OUR NETWORK

Dimitar Berbatov (Bagian 1): Bertualang dari Bulgaria, Jerman, Sampai ke Inggris

Dimitar Berbatov memang bukan striker Manchester United setenar Wayne Rooney, Ruud Van Nistelrooy, Robin van Persie, atau Carlos Tevez. Tapi ia juga memiliki kualitas mumpuni dan identitas diri yang kuat. Pemain yang sekarang tidak memiliki klub ini merayakan hari ulang tahun ke-36 hari ini (30 Januari).

Berba dikenal memiliki skill yang mumpuni baik dalam kecerdikan, kemampuan teknikal, dan ketenangan. Ia disebut sebagai ‘si elegan dan tenang’. Berba mampu mengolah bola dengan presisi. Ia biasa dimainkan sebagai deep-lying forward di mana ia biasa menerima umpan dari pemain tengah, menahan bola, dan memanfaatkan skill individunya untuk mengelabui lawan. Sentuhan pertama yang luar biasa dan penyelesaian akhir yang akurat juga membuat ia menjadi salah satu striker top Eropa.

Sangat jarang melihat pemain yang dinilai berbeda-beda seperti Berbatov. Banyak yang menyebut ia malas dan overrated dengan work rate-nya yang kecil, tapi di waktu yang sama ia juga disebut sebagai pemain dengan teknik luar biasa dan memiliki football intelligence yang sangat baik.

Pemain bernama lengkap Dimitar Ivanov Berbatov ini terlahir dari keluarga atlet. Ayahnya, Ivan, adalah pemain sepakbola untuk Pirin dan CSKA Sofia. Sementara itu, Margarita, ibunya adalah pemain bola tangan. Ia mulai menyukai sepakbola sejak kecil. Berba mengidolakan AC Milan dan menjadikan Marco van Basten sebagai role model. Setelah Euro 1996, ia justru mengidolakan Alan Shearer, yang bermain untuk Newcastle United saat itu. Margarita menceritakan bahwa Berba sangat mengidolakan Shearer sejak itu. Bahkan Berba cukup sering tidur dengan jersey Newcastle.

Meski sempat menjadikan Milan dan Newcastle sebagai tim favorit, namun ia bercita-cita untuk membela klub ternama Bulgaria, yang juga pernah dibela ayahnya, CSKA Sofia. Ketika CSKA bermain di kota Berba tinggal, ayahnya menggunakan semua kontak yang dimiliki untuk mengadakan pertemuan antara anaknya itu dengan pemain Bulgaria ternama, Hristo Stoichkov. Setelah itulah pria kelahiran Blagoevgrad ini bercita-cita untuk bermain bagi CSKA.

Berba memulai karir sepakbolanya di klub berama Pirin. Bakatnya tercium setelah mencetak 77 gol di 92 petandingan untuk tim muda Pirin. Manajer CSKA saat itu, Diitar Penev, tertarik membawa Berba dan akhirnya Berba pun bergabung dengan CSKA dan pindah ke kota Sofia meninggalkan orangtuanya di Blagoevgrad. Mimpinya menjadi kenyataan.

Namun karirnya bersama CSKA harus dimulai dengan berbagai kendala. Ia memang mencapai mimpinya, tapi ia tidak senang dengan kehidupannya. Ibunya sering mengunjungi Berba ketika memiliki waktu kosong. “Itu adalah salah satu hal yang paling sedih yang pernah saya alami di hidup saya. Lingkungannya sangat sepi, hanya ada beberapa anjing saja. Dia hanya tidur-tiduran di kasur, mendengarkan musik dan menggambar. Ketika saya lihat, dia menggambar logo CSKA. Saya mengerti bagaimana ia sangat mencintai klubnya,” ujar Margarita.

Ia juga dikritik keras oleh fans karena dianggap menjadi salah satu faktor menurunnya performa klub selama beberapa tahun. Padahal, Berba adalah pemain muda potensial saat itu dengan sukses catatan 26 gol di 49 pertandingan liga selama tiga musim bersama CSKA. Tekanan yang sangat besar dan sorakan fans yang tak kunjung berhenti membuat Berba memutuskan angkat kaki dari Bulgaria. Ia bergabung dengan Bayern Leverkusen ketika berusia 19 tahun.

Bersama Leverkusen, Berba tidak langsung mencicipi tim utama. Ia bermain untuk tim reserve selama semusim, baru setelahnya bermain untuk tim utama. Musim 2001/2002, musim pertamanya untuk tim utama Leverkusen, ia masih harus bersabar. Berba hanya mencatatkan enam penampilan sepanjang musim itu.

