OUR NETWORK

Datang dan Beraksi ala Eric Bailly

Dalam kemenangan 2-0 Manchester United melawan Chelsea kemarin, terselip beberapa individu yang tampil apik dan menjadi faktor kunci dari keberhasilan United tersebut. Sebut saja Harry Maguire, Fred, Bruno Fernandes, hingga yang terakhir adalah Eric Bailly.

Nama terakhir benar-benar mencuri perhatian pendukung United. Ia langsung menunjukkan penampilan apik selama 90 menit dalam partai comeback setelah absen setengah tahun lebih karena menjalani serangkaian pemulihan cedera lutut yang ia terima pada pertandingan pra-musim melawan Tottenham Hotspur. Laga melawan Chelsea menjadi pertandingan kompetitif pertamanya sejak April 2019 yang saat itu juga melawan The Blues.

Tidak banyak oeang yang menyangka kalau Bailly akan langsung dimainkan sebagai starter pada pertandingan penting melawan sesama pemburu satu tiket otomatis ke Liga Champions. Cukup sulit tentunya bagi seorang pemain untuk bisa kembali masuk dalam skema permainan manajernya setelah nyaris tidak pernah bersentuhan dengan laga kompetitif nyaris satu tahun.

“Tidak mudah pastinya ketika Anda absen dalam waktu lama. Tapi itu akan terasa mudah apabila sering bermain. Saya telah memberi tahu manajer kalau saya ingin bermain karena saya telah bekerja keras dari cedera yang buruk,” kata Bailly kepada South China Morning Post.

“Saya sudah siap bermain dan sudah mengatakan kepada manajer. Saya butuh beberapa menit untuk menyesuaikan diri ketika pertandingan dimulai. Saya gugup setelah sekian lama absen tidak bermain bola karena setahun sebelumnya saya mengalami cedera waktu melawan Chelsea, namun situasi kemudian berjalan baik dan dukungan dari manajer dan rekan setim sangat penting bagi saya.”

Tidak mudah memang bagi Bailly untuk bisa kembali lagi ke atas lapangan. Satu-satunya pertandingan yang ia mainkan pada musim ini adalah laga Premier League 2 melawan Newcastle United. Saat itu, ia hanya bermain 61 menit dan laga tersebut berlangsung pada 10 Januari. Tandanya, ia butuh satu bulan lagi untuk menunggu kepastian untuk bermain pada laga kali ini.

“Eric (Bailly) siap bermain. Dia beberapa kali menendang pintu saya untuk meminta kesempatan main,” kata Ole.

Keputusan Ole memang berbau perjudian. Apalagi cedera yang Bailly alami adalah cedera lutut. Salah bergerak sedikit, potensi untuk kambuh akan muncul. Apalagi pertandingan ini berjalan dengan tensi yang tinggi sehingga butuh tenaga ekstra untuk mengatasinya. Namun, Ole tidak punya pilihan. Victor Lindelof sakit flu, Axel Tuanzebe cedera, Phil Jones bisa menjadi pilihan namun pilihan ini tidak akan disukai penggemar United. Slot yang tersisa hanya bisa terisi jika Bailly bermain dan pilihan itu yang kemudian ia ambil.

Pada awal-awal pertandingan, Bailly terlihat gugup. Ada satu momen ketika passing-nya berhasil dipotong dan situasi justru menjadi berbahaya bagi United pada saat itu. Namun, noda penggawa Pantai Gading berhenti sampai di situ. Pada menit-menit selanjutnya, penampilannya meningkat dan menampilkan tiga aksi apik yang menandakan kalau dia sudah siap untuk kembali bermain reguler.

Yang pertama sudah pasti aksi pada menit ke-37. Tekel Shaw membuat Michy Batshuayi memindahkan bola ke kaki sebelah kanan. Namun, Bailly mampu merebut bola dari kaki pemain aasal Belgia ini. Alih-alih membuang bola atau langsung melakukan passing, ia memilih untuk melakukan gerak memutar yang membuat Batshuayi bingung.

Aksi kedua adalah terjangannya kepada Mateo Kovacic. Penggawa asal Kroasia ini sudah berada di tempat yang tepat untuk melepaskan tembakan. Dengan timing yang bagus, Bailly langsung melepaskan tekel yang membuat Kovacic terjatuh dan sempat terpincang-pincang. Telat sepersekian detik, maka gol yang akan datang dan jalannya laga bisa menjadi berbeda.

Yang terakhir adalah perannya ketika United mendapatkan sepak pojok. Mengandalkan fisik kuat bagian atas khas negara-negara Afrika, Bailly bertingkah layaknya dinding demi memproteksi Harry Maguire yang siap melesat untuk menyundul bola kiriman dari sepak pojok. Skema ini membuahkan hasil pada gol kedua United yang dibuat Maguire.

Hal ini tentu menambah opsi taktik bagi Ole ketika menghadapi bola-bola mati ketimbang menggunakan Victor Lindelof yang masih begitu ringkih dalam hal fisik. Bukan tidak mungkin, skema ini bisa menjadi senjata rahasia Setan Merah dalam mencari gol. Kita belum lupa skema corner timnas Inggris pada Piala Dunia 2018 yang bekerja dengan baik.

“Dia fantastis. Bermain seperti singa. Bloknya kepada Mateo Kovacic sangat luar biasa. Eric adalah pemain top. Itu adalah laga pertamanya setelah melawan Chelsea pada bulan April. Dia adalah bek utama kami. Dia cepat, dan berani seperti singa. Ia bermain luar biasa untuk pertandingan pertama setelah pulih,” kata Solskjaer.

Sangat disayangkan memang pemain bagus seperti Eric Bailly harus lebih banyak istirahat karena cedera ketimbang bermain. 313 hari ia habiskan untuk pemulihan jika merujuk kepada catatan data Transfermarkt. Padahal, Bailly punya atribut komplet untuk menjadi bek tengah yang bagus. Ia punya ketenangan ketika menguasai bola, antisipasi duel udaranya juga baik, dan tidak takut untuk adu fisik dengan pemain lawan.

Sayangnya, laga melawan Chelsea kemarin baru menjadi laga ke-75 nya selama membela Manchester United sejak 2016. Faktor utama mengapa ia sering absen sudah pasti karena cederanya. Jika ia bisa konsisten maka bukan tidak mungkin jumlah penampilannya sudah lebih dari 100 laga dan sudah membentuk kemitraan dengan baik bersama Harry Maguire.

Beruntung, United masih percaya dengan dirinya ketimbang Marcos Rojo. Jika Rojo dipinjamkan, maka Bailly dipertahankan dan kontraknya diperpanjang hingga 2022. Kepada South China Morning Post, tambahan kontrak ini merupakan dukungan dan bukti kepercayaan klub kepada dirinya.

Bailly hanya tinggal membayar itu semua. Caranya sudah pasti dengan bermain baik dan konsisten. Penggemar United juga berharap hal yang sama mengingat usia dia masih muda yaitu 25 tahun sehingga ia masih punya waktu enam sampai tujuh tahun lagi sebelum digantikan pemain yang lebih muda.

Penggemar United juga tidak akan menolak jika posisi Lindelof diberikan kepada Bailly pada sisa musim ini, meski mereka juga akan dinaungi rasa kekhawatiran kalau Bailly bisa cedera lagi sewaktu-waktu, Jika sedang on fire, Bailly akan melibas lawan-lawannya dengan mudah. Namun, musim kompetisinya kerap terancam berakhir jika ia tiba-tiba menderita cedera. Hal ini yang harus dihindari jika ingin kariernya panjang di kota Manchester.

Comments

Loading...