OUR NETWORK

Menerka Teka-teki Masa Depan Rooney

Penutupan bursa transfer musim dingin 2017 di kompetisi sepakbola Eropa, ternyata tidak otomatis menutup kemungkinan masa depan Rooney, untuk hengkang dari Old Trafford. Hingga saat ini, setelah hampir sebulan berlalu, rumor soal kepindahan penyerang berusia 31 tahun ini masih saja terus berhembus kencang. Beberapa kesebelasan peserta Liga Super China juga tetap dikait-kaitkan dengan rencana kepindahan Rooney. Padahal, sudah sejak akhir tahun 2016 lalu gonjang-ganjing itu beredar di media Britania Raya, membuat teka-teki masa depannya semakin sulit dibaca.

Kabar paling terbaru, surat kabar Daily Telegraph baru-baru ini melaporkan bahwa Rooney masih berpotensi untuk hijrah ke negeri Tiongkok, menyusul sejumlah pemain bintang kesebelasan Eropa seperti Oscar dan John Obi Mikel dari Chelsea, serta mantan bomber Manchester United dan Manchester City, Carlos Tevez, yang sudah lebih dulu hengkah ke sana sejak tahun lalu. Menurutnya, kemungkinan Rooney pindah ke Liga Super China masih terbuka hingga akhir bulan Februari ini, sebelum bursa transfer kompetisi di Negeri Tirai Bambu itu ditutup pada tanggal 28 Februari 2017 mendatang.

Sejauh ini, pemain yang baru saja mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah United itu memang sudah beberapa kali dikabarkan menerima tawaran dari sejumlah klub China. Bahkan, dia juga ditawari dengan gaji mewah bernilai selangit, agar tertarik pindah ke liga di negara Asia tersebut.

Seperti pernah dilansir Mirror beberapa waktu lalu, dua klub Liga Super China, Guangzhou Evergrande yang merupakan klub terkaya di China saat ini, serta klub raksasa Beijing Guoan sudah jelas-jelas menunjukkan ketertarikan mereka untuk mendapatkan tenaga Rooney.

Bahkan, sejak Oktober 2016, tawaran gaji sebesar 500 ribu paun per pekan, yang setara dengan Rp 8 miliar, sudah dilayangkan ke pihak Rooney. Namun, saat itu sang kapten dengan tegas menolaknya. Namun, Guangzhou Evergrande tak mau menyerah. Setelah pesaingnya, Shanghai Shenhua berhasil meminang Tevez dengan iming-iming gaji senilai 615 ribu paun (Rp 9,9 miliar) per pekan, tawaran untuk Rooney pun langsung dinaikkan. Klub kaya tersebut memang tidak main-main, karena mereka berani menawarkan gaji besar berjumlah 700 ribu paun (Rp 11,2 miliar) per pekan, dilansir Mirror.

Kali ini, seperti dilaporkan Metro, giliran Beijing Guoan mencoba kembali merayu Rooney. Meski tak lebih besar, namun tawaran gaji senilai 32 juta paun per tahun tetap saja benar-benar menggoda. Nilai tersebut sama dengan yang diterima Tevez per pekan saat ini, yakni sekitar 615 ribu paun per pekan. Bandingkan dengan gajinya bersama United, yang hanya sebesar 260 ribu paun (Rp 4,2 miliar) per pekan. Nilai itu lebih dua kali lipat dari gajinya saat ini. Wajar saja, jika sang istri, Coleen Rooney juga mendukung dirinya pindah ke China, seperti dilansir Daily Star beberapa waktu lalu.

Kondisi ini memang bukan tidak mungkin akan mengubah pendirian pemain kelahiran Croxteth, 24 Oktober 1985 itu. Apalagi posisi Rooney sekarang di tim utama The Red Devils juga tak lagi sepenting selama 12 musim ini. Pelatih Jose Mourinho lebih percaya kepada bomber anyar Zlatan Ibrahimovic sebagai ujung tombak tim di lini depan. Sedangkan Rooney, harus bersaing dengan para striker muda seperti Anthony Martial atau Marcus Rashford. Bayangkan saja dalam 10 pertandingan terakhir yang dijalani tim Setan Merah di semua kompetisi, dia hanya sekali diturunkan penuh selama 90 menit.

Tak hanya itu, Rooney pun hanya enam kali diturunkan sepanjang periode itu, dan bahkan hanya dua kali menjadi starter. Sementara, jika melihat kiprahnya di Premier League Inggris musim 2016/2017 ini, Rooney hanya 17 kali dimainkan hingga pekan ke-25. Pada awal-awal musim, dia memang masih sempat mendapat kepercayaan dari Mourinho dengan diturunkan dalam starting line-up. Namun, sejak terakhir dalam laga pada 17 Desember 2016 lalu, Rooney sudah tak pernah lagi tampil sebagai starter. Total hanya delapan kali saja dia diturunkan sejak menit pertama di liga domestik sejauh ini.

Tak heran jika masa depan Rooney masih penuh tanda tanya meski kontraknya masih berlaku hingga Juni 2019. Apalagi, Mourinho sempat menyebut akan merelakan Rooney jika memang ingin pindah ke China, seperti dilansir Soccerway Januari 2017 lalu. Tak salah juga jika legenda hidup United Bryan Robson menyebut sang bintang sudah tidak lagi diapresiasi oleh timnya sendiri.

“Untuk bisa seperti Wayne yang memecahkan rekor di level internasional dan dengan United, Anda harus punya talenta spesial. Saya merasa orang tidak menempatkannya sebagai pemain hebat di United,” sebut Robson.

Comments