Musim setelahnya, ia mulai bermain reguler untuk Leverkusen. Ia mencetak 16 gol  di berbagai ajang dan berkontribusi besar bagi kesuksesan Leverkusen menembus final Liga Champions. Berba mencetak gol di kemenangan 4-2 Leverkusen atas Liverpool pada babak perempat final. Di partai puncak, ia masuk di menit ke-38, tapi sayangnya Leverkusen harus mengakui keunggulan Real Madri dengan skor 1-2.

Ia sebenarnya tidak benar-benar menikmati masa karirnya di Jerman. Berba merasa itu seperti pengasingan karena terpaksa pergi dari negara asalnya. Tapi, dia justru lebih mencintai Bulgaria ketika di Jerman. Untuk mengurangi rasa homesick, Berba mencari cara agar TV-nya bisa menayangkan sekitar 20 channel Bulgaria di apartemennya. Pada akhirnya, karirnya di Jerman berakhir setelah enam musim dengan catatan 201 penampilan dan 91 gol.

Tottenham menjadi klub selanjutnya yang ia bela pada musim 2006/2007. Berba mendarat di White Hart Lane dengan banderol 10,9 juta paun yang membuanya menjadi pemain termahal Bulgaria. Bermain bersama Robbie Keane di lini depan, Berba kembali sukses memperlihatkan kualitasnya dengan torhean 46 gol di 102 pertandingan. Di musim pertama, ia menjadi pemain terbaik Tottenham dan masuk kedalam PFA Premier League of The Year.

Tiga musim bersama The Lilywhites, Berba kembali pindah klub. Kali ini ia bergabung dengan Manchester United. Saat itu, United adalah jawara Eropa setelah mengalahkan Chelsea di Moscow. Meski memiliki skuat yang luar biasa, Sir Alex Ferguson berujar bahwa ia akan tetap membeli pemain. Fergie menginginkan pemain yang mampu terus memperkuat tim, dan pilihannya jatuh kepada Berbatov.

Di Old Trafford, ia kerap duetkan dengan Rooney atau Tevez, catatan gol Berba memang tidak seapik dulu. Namun ia menunjukan kualitasnya dengan kontribusi besar dalam permainan. Berba di United dikenal dengan kemampuan mengumpan di situasi yang sangat sulit.

Bersama United, Berba meraih gelar Liga Primer musim 2008/2009 dan 2010/2011. Musim 2010/2011 adalah musim terbaiknya bersama United. Selain sukses menjadi kampiun liga, Berba berhak mendapatkan gelar topskor dengan raihan 20 gol. Di musim itu juga ia berhasil mencetak hattrick ke gawang  Liverpool dan mengantarkan United menang 3-2 serta penampilan luar biasa melawan Blackburn dengan torehan lima gol.

Namun, musim itu tidak ditutup dengan manis bagi Berba. Entah mengapa, ia tidak dimainkan dalam partai puncak Liga Champions melawan Barcelona di Wembley. Ia bahkan tidak masuk dalam daftar pemain cadangan. Kejadian itu adalah awal dari berakhirnya karir Berba bersama Untited.

Musim selanjutnya, Fergie merubah cara bermain United menjadi lebih menekankan ke kecepatan dan pressing. Pemain-pemain yang memiliki kecepatan seperti Danny Welbeck, Nani, Tom Cleverley, Ashley Young, dan Anderson menjadi kunci permainan United. Pada musim 2011/2012 itu, Berba mulai kehilangan tempatnya karena ia memang bukan tipe pemain yang memiliki kecepatan. Ia hanya bermain di pertandingan kecil, itupun dari bangku cadangan. Tapi Berba masih mampu menunjukan kualitasnya dengan mencetak 7 gol di 12 pertandingan liga.

Kehilangan tempat di United membuat ia hengkang ke Fulham. Karirnya berkahir bersama United setelah mencatatkan 149 penampilan dan 56 gol. Dua musim bersama Fulham dengan torehan 20 gol dari 54 pertandingan, ia bergabung dengan AS Monaco. Karir Berba nampaknya akan berakhir ketika ia bergabung dengan tim Yunani, PAOK, dan sekarang ia tidak memiliki klub.

Berba memang bukan pemain megabintang dengan gaji tinggi. Tapi ia mampu menunjukan kualitasnya. Ia juga memiliki catatan mentereng bersama timnas Bulgaria. Berba menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan raihan 48 gol di 78 penampilan. Ia juga menjadi pemain dengan gelar pemain terbaik Bulgaria terbanyak, yaitu tujuh. Jadi, Dimitar Berbatov adalah pemain hebat atau bukan?

Comments