OUR NETWORK

Kegagalan Berikutnya Cameron Borthwick-Jackson Sebagai Pemain Pinjaman

Manchester United kembali mengambil keputusan untuk membawa pulang pemainnya dari masa peminjaman di klub lain. Setelah sebelumnya mereka memanggil pulang Ethan Hamilton, kini mereka memutuskan memulangkan Cameron Borthwick-Jackson. Sama seperti Hamilton, Jackson tampaknya akan kembali dipinjamkan ke klub lain alih-alih tenaganya dipakai untuk tim utama.

Pasalnya, ia pulang ke Manchester dengan membawa bekal yang kurang bagus selama menjalani pinjaman di Tranmere Rovers. Bek kiri yang diorbitkan oleh Louis van Gaal tersebut hanya bermain enam kali sepanjang musim 2019/2020 dengan rincian tiga kali main di League One, dua di EFL Trophy, dan satu kali ketika mereka menang melawan Wycombe pada laga ulangan babak pertama Piala FA.

“Cameron Borthwick-Jackson hari ini (Kamis, 9 Januari) ditarik dari masa pinjamannya oleh Manchester United. Kami berterima kasih kepada Cameron atas semua usahanya selama berada di klub dan doa kami semoga beruntung di masa depan,” ucap Tranmere dalam akun Twitter resmi klub.

Jika melihat dari statistik laga yang dimainkan, maka hal itu jelas kurang memuaskan mengingat Tranmere Rovers adalah kesebelasan yang bermain di League One alias divisi tiga sepakbola Inggris. Sangat aneh mengingat Jackson sudah punya bekal bermain di Premier League dan Liga Champions namun tidak bisa menjadi andalan untuk klub divisi tiga yang menempati posisi dua terbawah.

“Saya hanya berasumsi kalau dipanggilnya Jackson karena kurangnya menit bermain. Saya berharap bahwa seorang pemain yang tidak bisa menembus skuat inti klub sekelas Tranmere Rovers untuk tidak bermain di tim utama United dalam kapasitas apa pun,” kata Michael Tunstall, salah satu jurnalis yang juga penggemar Setan Merah.

Tranmere menjadi klub keempat yang menjadi destinasi Jackson untuk belajar. Namun dari keempat tim tersebut, hanya satu kesebelasan saja dimana ia bermain bagus yaitu saat memperkuat Scunthorpe United. Ketika itu, ia bermain 33 kali sepanjang musim kompetisi League One 2018/2019.

Akan tetapi, ketika masa peminjaman sudah berjalan bagus dan coba kembali dikembangan dengan bermain untuk Tranmere, ia kembali gagal memberikan perkenalan yang bagus bersama The Whites.

Masalah Sikap dan Motivasi

Menit bermain yang kurang menjadi alasan United memanggil kembali Borthwick-Jackson. Namun belum ada alasan yang valid mengapa Jackson tidak bisa menjadi pemain inti untuk kesebelasan sekelas Tranmere. Ia juga tidak pernah mengalami cedera jika berkaca dari data yang ada di transfermarkt.

Namun usut punya usut, attitude menjadi pengganjal mengapa manajer Micky Mellon enggan memainkan Jackson sebagai pemain utama. Oleh para suporternya, pemain berusia 22 tahun ini dianggap tidak pernah serius dalam menjalani masa peminjamannya.

Perihal sikap dan motivasi yang bermasalah sebenarnya bukan hal baru dalam karier pemain asli Manchester ini. Jauh sebelum ia bermain untuk Tranmere, ia beberapa kali bermasalah di beberapa klub sehingga peminjamannya kadang tidak pernah berjalan tuntas.

Sebelum bermain untuk Tranmere, ia sempat menjalani trial beberapa hari bersama klub Eredivisie Belanda, Heerenveen. Akan tetapi, pihak klub tidak memberikan kontrak dikarenakan si pemain tampak tidak terlalu memberikan usaha yang cukup untuk menarik hati mereka.

Begitu juga ketika ia bermain untuk Leeds United pada 2017/2018. Salah satu penggemarnya menilai kalau Jackson tidak pernah tertarik menjalankan masa peminjamannya di Elland Road. Hal ini yang membuat ia hanya mendapat jatah bermain enam kali saja sebelum peminjamannya dibatalkan pada bulan Januari 2018.

Ketika pertama kali menjadi pemain pinjaman di Wolverhampton pada 2016, Jackson juga gagal mengambil hati manajernya saat itu, Paul Lambert. Mantan manajer Norwich City ini tidak suka gaya mainnya yang cenderung lambat dan hanya menjadikannya pemain cadangan. Ia pun tidak terima dengan alasan tersebut dan United memanggil pulang dirinya. Jackson kemudian menghabiskan sisa musim 2016/2017 saat itu dengan menjadi pemain U-23.

Peluang Kecil di Sektor Bek Kiri

Pada November lalu, Manchester Evening News memberi nilai 0 dari skala 10 tentang peluang kembalinya Jackson ke skuat utama Setan Merah. Selain penampilannya yang tidak menjanjikan meski sudah empat kali dipinjamkan ke sana-sini, sektor bek kiri United juga bisa dibilang menutup peluangnya untuk menjadi pemain utama.

Status pemain utama United di sektor bek kiri saat ini dipegang oleh Luke Shaw. Seandainya mantan pemain Southampton ini absen, maka tugas menjaga sektor ini diberikan kepada Brandon Williams atau Ashley Young. Mengingat nama terakhir kemungkinan akan hengkang, maka Brandon menjadi satu-satunya pelapis Shaw mengingat penampilannya cukup menjanjikan sejauh ini.

Saat masih menjadi kepala tim akademi, Nicky Butt pernah mengungkapkan kalau pemain yang sudah berusia 20 atau 21 tahun namun tidak berada di tim utama, maka dia harus mencari klub untuk bisa membantunya berkembang. Jika ia hanya mandek di tim cadangan saja, maka hal itu tidak akan membuatnya berkembang. Inilah yang kemudian membuat Butt mengubah beberapa regulasi dengan menjadikan tim U-23 saat itu lebih banyak diisi pemain di bawah usia 20 tahun.

Tentu sangat disayangkan jika Jackson hanya menjadi pemain U-23 atau pilihan ketiga di sektor bek kiri mengingat ia punya talenta untuk menjadi pemain inti di klub mana pun. Akan tetapi, sikap dan kurangnya motivasi dalam diri Jackson membuat perkembangan kariernya menjadi terhambat.

Besar kemungkinan ia akan kembali dipinjamkan pada sisa musim ini dan tidak tertutup juga peluang untuk dijual pada akhir musim 2020 nanti saat kontraknya sudah kadaluarsa.

Comments

Loading...