OUR NETWORK

Ini Balasan Psywar dari Pelatih Ajax Amsterdam

Manajer Manchester United, Jose Mourinho tak boleh mengeluh mengenai sibuknya jadwal yang didapat United jelang final Europa League, hari Kamis dini hari (25/5) mendatang. Begitulah pernyataan dari manajer Ajax Amsterdam, Peter Bosz.

Pelatih berusia 53 tahun asal Belanda tersebut beralasan bahwa sebenarnya United memiliki kemampuan 2 tim dalam skuatnya musim ini. Sehingga tidak tepat jika mengatakan bahwa United tak mampu bermain di banyak laga musim ini.

“Jika saya melihat susunan pemain dan formasi tim (United) sepanjang musim, maka saya menyimpulkan bahwa mereka hampir bermain dengan dua tim yang berbeda. Satu untuk Europa League dan satu lagi untuk Liga Primer Inggris,” jelas Bosz.

Seperti kita tahu, sebelumnya Mou mengeluh dengan dua laga yang harus mereka jalani jelang final Europa League. Yaitu berhadapan dengan Southampton pada hari Rabu lalu dan Crystal Palace pada hari Minggu kemarin (21/5). Sehingga menyisakan tiga hari saja untuk istirahat bagi United.

Dibandingkan dengan Ajax yang punya lebih dari satu minggu sebelum final tersebut, di mana laga terakhir yang mereka jalani adalah pada tanggal 14 Mei lalu, setelah mengalahkan Willem II dengan skor 3-1.

Namun hal tersebut tetap tak mau dianggap oleh Bosz sebagai alasan untuk mengeluh.

“Jika susunan pemain yang akan dia gunakan di pertandingan Eropa akan diistirahatkan pada pertandingan Liga Primer, maka sama saja. United akan punya waktu istirahat yang cukup dan waktu persiapan yang sama dengan pemain-pemain saya. Ditambah rotasi pemain mereka yang banyak,” lanjut Bosz.

Sebagai informasi, pertandingan final Europa League nanti menjadi yang pertama sejak 21 tahun bagi Ajax Amsterdam. Mengenai pencapaian ini, Bosz mengatakan ini adalah kemenangan bagi sepakbola. Sehingga Bosz berharap tim mudanya berhasil membuat kecewa klub Liga Primer Inggris tersebut pada Rabu (24/5) nanti.

“Jika saya bilang bahwa ini akan menjadi pertandingan yang normal saja, orang-orang akan mentertawainya. Karena pertandingan nanti tidak akan menjadi pertandingan yang normal sama sekali,” terang Bosz.

Meski rata-rata umur skuat Ajax hanya 22 tahun, Bosz mengatakan tak akan gentar berhadapan dengan United. Ia berangkat dari pengalaman-pengalaman yang mereka punya di musim ini.

“Tapi anak-anak asuh saya, tak peduli seberapa muda mereka, tak akan takut sedikitpun.”

“Mereka telah memainkan laga-laga yang besar musim ini. Lihat saja pertandingan musim ini melawan Feyenoord. Lalu lihat jua apa yang kita lakukan saat melawan Schalke di babak 8 besar Europa League. (mencetak 2 gol dengan 10 pemain di leg kedua, dengan hasil akhir 4-3 secara agregat.).”

“Semua pengalaman tersebut kami bawa ketika bertanding di Stockholm nanti.” terang Bosz.

Tekanan Berada di Kubu United

Selang sehari setelah mengimbau Mou untuk tidak mengeluh. Bosz lalu melontarkan pernyataan lagi terhadap kubu United. Kali ini, manajer asal Belanda tersebut mengatakan bahwa United memiliki beban lebih besar dibanding Ajax jelang laga final Rabu nanti.

“Saya tidak merasakan tekanan sama sekali. Justru yang saya rasakan adalah peluang-peluang yang terbuka lebar dari adanya laga ini.”

“Jelas bahwa kedua tim adalah sama-sama tim besar di Eropa dengan sejarah yang besar juga. Mereka punya pengalaman yang lebih banyak dan uang yang banyak juga, tapi kita punya pemain-pemain yang fantastis,” ucap Bosz.

Lagi-lagi Bosz tak luput dari pertanyaan pers mengenai skuat muda mereka. Dimana dipertanyakan kesiapan atau ketangguhan mental dari pemain-pemain yang masih mudah ini menghadapi tekanan pertandingan besar Eropa.

“Ya mereka (skuat Ajax) memang masih muda. Dimana laga nanti adalah laga ke 19 di Eropa yang telah kita mainkan. Jadi kita harap mereka bisa memetik pengalaman berharga dari pertandingan-pertandingan sebelumnya di Eropa

“Saya hanya berpikiran maju ke depan. Cara bermain saya membutuhkan pemain-pemain kreatif yang tidak takut untuk bermain. Ketika kamu bermain di final, maka kamu kamu akan menginginkan untuk menang.”

“Jadi kami akan bermain dengan gaya sepakbola yang indah dan saya harap untuk menang,” tutup Bosz.

Ada benarnya apa yang dikatakan oleh Bosz bahwa ketika berada di final, usia tak selamanya menjadi faktor utama penentu. Lagipula laga final nanti menjadi laga ke 19 mereka di Eropa, tentu hal ini perlu menjadi kewasdapaan sendiri bagi United untuk tidak jumawa. Bagaimana menurut Anda?

Sumber : The Sun dan Skysport

Comments

Loading...