OUR NETWORK

Perseteruan Jose Mourinho dan Sergio Ramos Memanas (Lagi)

Tidak selamanya pelatih bisa diterima dengan baik oleh semua pemainnya, meski sang pelatih sudah berkontribusi besar dalam membimbing ‘anak-anak asuhnya’ itu. Begitu pula dalam dunia sepakbola. Kondisi tersebut terlihat dalam hubungan antara Jose Mourinho dan Sergio Ramos.

Bek andalan klub raksasa La Liga Spanyol, Real Madrid itu memang pernah dibesut pelatih berkebangsaaan Portugal tersebut. Ketika itu, Mourinho menjabat sebagai pelatih klub berjuluk Los Merengues tersebut pada periode 2010-2013; selama tiga musim. Sementara Ramos saat itu masih sebagai kapten kedua.

Mourinho datang ke Santiago Bernabeu, markas Madrid menjelang awal musim 2010/2011, setelah meraih sukses besar bersama klub Serie A Italia, Inter Milan. Selama dua musim dia berhasil merebut lima trofi, termasuk memenangi treble winners di musim terakhirnya.

Tak hanya itu, sang pelatih juga menerima penghargaan Manager of the Year di Serie A pada dua musim berturut-turut, hingga kemudian didapuk sebagai FIFA World Coach of the Year 2010. Sejak itu, julukan sebagai The Special One yang muncul sejak dirinya bersama Chelsea periode 2004-2007 semakin melekat pada dirinya.

Namun, karier luar biasa yang pernah dirasakan Mourinho tersebut ternyata tidak menjamin dia bisa menjalani hubungan yang baik dengan semua pemainnya, Buktinya, dua tahun setelah kehadirannya di Madrid, pelatih yang kini berusia 54 tahun itu pun terlibat pertengkaran Ramos, yang notabene merupakan ‘anak emas’ di klub tersebut.

Perseteruan di antara keduanya bermula pada awal 2012 silam. Ketika itu, Mourinho menegur Ramos karena tidak menjalankan perintahnya di sebuah laga. Namun, sang pemain malah berkelit dengan alasan lain, sehingga Mourinho merasa tidak dihormati.

Kini, perseteruan keduanya sepertinya kembali memanas. Baru-baru ini, bek internasional Spanyol berusia 31 tahun itu melontarkan sebuah pernyataan yang bernada negatif. Ramos menyebut bahwa Mourinho hanyalah pelatih lainnya yang pernah membesut dirinya dan Madrid, dan menganggapnya sama sekali tidak mengubah kualitas permainannya menjadi lebih baik saat melatihnya di masa lalu.

“Mourinho hanya pelatih lainnya, yang pernah bekerja sama dengan saya dalam perjalanan karier saya selama ini,” ungkap pemain kelahiran Camas, Spanyol, 30 Maret 1986 itu seperti dilansir Metro.

“Dan saya selalu ingin belajar dari orang lain, sejak saya masih menjadi pemain muda di Sevilla. Jadi, saya amat sangat bersyukur. Namun, saya pikir Mourinho sama sekali tidak mengubah hidup saya di dunia sepakbola. Ya, tidak sama sekali,” pungkas Ramos.

Pernyataan salah seorang bek terbaik dunia 2017 versi FIFA tersebut tentu saja seakan-akan mengenyampingkan peran Mourinho selama dirinya melatih Madrid, dan sekaligus seperti meragukan kemampuannya membawa klub-klub besar Eropa memenangkan berbagai trofi bergengsi selama 17 tahun hingga kini membesut Manchester United .

Sebelumnya, pada Juni 2017, Mourinho sendiri sempat melemparkan komentar pedas pada Ramos. Saat itu, mantan anak buahnya tersebut baru sukses membawa Madrid menjuarai Liga Champions dua musim beruntun. Namun, pelatih kelahiran Setubal, Portugal, 26 Januari 1963 tersebut malah menyindirnya, dengan mengatakan bahwa Ramos bahkan tak pernah merasakan atmosfer perempat final Liga Champions, ketika dirinya datang dari Inter. Secara tersirat, dia pun juga mengklaim bahwa dirinya punya jasa besar dalam perkembangan karier Ramos hingga mencapai level seperti sekarang.

“Kapten Madrid, yang belakangan ini kita lihat selalu mengangkat trofi, dan seorang juara Eropa tiga kali, tidak pernah bermain di perempat final Liga Champions ketika saya datang dari Inter. Saya pun senang bisa bekerja di sebuah tim yang memilki hasrat untuk menang dan siap untuk menang. Soal pendekatan, saya hanya bisa mengajarkan pola pikir pada para pemain. Hal paling penting adalah ide utama, setelah itu bergantung bagaimana mereka mengembangkan pola pikirnya sendiri,” ungkap Mourinho yang pernah memenangkan dua trofi Liga Champions tersebut, dilansir Marca saat itu.

Sejak itulah mereka kembali terlibat adu mulut melalui media massa. Pasalnya, dua bulan kemudian giliran Ramos yang menyindir eks pelatihnya tersebut. Bahkan, bek bernomor punggung ‘4’ tersebut pernah mengeluarkan pernyataan yang menganggap bahwa Mourinho sama sekali tak spesial dalam kariernya sebagai pesepakbola profesional, meski pernah melatihnya selama tiga musim.

“Saya tidak berpikir itu [peran Mourinho saat melatih Madrid] mengubah karier saya,” tukas Ramos pula pada Agustus 2017 lalu, di mana dalam sebuah kesempatan dirinya dimintai komentar soal perbandingan Mourinho dengan pelatihnya saat ini, Zinedine Zidane, seperti dilansir Goal Internasional saat itu.

Comments

Loading...