OUR NETWORK

Ketika Louis van Gaal Menyebut Permainan United Membosankan

Manchester United terpaksa menelan kekalahan perdananya di kandang; sekaligus kekalahan ketiga di Premier League 2017/2018, setelah ditaklukkan tim tamu yang juga rival sekota, Manchester City dalam laga Derby Manchester pada pekan ke-16, Senin (11/12/2017) dini hari WIB. Dalam laga yang digelar di Old Trafford itu, pasukan Jose Mourinho harus mengakui keunggulan sang lawan dengan skor 1-2, setelah bermain imbang 1-1 di babak pertama. Kekalahan ini pun sekaligus juga mengakhiri rekor tidak terkalahkan dalam 40 laga kandang yang merupakan catatan terbaik dalam sejarah klub.

Selain itu, Mourinho juga mencatatkan rekor buruk dengan selalu kalah dalam Derby Manchester di Old Trafford, setelah musim lalu juga takluk di tangan tim tamu dalam derby perdananya di musim debut bersama United. Hal yang paling menyakitkan tentu saja fakta bahwa The Red Devils semakin jauh tertinggal oleh City dalam perebutan gelar juara liga domestik musim ini; di mana sekarang sang musuh masih memimpin klasemen sementara dengan 46 poin, meninggal United di posisi kedua dengan jarak 11 poin. Tidak heran jika kritikan pun kembali mengalir pada Mourinho dan timnya.

Terbaru, eks manajer United periode 2014-2016, Louis Van Gaal menyebut tim Setan Merah lebih membosankan di bawah komando Mourinho dibanding saat masih dilatih dirinya. Dia juga mengaku lebih suka menyaksikan permainan City daripada mantan klubnya itu saat ini. Menurutnya, pelatih berkebangsaan Portugal itu sering menerapkan strategi bertahan ketika menjalani laga-laga besar.

Sebenarnya, Van Gaal sendiri juga pernah dikritik karena gaya bermain negatif yang dipakainya saat menukangi United. Namun, dia menegaskan bahwa metode Mourinho jauh lebih membosankan.

“Jika Anda bertanya pada saya bagaimana saya di United, saya akan mengatakan itu tahun terbaik saya, mengingat kondisi yang saya hadapi. Kami bermain sepakbola cukup baik. Tapi bukan hal yang dihargai di Inggris. Namun saat ini melihat United, saya harus menyimpulkan Mourinho tidak dikritik saat permainan sepakbolanya jauh lebih membosankan. Apa yang United tampilkan saat ini adalah sepakbola bertahan. Saya selalu bermain menyerang. Buktinya lawan selalu parkir bus. Mereka tidak melakukan itu sekarang karena Mourinho bermain sangat defensif,” ungkap Van Gaal dilansir Goal.

Di balik kritikan tersebut, sebenarnya hubungan Van Gaal dan Mourinho sendiri sepertinya berada dalam kondisi yang cukup buruk belakangan ini. Sebelumnya, pada era 1990-an, keduanya pernah bekerja sama saat pelatih berkebangsaan Belanda tersebut masih membesut klub La Liga Spanyol Barcelona periode 1997-2000, di mana Mourinho yang datang setahun lebih awal menjabat asisten pelatih. Seperti diketahui, Van Gaal merupakan salah seorang sosok yang cukup banyak mengajari Mourinho untuk menjadi manajer terbaik saat ini, selain Bobby Robson yang membuka jalannya.

Dikutip dari laman profil Mourinho di Wikipedia, dia belajar banyak dari gaya melatih Van Gaal yang teliti. Sosok pria 66 tahun itu pula yang melihat sang asisten punya bakat besar untuk menjadi lebih dari sekadar asisten pelatih. Van Gaal membiarkan Mourinho mengembangkan gaya pelatihannya sendiri dengan bebas, dan memberinya kepercayaan memimpin tim Barcelona B saat itu. Bahkan, dia juga pernah memberi kesempatan pada ‘anak buahnya’ itu untuk memimpin tim utama, di mana dirinya sendiri jadi ‘asisten’ Mourinho dalam ajang Copa Catalunya yang dimenangkan pada 2000.

Namun, pada musim terakhirnya di Old Trafford pada 2015/2016, tiba-tiba saja Mourinho datang menjadi ‘perusak’ kariernya. Seperti diungkapnya pada Oktober 2017, Van Gaal menyebut manajer berusia 54 tahun itu sebagai salah satu faktor di balik pemecatannya oleh manajemen United pada akhir musim 2015/2016. Kabar mengenai pemecatannya itu bahkan sudah mulai berhembus sejak Desember 2015, tak lama setelah Mourinho didepak dari kursi kepelatihannya di Chelsea. Makanya, Van Gaal menuduh United mendekati Mourinho jauh-jauh hari sebelum dia benar-benar dipecat.

“Bagaiamana saya mencurigainya, cara transfernya sebagai manajer ke United saja berjalan tidak elegan sama sekali, yang kemudian mengantar saya pada pemecatan,” ungkap Van Gaal ketika itu dikutip dari Sky Sports. Sang manajer yang hanya mampu mempersembahkan satu trofi Piala FA 2015/2016 dalam dua musim kariernya di Old Trafford itu juga menilai kepribadian Mourinho.

“Pada dasarnya, dia bukan sosok yang buruk. Dia bisa bersimpati, dan dia seperti itu saat masih jadi asisten saya di masa lalu. Namun sering kali dia kehilangan kendali akan dirinya,” pungkas Van Gaal. Tetapi, mudah-mudahan saja kritikannya kepada ‘sang mantan’ pada musim ini bukan karena sakit hati.

Comments

Loading...