OUR NETWORK

Ashley Young dan Kritikan Hanya Karena Sekotak Uno

Musim baru seharusnya memberikan optimisme tersendiri kepada para penggawa Manchester United. Sayangnya, mereka semua disambut dengah hujatan yang sangat keras.

***

Gong pembuka musim 2019/2020 sudah dimulai per 1 Juli. Manchester United sudah langsung mengadakan sesi latihan untuk menyambut pertandingan pra musim mereka yang akan dimulai pada 13 Juli menghadapi Perth Glory. Meski personel yang hadir belum lengkap, namun keputusan Solskjaer mempercepat sesi latihan menandakan keseriusan mereka untuk bangkit dari keterpurukan musim lalu.

Akan tetapi, para penggawa United justru mendapat sambutan yang kurang ramah dari para penggemarnya. Terlihat dari akun media sosial United yang berisi hujatan ketika mereka mengunggah beberapa foto para penggawa United yang sudah kembali ke pusat latihan Carrington.

Satu yang mencuri perhatian sudah pasti adalah kapten United, Ashley Young. Hanya karena dia membawa satu pak kartu permainan Uno, mantan pemain Aston Villa ini kembali menjadi sasaran kebencian para penggemar United. Hanya karena Uno, integritasnya sebagai pemain senior dipertanyakan.

“Kamu salah satu pemain senior yang ada di tim, dan salah satu kapten. Lalu Anda kembali bekerja dengan membawa satu pak kartu Uno sialan,” kata salah satu akun yang berkomentar di instagram si pemain @youngy_18.

Dalam unggahannya tersebut, Young menulis sebuah caption: “First Day Back” atau “Hari Pertama Kembali” jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Meski begitu, ungkapan tersebut dianggap sinis oleh penggemar United yang balik bertanya kepada Young, “Mungkinkah ini akan menjadi hari terakhirmu di klub?”

Tidak hanya fans di Inggris saja yang mengeluhkan sekotak Uno yang dibawa Young. Beberapa penggemar dari berbagai negara bahkan Indonesia pun juga tidak mau ketinggalan untuk ikut mengkritik.

Kritik hingga hujatan nampak tidak pernah berhenti mengarah kepada para penggawa United. Alasannya sederhana, mereka masih kecewa dengan performa tim musim lalu. Sempat menunjukkan penampilan yang gagah dan membuka peluang untuk kembali ke empat besar, nyatanya United justru tetap berada di urutan keenam hingga akhir musim.

Sejak menang mengejutkan di kandang Paris Saint Germain, United hanya meraih dua kemenangan saja dalam 12 pertandingan terakhirnya. Bahkan beberapa pertandingan diwarnai dengan penampilan tim yang berantakan seperti yang mereka tampilkan pada laga melawan Arsenal, Wolves, Barcelona, Everton, City, hingga dua tim terdegradasi yaitu Huddersfield dan Cardiff City.

Hujatan dan kritikan tidak berhenti meski musim 2018/2019 sudah berakhir. Rashford dan Lingard dikritik karena pakaiannya saat diundang pada acara reuni treble. Lalu aksi liburannya dikecam sangat keras karena video beans..beans..beans yang viral tersebut. Selain Rashford dan Lingard, masih ada pemain yang kerap menjadi sasaran kritik seperti Chris Smalling dan Phil Jones. Namun serangan verbal yang paling keras sudah pasti mengarah kepada Young yang bahkan pernah mendapat serangan rasial di akun media sosialnya.

Fenomena ini kemudian memancing Liam Corless untuk bersuara. Jurnalis Manchester Evening News ini menyebut kalau penggemar United sudah kelewat batas karena mengkritik hal-hal yang sebenarnya tidak perlu dikritik seperti Young yang membawa kotak Uno.

Ashley Young dan Uno (Michael Tunstall)

“Young adalah pemain yang menanggung beban besar dari penyalahgunaan media internet yang ditujukan kepada para pemain United. Sayap veteran ini adalah salah satu pemain yang kembali berlatih di Aon pada Senin pagi. Apa yang salah dengan membawa satu pak kartu Uno? Tidak perlu diributkan, kan?” tutur Liam dalam tulisannya.

“Bukan salah Young kalau United memperpanjang kontraknya satu tahun pada Februari lalu dan dia tidak layak menjadi subjek kemarahan dari penggemar klub yang menyesatkan. Dia jauh lebih berkorban ketika bermain ketimbang Pogba dan Lukaku meski pada 2019/20 ada peluang bagi pemain muda (Wan-Bissaka dan Dalot) untuk berkuasa di bek kanan.”

Uno sendiri adalah salah satu permainan yang digemari oleh para penggawa United. Mereka sering memainkan permainan ini ketika ada waktu luang. Ander Herrera pernah mengunggah aktivitas rekannya tersebut saat mereka melakukan perjalanan tandang. Paul Pogba pernah bermain Uno bersama rekan-rekannya selama jeda internasional beberapa waktu lalu. Bahkan penggawa asal Prancis ini sempat meminta maaf kepada salah satu penumpang kereta saat dia dan Nemanja Matic bikin gaduh karena permainan ini.

Comments