bin Salman membeli MU.

Dengan klaim dari orang dalam klub yang diwakili oleh Luckhurst dan Corless, maka besar kemungkinan kalau investor baru yang diharapkan penggemar MU tidak akan datang dalam waktu dekat. Lagipula, Ed Woodward beberapa kali menegaskan kalau tidak pernah terbersit pikiran untuk menjual Manchester United dalam waktu dekat.

Lagipula, siapa yang mau menjual kesebelasan yang masih masuk dalam jajaran tim dengan pendapatan tertinggi tiap tahunnya meski jarang sekali mendapat gelar juara.

Comments

Loading...