in

Kanker yang Membuat Semangat Liam Miller Terhenti Sementara

Manchester United

Kabar kurang mengenakkan datang dari mantan pemain Manchester United, Liam Miller. Pemain asal Skotlandia ini didiagnosis mengidap kanker. Belum diketahui kanker jenis apa yang diderita Miller. Namun yang pasti berita ini begitu mengejutkan mengingat pemain berusia 36 tahun ini masih aktif bermain.

Pundit BBC, Tam McManus menjadi orang yang melaporkan kondisi Miller. Dalam akun twitternya, mantan pemain Hibernian ini menyebut bahwa Miller akan berada di Amerika Serikat sebelum menjalani kemoterapi. Tam juga memberikan tagar yang mengindikasikan kekecewaannya terhadap penyakit yang diderita Miller.

“Kabar buruk tentang Liam Milller. Tetap silangkan jari kita agar dia berhasil melewatinya. Dia berada di Amerika Serikat untuk melakukan perawatan bulan ini dan terbang kembali esok hari untuk memulai kemoterapi di sini. Dia masih melawannya. Doa untuknya pada malam mini,” begitu tertulis dalam akun twitter @The_Tman10.

Selain Tam, tercatat beberapa pemain sepak bola baik yang sudah aktif maupun yang sudah pensiun memberikan simpatinya kepada Miller. Nama-nama macam Charlie Adam, Noel Hunt, Ian Harte, serta mantan striker Blackburn Rovers, Chris Sutton memberikan doanya kepada Miller. Begitu juga dengan mantan pemain Manchester United, Danny Higginbotham.

“Jika benar maka sangat menyedihkan dengan kabar yang menimpa salah satu rekan setim saya Liam Miller. Saya memikirkan keadaan dia dan keluarganya dalam masa-masa sulit ini,” ujarnya.

Berbicara karir sepakbolanya, nama Miller memang kurang bersinar ketika memperkuat Manchester United. Akan tetapi dia adalah salah satu pemain yang masuk dalam proyek jangka panjang milik Sir Alex Ferguson pada musim 2004/2005.

Bersama Gabriel Heinze, Cristiano Ronaldo, dan Wayne Rooney, Miller disebut-sebut sebagai penerus Roy Keane di lini tengah Setan Merah. Kehadirannya bahkan membuat Fergie berani mendepak Nicky Butt yang sebenarnya lebih berpengalaman ketimbang Miller.

Pemain kelahiran Cork ini bergabung pada 1 Juli 2004 setelah kontraknya habis bersama Celtic. Ia bahkan langsung diberikan debut pada babak kualifikas Liga Champions menghadapi Dinamo Bucuresti. Empat tahun setelahnya, ia diturunkan sebagai pemain pengganti ketika United takluk dari Chelsea pada pekan pertama.

Gol pertama yang dibuat Miller terjadi babak ketiga Piala Liga ketika melawan Crewe Alexandra. Ia memanfaatkan umpan dari David Bellion dalam kemenangan 3-0 United atas Crew. Pada musim pertamanya, Mille bahkan turun sebanyak 19 kali. Jumlah yang cukup untuk pemain muda yang datang dari Liga yang berbeda.

Sayangnya musim berikutnya tidak sesuai dengan rencana Miller. Ia hanya tiga kali turun dan tidak bisa mengulangi penampilan apiknya seperti dalam beberapa laga pada musim sebelumnya. Ia kemudian hijrah ke Leeds United dan mendapatkan menit bermain yang layak di Elland Road.

Fergie kemudian merasa bahwa Miller tidak bisa masuk dalam rencananya pada musim 2006/2007. Mereka bahkan berhasil mendapat pengganti Roy Keane dalam diri Michael Carrick. Miller kemudian dijual ke Sunderland dan  memperkuat The Black Cats hingga 2009 sebelum hijrah ke QPR.

Sempat memperkuat Hibernian, pemilik 21 penampilan timnas Irlandia ini memilih Australia sebagai tempat melanjutkan karir. Ia memperkuat Perth Glory dan membawa tim ini finis di posisi tiga pada musim pertamanya dan bermain di Australia Barat selama dua musim.

Puas bersama Perth Glory, Miller kemudian hijrah ke Queensland dan memperkuat Brisbane Roar selama satu musim. Di klub berjuluk The Roar inilah Miller merasakan nikmatnya menjuarai liga pada musim 2013/2014. Duetnya bersama Jacob Burns saat itu disebut-sebut sebagai duo gelandang terbaik yang pernah dimiliki Brisbane Roar.

Sempat memperkuat klub Irlandia, Cork City, Miller saat ini tercatat sebagai pemain divisi ketiga liga sepak bola Amerika bersama Wilmington Hammerheads sebelum didiagnosis mengidap kanker yang untuk sementara membuatnya berhenti dari dunia Kulit Bundar.

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola