OUR NETWORK

Harga Rendah yang Membuat Robben Gagal Pindah

Setelah dua dekade berkarier sebagai pesepakbola profesional, Arjen Robben memutuskan untuk pensiun. Bayern Munich menjadi kesebelasan terakhir yang diperkuat pemain Belanda tersebut. Kepastian Robben gantung sepatu sebenarnya sudah diprediksi sejak akhir musim 2018/2019 lalu. Meski begitu, butuh waktu yang panjang baginya untuk membulatkan tekad untuk benar-benar berhenti dari lapangan hijau.

“Seperti yang semua orang tahu, saya mengambil waktu setelah pertandingan terakhir saya di Bayern Munich untuk membuat keputusan tentang masa depan saya. Dan sekarang saya telah memutuskan untuk mengakhiri karier saya sebagai pemain sepakbola profesional,” tutur Robben.

“Saya mengucapkan selamat tinggal setelah 96 pertandingan bersama timnas Belanda. Saya bisa ikut serta dalam enam turnamen besar dan dalam tahun-tahun terakhir saya, saya menjadi kapten tim. Saya tidak akan melupakan masa-masa itu.”

“Sekarang saatnya untuk melangkah ke bab berikutnya dan saya berharap bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama istri dan anak-anak saya dan menikmati semua hal baik yang ada di masa depan,” tuturnya menambahkan.

Sepanjang kariernya, Robben memperkuat lima kesebelasan di empat negara berbeda. Kariernya dimulai pada musim panas 2000 dengan membela Groningen. Dua musim berselang, ia hijrah ke PSV Eindhoven. Bakatnya kemudian tercium oleh Roman Abramovich dan bermain untuk Chelsea selama tiga musim sebelum kembali pindah klub ke Real Madrid.

Bayern Munich menjadi kesebelasan terlama dan terakhir yang diperkuat Robben. Bersama klub tersukses Jerman tersebut, ia membuat 144 gol dalam 309 pertandingan. Torehannya tersebut menghasilkan sembilan gelar Bundesliga dan satu gelar Liga Champions. Kecuali Groningen, seluruh klub yang pernah diperkuat Robben selalu menjadi juara liga.

Satu-satunya kekurangan Robben adalah gelar di level nasional. Ia sebenarnya punya kesempatan untuk membawa Belanda meraih gelar juara ketika berhasil melangkah ke final Piala Dunia 2010 andai tidak digagalkan Spanyol. Saat itu, Robben punya peluang untuk mencetak gol ketika berhadapan satu lawan satu dengan Iker Casillas. Sayang peluang tersebut luput menjadi gol. Empat tahun kemudian, Belanda ia bawa meraih peringkat ketiga di Brasil.

Selisih 11 Juta yang Krusial

Total Robben telah membuat 210 gol dalam kariernya. Perannya sebagai seorang inverted winger kerap membuat ketakutan lawan-lawannya. Manchester United adalah salah satu klub yang merasakan teror dari Robben. Tercatat ia dua kali pernah membobol gawang Setan Merah dan kedua-duanya ia lakukan saat berseragam Bayern Munich.

Yang pertama terjadi pada leg kedua perempat final Liga Champions 2009/10. Sepakan voli dari luar kotak penalti tidak bisa dijangkau oleh Edwin Van Der Sar. Gol ini membuat MU tersingkir karena kalah gol tandang meski di akhir pertandingan mereka menang 3-2.

Yang kedua terjadi pada 2013/2014. United asuhan David Moyes saat itu tertinggal 2-1 dan butuh gol penyeimbang untuk bisa membuka peluang mereka lolos. Akan tetapi, gol Robben pada menit ke-76 mengubur perlawanan United. Pada pertandingan tersebut, Robben membuat Patrice Evra kerepotan mengawal lini belakang Setan Merah.

Berbicara soal Robben dan Manchester United, si pemain sendiri sebenarnya nyaris berseragam Setan Merah. Kejadiannya pada Februari 2004 ketika Sir Alex Ferguson menghadiri pertandingan persahabatan antara Belanda melawan Amerika Serikat. Saat itu, Ferguson terkesima dengan penampilan Robben yang baru berusia 20 tahun.

Sejak kejadian itu, pihak klub kemudian memberikan kesempatan kepadanya untuk melakoni tur di Old Trafford dan sudah mengambil foto di pusat latihan United. Akan tetapi, Fergie kemudian berang ketika sebulan setelah kehadirannya di Amsterdam Arena tersebut, Chelsea mengumumkan perekrutan Robben senilai 18 juta Euro. Si pemain menilai United ragu-ragu dalam memberinya kontrak.

“Seandainya Manchester United menawarkan saya kesepakatan langsung setelah saya bertemu dengan mereka, maka saya akan langsung menandatanganinya di sana. Tapi itu tidak terjadi dan saya tidak menyesal (memilih Chelsea),” kata Robben.

“Saya punya percakapan yang bagus dengan Ferguson saat makan malam di Manchester. Saya sempat berkeliling tempat latihan mereka, tapi setelah itu tidak ada yang terjadi. Kontak nyata tidak dilakukan hingga kesepakatan tidak terjadi.”

Disinyalir, tawaran United yang terlalu rendah membuat pihak PSV akhirnya memilih memberikan Robben kepada Chelsea. Chairman PSV saat itu, Harry van Raaij mengungkapkan kalau United hanya memberikan tawaran senilai 7 juta Euro saja. Angka ini jelas jauh jika dibandingkan tawaran Chelsea yang selisih 11 juta Euro dari United.

“Di satu sisi, PSV juga bernegosiasi dengan Chelsea, mungkin mereka menawarkan uang yang lebih banyak kepada PSV ketimbang United? Saya tidak begitu tahu, namun yang pasti saya berbicara dengan pihak Chelsea dan saya suka dengan rencana mereka,” tuturnya.

Selama tahun 2004 hingga 2006, PSV meraih prestasi yang cukup mentereng di bawah arahan Guus Hiddink. Mereka beberapa kali menjadi juara Liga Belanda dan sempat mencicipi semifinal Liga Champions musim 2004/05. Hal ini yang membuat para pemain PSV kerap diburu oleh tim-tim besar. Sebut saja Arjen Robben, Andre Ooijer, Lee Young-Pyo, Alex, dan pemain yang kemudian membela United, Park Ji-Sung.

Comments