Foto: The Guardian.

Manchester United merupakan salah satu kesebelasan yang cukup rajin bermain di kompetisi Liga Champions. Sejak kompetisi ini berganti nama pada 1992/1993, Setan Merah hanya empat kali saja absen dari turnamen yang sudah mereka menangi sebanyak tiga kali tersebut yaitu pada 1992/1993, 1995/1996, 2014/2015, dan 2016/2017.

Sepanjang keikutsertaan mereka di turnamen tertinggi Eropa tersebut, United tidak selalu memiliki kisah manis. Salah satunya adalah yang terjadi pada tanggal saat ini 13 tahun yang lalu. Di Stadion Da Luz, United menderita kekalahan yang membuat langkah mereka terhenti di fase gugur dan menjadi prestasi terburuk mereka dan Alex Ferguson di Liga Champions.

United berada pada posisi ketiga dan menghadapi Benfica pada Matchday 6. Setan Merah wajib meraih kemenangan untuk membuka peluang lolos ke babak 16 besar sekaligus memberi kemenangan untuk mendiang George Best yang beberapa hari sebelumnya meninggal dunia. Akan tetapi, kemenangan tersebut harus diikuti dengan kalahnya Lille dari Villareal. Situasi di grup D saat itu memang sangat menarik karena semua kesebelasan punya peluang yang sama untuk lolos.

Hanya butuh enam menit bagi United untuk membuka keunggulan. Gary Neville yang bergerak bebas di sisi kanan melepaskan umpan silang rendah yang sukses dimaksimalkan oleh Paul Scholes.

Akan tetapi, keunggulan ini hanya bertahan sepuluh menit saja. Geovanni menyamakan kedudukan memanfaatkan lengahnya Rio Ferdinand. Gol ini tiba-tiba meruntuhkan mental para pemain United. Wayne Rooney dkk., tidak bisa keluar dari tekanan Benfica yang didukung puluhan ribu pendukungnya. Sepuluh menit jelang babak pertama usai, mereka kemudian berbalik setelah sepakan Beto dari jarak 20 meter tidak bisa dihalau Edwin van der Sar.

Tekanan publik Da Luz juga membuat beberapa pemain bermain sangat buruk. Salah satunya adalah Cristiano Ronaldo. Latar belakangnya yang pernah memperkuat Sporting Lisbon, rival Benfica, semakin membuat para pendukung Benfica semangat memprovokasinya. Kesal dengan cemoohan tersebut, Ronaldo mengacungkan jari tengah saat digantikan oleh Park.

Pada 45 menit kedua, United berusaha untuk mengejar ketertinggalan. Hasil seri coba mereka incar sembari berharap Lille kalah di El Madrigal. Akan tetapi, segala usaha itu sia-sia. Beberapa peluang tidak bisa dimanfaatkan, Masuknya Louis Saha, Kieran Richardson, dan Park Ji Sung memberi dampak yang tidak signifikan.

Skor 2-1 berakhir dengan keunggulan tuan rumah. Hasil ini justru membawa Benfica lolos ke fase gugur. Di tempat lain, gol tunggal Antonio Guayre membawa Villarreal menjadi juara grup. Sementara itu, United hanya menempati posisi terakhir di grup. Sekedar mendapat tiket Piala Uefa pun mereka tidak mampu karena kalah Head to head dari Lille.

“Kami memiliki banyak sekali masalah,” kata Ferguson menyikapi tersingkirnya United. Bagi Ferguson, tersingkir dengan menjadi yang paling buruk tentu merupakan pukulan telak bagi kariernya. Meski begitu, United memang tidak layak jika melihat perjalanan mereka di Eropa pada musim tersebut.

United hanya meraih satu kemenangan saja yaitu melawan Benfica di Old Trafford. Mereka hanya mencetak tiga gol yang semuanya dibuat ke gawang Benfica. Menghadapi Villarreal dan Lille, United bahkan tidak bisa menang maupun mencetak gol.

Enam tahun berselang di tanggal yang sama, Sir Alex kembali menghadapi petaka serupa. Kali ini Basel menjadi tim yang menggagalkan ambisi mereka untuk melangkah ke fase gugur. Yang membedakan adalah, saat itu United masih bisa membawa tiket Europa League sebagai hiburan karena finis pada posisi ketiga.