OUR NETWORK

Odion Ighalo dan Misi Mencari Gol Untuk Mendiang Kakak Perempuannya

Debut Odion Ighalo nyaris berakhir sempurna. Jelang akhir pertandingan, ia punya kesempatan untuk mencetak gol pertamanya sekaligus memastikan skor United melawan Chelsea menjadi 0-3. Sangat disayangkan, sepakannya masih membentur kaki Willy Caballero.

Lima menit Ighalo berseragam merah memang jauh dari kata memuaskan. Bahkan sebelum laga, Ole Gunnar Solskjaer sempat menyebut kalau sebisa mungkin Ighalo jangan main dulu karena kebugarannya belum bisa dibilang mencapai 100 persen. Hal ini wajar, karena ia tidak mengikuti pemusatan latihan di Marbella, Spanyol dan baru datang ke Carrington beberapa hari jelang melawan Chelsea.

Akan tetapi, ia menunjukkan kalau ia sudah siap untuk mengisi satu tempat di lini depan. Pada sentuhan pertamanya, ia langsung menunjukkan aksi melindungi bola yang sering ia peragakan di akun Instagramnya. Dari proses ini, ia kemudian mendapat peluang untuk mencetak gol sebelum kaki Caballero menghilangkan kesempatannya.

Pada laga melawan Chelsea kemarin, Ighalo mencatatkan beberapa rekor. Yang pertama, dia menjadi pemain ke-200 yang bermain untuk United pada laga Premier League. Yang kedua, ia menjadi pemain Nigeria pertama yang bermain untuk United. Satu catatan menarik lainnya adalah dia membuat satu tendangan ke gawang. Catatan ini sama dengan apa yang dibuat Chelsea dalam satu pertandingan. Hanya gol yang kurang dari penampilannya kemarin.

Padahal, ia sudah mempersiapkan segalanya. Dalam kaus merahnya, ada kaus putih yang berisi pesan kepada kakaknya. Kita tidak tahu apa isi pesan itu sampai Ighalo benar-benar mencetak gol. Namun, pesan itu sudah pasti akan diberikan kepada sosok Mary Atole.

Mary Atole adalah kakak perempuan dari pemain asal Nigeria tersebut. Ialah yang selalu mendoakan Ighalo untuk bisa bermain bersama Manchester United suatu hari nanti. Sangat menyedihkan karena ketika Ighalo sudah berhasil meraih mimpinya, sang kakak sudah pergi mendahuluinya untuk pulang ke pangkuan yang maha kuasa sehingga tidak bisa melihat penampilan adiknya secara langsung.

Inilah yang membuat Ighalo sangat sedih mengingat ia dan Mary adalah penggemar United. Mereka hidup dalam keluarga yang menyukai beberapa klub sepakbola, namun hanya Ighalo dan Mary yang mengikrarkan dirinya sebagai Red Army. Mengukir nama Mary di sepatu Nike menjadi cara agar Ighalo untuk mengenang sekaligus menghormati jasa kakaknya yang terus memberikannya semangat.

“Saya merasa sangat emosional dan sampai sekarang saya masih tidak menyangka jika Mary pergi meninggalkan dunia ini begitu cepat dan saya tidak akan pernah melihatnya lagi,” kata Ighalo dikutip dari lama Daily Mail.

Hubungan Ighalo dengan Mary memang sangat dekat. Fotonya dengan Mary ia pakai sebagai foto profil Instagram pribadinya. Tidak hanya itu, ia juga menuliskan 12-12-19 yang merupakan tanggal kematian sang kakak dengan disertai simbol hati yang retak tanda betapa sedihnya Ighalo kehilangan orang yang paling dia sayang.

“Meski dia kakak perempuan saya, Mary itu adalah ibu bagi kita semua. Bahkan ketika aku masih muda dia akan menjagaku. Dia mencoba membuat semuua orang bahagia, dan memastikan semua orang baik-baik saja.”

“Kadang-kadang saya merasakan sakit yang sangat luar biasa dalam hati saya ketika saya sendirian dan teringan kakak. Kembaran kakakku, Akhere, akan menelepon saya, menangis, dan mengatakan dia rindu Mary, dan kadang-kadang ketika aku sendirian, aku juga menangis. Kehilangan yang sangat menyakitkan tetapi saya berusaha untuk menjadi kuat sebagai seorang pria,” tuturnya menambahkan.

Wajar jika Ighalo begitu sedih mengingat kepergian Mary sangat mendadak. Saat itu, Mary sedang menyiapkan anak-anaknya untuk sekolah ketika dia pingsan. Ia kemudian meninggal dunia sebelum anak-anaknya bisa memanggil ambulans.

Mary sebenarnya bisa saja melihat Ighalo berseragam merah lebih cepat. Sejak ia masih membela Watford, kakaknya sudah mendoakan Ighalo untuk bisa bermain bagi Setan Merah. Doanya nyaris terkabul ketika Louis van Gaal dikabarkan sempat tertarik kepadanya pada musim 2015/2016 lalu. Kurangnya produktivitas di lini depan membuat LVG menginginkan satu nama anyar di lini depan timnya. Akan tetapi, Ighalo tidak mau melepas pemain andalannya tersebut. Doanya baru dikabulkan justru ketika kakaknya sudah meninggal dunia.

“Bagian menyakitkan adalah dia tidak bisa melihat saya ketika saya sekarang sudah menandatangani kontrak untuk Setan Merah. Namun, saya tahu kalau di ada di sana (surga) untuk mengawasi saya. Itulah sebabnya saya bermain dengan namanya di sepatu saya dan saya juga menulis namanya di baju untuk menunjukkan kalau dia selalu bersama saya.”

“Itu berarti dia bisa merasakan kalau saya bermain di Old Trafford, merasakan mimpi yang kita semua doakan, meskipun dia sudah tidak di sini untuk melihatnya. Dia akan berada di kaki saya, membantuku di atas lapangan. Setiap gol yang saya cetak hingga karier saya selesai, akan saya dideikasikan untuk Tuhan dan kepadanya,” ujar Ighalo.

Ia nyaris mendapatkan gol impiannya pada laga melawan Chelsea sehingga perayaan penghormatan untuk kakaknya sedikit tertunda. Namun, Ighalo tidak perlu khawatir karena masih banyak laga yang bisa ia mainkan. Apalagi jika United bisa melangkah jauh di Piala FA dan Europa League, kesempatan untuk mencetak gol menjadi lebih banyak lagi.

Yang paling dekat, ia bisa melakukannya ke gawang Club Brugge pada Jumat dini hari nanti. Pada laga tersebut, besar kemungkinan ia akan bermain sebagai starter. Jika bermain baik, maka tidak tertutup kemungkinan ia akan kembali dimainkan ketika melawan mantan klubnya yaitu Watford pada pekan ke-27 Premier League akhir pekan mendatang.

Comments

Loading...