OUR NETWORK

Apakah Manchester United Masih Membutuhkan Paul Pogba?

Terlepas dari masa depannya yang belum jelas, namun status Paul Pogba saat ini masih terdaftar sebagai pemain Manchester United. Yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah peran Pogba masih dibutuhkan oleh Solskjaer di tengah penampilan mereka yang mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan?

***

Ole Gunnar Solskjaer membuat satu sesi khusus dalam latihan akhir jelang melawan Manchester City. Solskjaer mengundang Roy Keane untuk memberikan beberapa motivasi dan bercerita tentang pengalamannya sebagai pemain Manchester United. Sesi ini semata-mata dibuat agar para pemain mengerti tentang makna pengorbanan dan hasrat untuk bisa meraih kesuksesan.

Meski begitu, sesi ini diwarnai oleh aksi yang dibuat oleh salah satu pemain klub. Menurut Mirror, Keane tidak terkesan kepada satu bintang United yang seolah tidak tertarik dengan ucapan mantan skipper Setan Merah tersebut.

Berapa penggemar klub mulai menebak-nebak siapa pemain yang dimaksud. Mayoritas merasa hakulyakin kalau pemain yang dimaksud adalah Paul Pogba. Statusnya sebagai pemain termahal United dan pemenang Piala Dunia membuat namanya muncul sebagai pemain yang memilih untuk membangkang tersebut.

Memang belum jelas apakah pemain yang dimaksud itu adalah Pogba atau pemain lain mengingat persepsi tentang pemain bintang itu berbeda-beda. Akan tetapi, banyak yang merasa kalau itu adalah Pogba karena mereka menganggap United hanya memiliki dua pemain yang dianggap bintang yaitu Pogba dan David De Gea. Nama terakhir dianggap kurang cocok untuk menjadi pemain yang tidak nurut. Meski tidak tertutup kemungkinan kalau Anthony Martial, Marcus Rashford, Jesse Lingard, dan pemain lain adalah orang yang membangkang tersebut, namun nama Pogba akan muncul pada urutan teratas.

Pemain bernomor punggung enam ini sudah dicap jelek oleh penggemar klub sejak akhir musim lalu. Ia terlibat sedikit konflik dengan pendukung United setelah laga melawan Cardiff. Masalah kemudian semakin rumit ketika ia mengaku ingin mencari tantangan baru di klub lain. Meski ia akhirnya tetap menjadi pemain United, namun cap jelek sudah semakin melekat kepada Pogba.

Musim ini, Pogba baru bermain enam kali di semua kompetisi. Laga melawan Arsenal pada akhir September merupakan pertandingan terakhirnya. Setelah itu, Pogba absen sangat panjang yang disebabkan karena adanya masalah pada engkelnya. Kini, ia sudah pulih dan siap bermain lagi. Hal ini dibuktikan dengan munculnya banyak insta story dari akun Instagram Pogba yang menunjukkan dia sudah bugar sepenuhnya.

Akan tetapi, meski Pogba sudah menunjukkan tanda-tanda pulih, namun belum ada indikasi dari Ole Gunnar Solskjaer untuk kembali memainkannya di atas lapangan. Padahal, sinyal-sinyal kembalinya Pogba sudah diumumkan akan terjadi saat United memainkan dua laga berat melawan Tottenham Hotspur dan Manchester City. Namun Solskjaer kemudian berujar kalau Pogba baru akan main jika dia benar-benar fit. Sebuah ucapan yang menegaskan kalau Pogba ternyata belum sembuh 100 persen.

Utung Rugi Keberadaan Pogba

Status Pogba kini mulai dipertanyakan. Tidak sedikit yang berspekulasi kalau saat ini mantan pemain Juventus tersebut sebenarnya sudah sembuh total namun tidak lagi mendapat kesempatan dari Solskjaer untuk bermain bersama United. Hal ini yang menimbulkan rumor kalau si pemain kemungkinan besar akan dijual pada bursa transfer Januari nanti.

