OUR NETWORK

Jose Mourinho Beserta Berita Sampah yang Menyelimutinya

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, menolak laporan yang menyebut jika ia mengalami keretakan hubungan dengan sang pemilik klub. Mou lalu menimpanya dengan pernyataan bahwa sebenarnya sang pemilik merasa senang dengan semua pekerjaan yang ia lakukan di Old Trafford.

José Mourinho menanggapi spekulasi yang menyebut bahwa ia tidak senang berada di Manchester United, namun ia sontak bersikeras jika sebenarnya dirinya akan berada di klub untuk musim depan dan berharap bisa memperpanjang masa jabatannya melampaui durasi tiga tahun. Menanggapi hal itu, Mourinho menyinggung para awak media dengan pesona dan sikapnya yang menyindir pada konferensi pers baru-baru ini, dengan menggambarkan bahwa laporan tentang keretakannya dengan pemilik klub sebagai “berita sampah”.

“Saya tidak dapat menemukan kata yang lebih baik daripada sampah untuk menentukan kategori laporan berita baru-baru ini,” tandas Mourinho pasca pertandingan Piala FA di kandang Derby Country.

“Jika Anda ingin bertanya langsung kepada saya, saya melihat diri saya musim depan di Manchester United masih cerah. Saya akan pergi saat klub ingin saya pergi. Saat ini saya sama sekali tidak berniat pergi. Saya ingin tinggal, saya tidak melihat alasan untuk tidak tinggal. Saya masih punya kontrak, sebenarnya saya hanya di tengah kontrak saya, tapi tidak dalam beberapa bulan terakhir. Keinginan saya adalah bertahan sampai dewan direksi dan pemiliknya sudah tidak senang dengan pekerjaan saya.”

“Hal terburuk tentang berita sampah adalah keraguan terhadap profesionalisme saya, dan itu mempengaruhi saya karena itu adalah sesuatu yang tidak saya akui. Saya berharap pada akhir kontrak saya, dewan cukup senang dengan kontribusi saya agar saya tetap tinggal. Entah saya mendapatkan kontrak baru atau tidak, itu tergantung pada klub tapi komitmen saya total dan saya ingin tetap tinggal.”

Mourinho kemudian membantah teori bahwa bahasa tubuhnya terlambat memberi kesan terhadap seseorang yang kecewa dengan pekerjaannya. “Hanya karena saya tidak berperilaku seperti badut di belakang garis bukan berarti saya telah kehilangan gairah saya. Saya lebih suka berperilaku seperti versi saya yang lebih dewasa, itu lebih baik untuk diri saya dan tim. Anda tidak harus bersikap seperti orang gila untuk menjadi manajer yang baik, ini tidak semua tentang apa yang Anda lakukan di depan kamera,” ungkap Mourinho.

Mungkin, menyadari kebutuhan untuk berekspresi bisa meringankan suasana hati Mourinho setelah keluhan publik atas komentar Paul Scholes. Namun, Mourinho justru menanggapi dengan yakin bahwa ia bisa menunjukkan komitmen yang lebih besar kepada Manchester lebih dari apa yang telah menjadi kritik atas kinerjanya. Ia juga membeberkan penjelasannya mengapa selama ini ia hanya tinggal di hotel.

“Jika para penggemar menginginkan saya merasa nyaman, inilah cara saya merasa nyaman. Saya sangat malas, saya suka tinggal di hotel. Saya tidak ingin ada yang mengkhawatirkan saya, karena saya tidak tinggal di kamar seluas dua meter persegi,” pungkas eks manajer Real Madrid itu.

“Saya memiliki sebuah apartemen di dalam hotel di mana saya memiliki semua kenyamanan dan dukungan yang saya butuhkan. Jika saya berada di rumah yang tidak saya sukai, sepi dan jauh dari asisten saya, maka saya akan menjadi pria yang sedih dan orang-orang yang sedih tidak bekerja dengan baik.”

Mourinho menegaskan bahwa pada kenyataannya, ia terhubung secara emosional dengan United. Hal ini sama seperti yang ia rasakan ketika menangani klub-klub besar sebelumnya. Meskipun, perlu waktu yang panjang untuk merasakan kejayaan berbagai prestasi yang pernah ia raih sebelumnya.

 

Sumber: The Guardian

Comments

Loading...