in

Perayaan Gol di Old Trafford, Sesuatu yang Dilematis buat Chicharito

Manchester United akan menjalani laga perdananya di Premier League pada Minggu, 13 Agustus 2017 malam WIB mendatang. The Red Devils akan menjamu West Ham United. Meski bukan super big match, namun pertandingan ini sepertinya sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar United. Selain karena sudah tak sabar untuk menyaksikan langsung kekuatan baru tim asuhan Jose Mourinho di laga resmi domestik, fans tentunya juga ingin jadi saksi kembalinya sang mantan, Javier ‘Chicharito’ Hernandez, ke Old Trafford.

Seperti diketahui, bomber The Red Devils pada era manajer legendaris Sir Alex Ferguson itu memang kembali lagi berkarir di Inggris. Sebelumnya, Chicharito sempat bertualang bersama Bayer Leverkusen dalam dua musim terakhir usai ‘dibuang’ oleh Louis van Gaal pada musim panas 2015 silam.

Chicharito telah memilih West Ham sebagai pelabuhan berikutnya dalam karir sepakbola profesionalnya. Bukan bermaksud ingin membalas dendam karena pernah disia-siakan oleh United, namun dia memilih West Ham karena klub punya ambisi besar meraih hasil lebih baik di musim ini.

Bahkan, Chicharito pun mengatakan tak tahu apakah akan melakukan perayuaan gol jika sukses mencetak gol ke gawang United pada pertandingan nanti. Pemain berusia 29 tahun tersebut mengaku masih ragu untuk merayakan gol debutnya yang akan tercipta saat menghadapi mantan klubnya itu.

“Saya tidak tahu apakah saya akan melakukan perayaan gol apabila mencetak gol di Old Trafford. Itu adalah klub, fans dan stadion lama saya, tapi itu juga akan jadi gol perdana saya bagi West Ham,” ungkap Chicharito belum lama ini menanggapi laga kontra United nanti, seperti dilansir Sky Sports News.

Meski begitu, pemain andalan tim nasional Meksiko itu berjanji akan memberikan performa terbaik demi hasil maksimal untuk West Ham.

“Saya tak berpikir soal perayaan gol, saya hanya ingin mendapat kesempatan dan memberikan hasil baik bagi klub. Saya sangat senang dan bangga, ini cara terbaik untuk kembali dan mencetak gol di Old Trafford. Saya seorang Hammer, pemain West Ham, saya ingin melakukan hal lebih baik dibanding di United. Saya tak pernah menyesal pindah dari United. Saya punya pengalaman hebat di sana dan itu membantu saya untuk berpaling saat pergi,” ucapnya.

Sebelumnya, Chicharito juga terlihat sangat antusias ketika dia mengetahui bahwa tim Setan Merah akan jadi lawan perdana klub barunya di Premier League musim ini.

“Saya akan bertemu beberapa teman saya, dan saya akan kembali ke Old Trafford untuk memulai petualangan musim ini bersama tim baru saya. Pertandingan itu akan sangat penting dan saya akan sangat senang untuk berada di sana,” sebut penyerang kelahiran Guadalajara, Meksiko, 1 Juni 1988 tersebut sehari setelah dirinya resmi menandatangani kontrak bersama West Ham pada 24 Juli 2017, dilansir Goal Internasional.

Chicharito memang punya kenangan indah saat masih membela The Red Devils, terutama pada awal-awal karirnya di Theatre of Dreams. Dia sendiri direkrut oleh Sir Alex dari klub kota kelahirannya, Guadalajara pada 8 April 2010, meski transfernya baru diresmikan tiga bulan kemudian.

Meski bukan menjadi pilihan pertama, namun Chicharito tetap mendapat kesempatan bermain secara reguler setiap musim. Dia pun mampu membayar kepercayaan pelatih dengan performa terbaik. Setidaknya, lebih dari 10 gol per musim dari semua ajang selalu dipersembahkannya dalam tiga musim pertama.

Namun, ketika Sir Alex pensiun dan digantikan oleh David Moyes, Chicharito mulai terpinggirkan. Alhasil, performanya pun mulai menurun. Pada musim 2013/2014 itu, dia hanya mampu mencetak sembilan gol, karena sering baru diturunkan di ujung-ujung laga; 23 kali tampil sebagai pengganti dari 35 penampilan, seperti dikutip dari laman Transfermarkt.

Pada musim berikutnya, ketika Van Gaal datang ke Old Trafford, nasib Chicharito jauh lebih menyedihkan. Dia malah dipinjamkan ke Real Madrid, dengan opsi klub La Liga Spanyol itu bisa mempermanenkan statusnya di akhir musim.

Sayang, Madrid tak tertarik mengontraknya, meski dipercaya tampil dalam 33 laga dengan sembilan gol. Alhasil, Van Gaal pun menjual Chicharito ke Leverkusen. Di klub inilah dia kembali menemukan ketajaman. Dalam dua musim, pemilik 96 caps dan 48 gol bersama tim nasional Meksiko ini sukses membukukan 39 gol dalam 76 penampilan di semua ajang.

Catatan itulah yang membuat manajer West Ham Slaven Bilic berupaya keras untuk membujuknya agar bersedia masuk dalam timnya. Kini, Chicharito tentu saja ingin melupakan semua kenangan bersama United. Terbukti, dia lebih memilih nomor punggung ‘17’ ketimbang ‘14’ yang dulu sangat identik dengan dirinya selama di Old Trafford.

Facebook Comments
Loading...

Written by Ade Marza

Ade Marza

Penikmat kopi dan sepakbola.