Hal ini memang terdengar masuk akal mengingat Solskjaer sudah nyaman dengan komposisi lini tengahnya yang diisi oleh Scott McTominay, Fred, dan salah satu dari Andreas Pereira atau Jesse Lingard pada formasi 4-2-3-1 yang menjadi pakemnya musim ini.

Sebelum lama absen, Pogba dimainkan sebagai gelandang tengah bersama Scott McTominay. Tujuan Pogba dimainkan lebih ke dalam untuk memfasilitasi permainan direct cepat yang diinginkan oleh Solskjaer. Jangkauan umpan Pogba kepada dua pemain sayap bisa berguna ketika ia dimainkan lebih ke dalam bersama McTominay. Umpan panjang Pogba kepada Marcus Rashford saat gol ketiga United melawan Chelsea menunjukkan peran Pogba yang diiginkan Solskjaer ketika ia bermain lebih ke dalam.

Namun seiring berjalannya waktu, lini tengah United justru bermain baik saat lingkaran tengah diisi oleh McTominay dan Fred. Lawan yang mayoritas bermain dengan blok rendah membuat sosok pemain Brasil ini lebih pas untuk bermain di tengah ketimbang Pogba. Fred perlahan mulai berkembang dan ia jauh lebih diandalkan karena memiliki kecepatan dan kemampuan merusak pertahanan lawan melalui dribel dan akselerasinya.

Akan tetapi, banyak juga yang menilai kalau Pogba sebaiknya jangan dilepas. Kembalinya Pogba justru akan membuat lini tengah United semakin kuat jika ia kembali dimainkan di belakang striker. Sejauh ini, posisi tersebut diisi bergantian oleh Andreas Pereira dan Jesse Lingard, dua pemain yang begitu populer di mata penggemar Setan Merah.

Jika Pogba kembali dimainkan di belakang striker, maka ini mengulang taktik Solskjaer yang digunakan musim lalu. Saat itu ia menggunakan trio Matic-Herrera-Pogba di tengah pada formasi 4-3-3 dan Pogba sukses menjalankan perannya dengan sangat baik saat itu dan menjadi top skor United.

Kembalinya Pogba memang bisa membawa kelebihan sekaligus kekurangan. Kelebihannya sudah jelas kalau dia punya akurasi umpan yang cukup baik. Selain itu, kecenderungan dia berada di sisi kiri membuat opsi serangan United menjadi lebih kuat pada sisi tersebut mengingat di sana juga ada Marcus Rashford.

Namun ia juga memiliki kekurangan. Satu yang paling mencolok adalah kebiasaannya melakukan delay bola. Hal ini membuat serangan United menjadi lebih mudah dibaca lawan. Proses gol Crystal Palace pada menit terakhir menunjukkan kelemahan Pogba tersebut. Musim lalu, Pogba menjadi pemain kedua yang sering kehilangan bola karena sentuhan yang buruk setelah Marcus Rashford, dan menjadi pemain United yang paling sering kehilangan bola karena direbut oleh lawan.

Tidak hanya itu, Pogba juga tidak bisa bermain bertahan. Tidak mampu menjalani peran defensif disebut-sebut menjadi alasan mengapa ia berkonflik dengan Jose Mourinho tahun lalu. Ini yang membedakan ia dengan Jesse Lingard dan Andreas Pereira yang memiliki kemampuan pressing lawan sejak lini pertama dan mau untuk turun sampai ke lini tengah untuk membantu pertahanan. Inilah alasan mengapa Lingard masih terus dimainkan Solskjaer yang sayangnya belum bisa diterima oleh sebagian besar penggemar United.

***r

Situasi dilematis kini dialami oleh Solskjaer. Ia sebelumnya sudah berjanji kalau ia masih menginginkan Pogba dalam skuadnya dan bertekad untuk mengembalikan performa Pogba seperti musim lalu. Namun kini, ia dihadapkan dengan dua pilihan. Kembali mengorbankan Fred dan mempertahankan formasi 4-2-3-1 yang saat ini sudah nyetel dengan United, atau kembali mengubah formasi menjadi 4-3-3 seperti yang ia lakukan musim lalu.

 

Comments

Loading...