OUR NETWORK

Ryan Giggs dan Tugas Negara yang Menanti

Mimpi timnas Wales untuk berlaga di Piala DUnia 2018 pupus setelah kalah 0-1 dari Republik Irlandia. Gol tunggal James McClean yang mengubur ambisi skuat asuhan Chris Coleman itu untuk lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Pasalnya, Wales terpaksa harus puas dengan finish di poisisi ketiga klasemen akhir Grup D.

Sementara Republik Irlandia sendiri berhak atas tiket play-off setelah berhasil meraih kemenangan tersebut, karena berada di posisi kedua dengan 19 poin, unggul dua angka dari Wales. Sedangkan pemuncak klasemen Grup D diraih Serbia yang mengalahkan Georgia di laga lainnya dan mengoleksi 21 poin, sehingga bisa langsung lolos ke Rusia.

Kegagalan Wales ini sempat disebut-sebut karena absennya pemain andalan mereka, Gareth Bale karena cedera. Padahal, tim berjuluk The Dragons tersebut hanya butuh hasil seri untuk mengamankan tiket play-off ke Piala Dunia 2018 mendatang.

Kondisinya sekarang, Piala Dunia 2018 pun sudah dipastikan tanpa kehadiran Bale dan Wales. Kabar lainnya, kursi sang pelatih, Coleman pun mulai digoyang. Menariknya, meskipun belum dipastikan apakah manajer muda yang masih berusia 47 tahun itu benar-benar mundur atau diberhentikan dari jabatannya, namun saat ini sudah mulai muncul nama calon penggantinya.

Salah seorang bintang legendaris Manchester United, Ryan Giggs digadang-gadang sebagai calon pengganti Coleman untuk membesut skuat Wales. Dia sendiri diklaim sebagai sosok paling tepat untuk periode selanjutnya.

Giggs sendiri, yang kini berusia 43 tahun, memang belum memiliki pengalaman sebagai manajer tim, meskipun dia sempat memegang tampuk kepelatihan United di penghujung karirnya jelang akhir musim 2013/2014 lalu, ketika pelatihnya waktu itu David Moyes dipecat. Ketika itu, mantan kapten tim nasional Wales tersebut ditunjuk sebagai manajer interim dengan status pemain-pelatih, dan menangani tim Setan Merah dalam empat pertandingan dengan hasil dua kemenangan, serta sekali imbang dan sekali kalah. Musim berikutnya setelah pensiun, dia sempat jadi asisten pelatih United.

Winger kiri yang hanya membela The Red Devils sepanjang 24 tahun karirnya di level klub itu pun mengemban pekerjaan tersebut selama dua musim, di era manajer Louis Van Gaal. Ketika pelatih asal Belanda itu berhenti jelang musim 2016/2017, Giggs pun digadang-gadang sebagai suksesornya.

Namun, manajemen United ternyata lebih memilih Jose Mourinho sebagai pelatih, yang hingga saat ini masih bertahan di jabat tersebut. Sementara Giggs memperdalam ilmunya di dunia kepelatihan, meski beberapa waktu lalu mengakui bahwa dirinya sudah siap untuk memulai karir sebagai pelatih.

Namun, saat itu Giggs baru berpikir untuk membesut klub di level yang lebih rendah. “Jika klub yang tepat dan presiden yang tepat datang, saya akan siap. Saya lebih memilih melatih tim League One (level ketiga) atau Championship League (level kedua) yang pantas, yang memiliki ide serta aspirasi yang tepat, dari pada tim Premier League Inggris yang tidak memiliki hal tersebut,” ungkapnya pada April 2017 lalu, seperti dikutip dari Daily Mail. Pada waktu yang hampir bersamaan, salah satu klub kontestan Premier League, Swansea City sempat mencoba mendekati, namun Giggs menolaknya.

Lalu, apakah Giggs benar-benar akan ditunjuk menangani tim nasional Wales? Sesuatu yang pernah diimpikannya, termasuk melatih United suatu saat nanti. Menariknya lagi, Coleman pun sudah mulai mengindikasikan untuk meletakkan jabatan yang dipegangnya sejak 2012 itu, dan akan segera bicara dengan pihak federasi.

“Ada kesempatan yang saya bisa dan kesempatan yang saya tak bisa. Saya tak bisa memberi jawaban saat ini. Ini bukan soal kontrak baru. FAW [Federasi sepakbola Wales] punya hubungan yang baik dengan saya,” ungkapnya belum lama ini, seperti dilansir Goal Internasional.

“Saya meminta mereka untuk membiarkan saya sendiri karena kontrak saya sedang berjalan. Saya ingin berkonsentrasi terhadap hasil. Akan ada pembicaraan pada saatnya dan kontrak saya sampai musim panas. Sekarang, saya berpikir mengenai pengalaman. Saya akan kembali ke keluarga saya dan beristirahat sejenak,” pungkas Coleman yang juga pernah melatih beberapa klub tersebut, di antaranya Fulham di Inggris dan Real Sociedad di Spanyol.

Namun, selain Giggs, juga ada kandidat lain yang diklaim media, termasuk Mark Hughes dari Stoke City dan bos Portsmouth Kenny Jackett.

Comments