OUR NETWORK

Ancaman Larangan Tiga Pertandingan untuk Edinson Cavani

Asosiasi Sepakbola Inggris atau FA agaknya akan mulai melihat kembali isi postingan instagram story milik striker baru Manchester United Edinson Cavani. Dilansir dari The Guardian dan Sky Sports, ada penggunaan istilah “negrito” di dalam postingan story tersebut. Dan hal ini akan membuat Cavani mendapat larangan tiga pertandingan (paling minimum) jika terbukti bersalah.

Di satu sisi Edinson Cavani sendiri baru datang ke Old Trafford musim panas ini dengan status bebas transfer. Ia mengikuti jejak rekan setimnya terdahulu, Zlatan Ibrahimovic, yang pindah dari PSG ke United. Namun, di awal-awal kariernya di Inggris, ia malah akan menghadapi sanksi dari FA akibat terindikasi membuat postingan rasis.

Sepakbola Inggris memang terkenal dengan peraturan yang cukup ketat dalam urusan rasisme dan diskriminasi. Oleh karena itu, FA dengan sigap menyelidiki bahasa diskriminatif atau rasis yang digunakan oleh Cavani dalam sebuah instagram story yang dibagikan melalui akunnya pada Minggu malam (29/11).

FA juga telah mengonfirmasi kepada publik bahwa mereka sedang menyelidiki postingan tersebut. Pemberitahuan ini tepatnya diterbitkan tak lama setelah United menang 3-2 atas Southampton. Di mana, di laga itu Cavani mencetak dua gol dan satu asis setelah masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.

Di postingan story-nya –yang kemudian dihapus– tersebut, pemain asal Uruguay itu menuliskan kata dalam bahasa latin, yaitu “gracias negrito!”. Kata-kata ini ia gunakan untuk berterima kasih kepada para pengikutnya yang telah memberi selamat kepada Cavani atas penampilannya di St. Mary Stadium.

Sayangnya postingan ucapan terima kasih ini malah berujung petaka. Pasalnya, postingan berbau rasis dan diskriminasi di media social merupakan satu hal yang sudah tercakup dalam FA Rule E3. Dan jika sebuah postingan atau komentar dianggap menyertakan referensi ke asal etnis, warna kulit, ras, atau kebangsaan seseorang, maka itu akan dianggap sebagai faktor yang berpotensi memberatkan dalam hukuman apa pun.

Aturan tersebut juga memperjelas bahwa pemilik akun media social harus bertanggung jawab atas konten apa pun yang diposting dari akun mereka. Baik itu dilakukan oleh mereka sendiri atau oleh pihak ketiga. Selain itu, menghapus postingan yang tidak pantas tidak serta merta akan mencegah pengenaan sanksi.

Tahun lalu, pemain sayap Manchester City Bernardo Silva juga sempat dicekal untuk satu pertandingan setelah memposting hal berbau rasis dan diskriminasi di Twitter. Meskipun niatnya bercanda, Bernardo tetap harus menerima sanksi. Ia kemudian menghapus tweet yang berisikan perbandingan antara rekan setimnya Benjamin Mendy dengan tokoh kartun berkulit cokelat asal Spanyol.

Dengan begitu, jika FA nantinya memutuskan untuk melanjutkan kasus Cavani ini, mereka juga akan menulis surat kepada Cavani dalam beberapa hari ke depan. Surat ini diperuntukkan sebagai permintaan pengamatan tertulis dari si pemain. Secara detilnya, setiap biaya dan keperluan lainnya nanti harus segera dikeluarkan paling lambat Senin depan (7/12).

Tak lepas dari itu, Edinson Cavani pun harus tahu bahwa kata yang dimaksud oleh FA di postingannya adalah “negrito“. Kata ini merupakan kata yang sama yang juga pernah digunakan oleh rekan setimnya di Uruguay Luis Suarez kepada Patrice Evra. Tepatnya ketika pertandingan antara Liverpool dan Manchester United pada tahun 2011 di Anfield.

Saat itu, Suarez berpendapat bahwa kata tersebut adalah istilah sayang dan tidak dimaksudkan sebagai bentuk pelecehan ras. Namun, panel disiplin FA menolak penjelasan ini, dan Suarez dilarang bermain delapan pertandingan. Jadi bisa saja, FA akan menganggap Cavani telah melakukan hal yang sama seperti rekannya itu.

Perlu diketahui juga, pada awal musim ini FA sudah mengeluarkan pedoman baru tentang bahasa dan perilaku rasis di media sosial. Setiap pemain yang terbukti melakukan pelanggaran (dari konteks barusan) akan mendapat larangan minimal tiga pertandingan.

Ketegasan FA ini disinyalir merupakan hasil dari evaluasi mereka terhadap perlakuan rasisme dan diskriminasi yang sudah sering terjadi di sepakbola Inggris. Terlepas dari itu, sejauh ini, Manchester United masih belum memberikan komentar terkait kasus strikernya itu.

Comments

Loading...