OUR NETWORK

6 November 2005: Kemenangan Pertama Alex Ferguson atas Mourinho

Jose Mourinho Sang pesaing istimewa. Itulah judul yang dipakai Sir Alex Ferguson ketika menjelaskan sosok The Special One dalam buku autofiografinya. Bukan tanpa sebab Fergie menyanjung tinggi seorang Mourinho. Kecerdasan serta keangkuhannya ketika melatih, beberapa kali membuat pusing seorang Ferguson yang begitu kesulitan mengalahkannya.

Kedua sosok legendaris ini sudah bertemu sebanyak 16 kali. Dari jumlah tersebut, Ferguson menderita tujuh kali kekalahan. Ferguson bahkan hanya sanggup memenangi tiga pertandingan saja melawan Mourinho. Itupun salah satunya didapat lewat adu penalti. Catatan tersebut kemudian menempatkan Mourinho sebagai pelatih ketiga yang paling sering mengalahkan Ferguson setelah Arsene Wenger dan Gerrard Houllier.

Pertemuan pertama Ferguson dengan Mourinho terjadi pada babak 16 besar Liga Champions 2003/2004. Mourinho yang menangani Porto sanggup menyingkirkan United yang membuat Fergie kesal terhadap selebrasi Mourinho yang meluap-luap.

Semusim berselang, Mourinho hijrah ke Chelsea yang membuat pertemuan keduanya semakin memanas. Dalam empat pertemuan mereka pada musim 2004/2005 di semua kompetisi, Ferguson tidak sanggup sekalipun mengalahkan Mourinho. Ia bahkan dipermalukan dua kali oleh The Blues tepat di depan pendukungnya sendiri. Ferguson harus menunggu hingga pertandingan ketujuh untuk meraih kemenangan pertamanya atas Mourinho. Kejadian itu terjadi pada tanggal hari ini, 13 tahun yang lalu.

Chelsea datang ke Old Trafford dengan status belum terkalahkan selama 11 pertandingan. Ditambah dengan musim sebelumnya, The Blues mencatatkan 40 pertandingan dengan status unbeaten. Di sisi lain, United baru saja menelan kekalahan 1-4 dari Middlesbrough dan Lille di Liga Champions. Filosofi Ferguson yang membangun tim dengan poros Rooney-Ronaldo juga belum berjalan dengan baik.

Kedua kesebelasan sama-sama bisa menurunkan pemain terbaiknya. Ferguson memainkan trisula Rooney, Van Nistelrooy, dan Ronaldo. Lini tengah diisi oleh Scholes, Alan Smith, dan Darren Fletcher. Sementara itu, meski kehilangan Hernan Crespo, Chelsea menurunkan Didier Drogba yang ditemani Joe Cole di kanan dan Damien Duff di sisi kiri.

Meski menjadi tuan rumah, Chelsea terlebih dulu membuat peluang berbahaya melalui chip Didier Drogba yang mudah ditangkap Van der Sar. Kesalahan antisipasi dari Darren Fletcher nyaris memberi petaka kepada Setan Merah. Beruntung, Asier Del Horno gagal menyelesaikan kesempatan tersebut.

Fletcher akhirnya menebus kesalahannya tersebut dengan mencetak gol pada menit ke-31. Ronaldo, yang berada di half space kiri, melepaskan umpan crossing ke tiang jauh yang disambut oleh sundulan ciamik dari gelandang Skotlandia tersebut.

Pada interval kedua, United sebenarnya bisa menggandakan keunggulan andai sepakan Nistelrooy tidak melambung. Setelah itu, kedua kesebelasan bermain terbuka dan saling jual beli serangan. Beberapa peluang berbahaya hadir, namun tidak ada satupun yang menjadi gol. Kedudukan berakhir 1-0 dan Ferguson berhasil meraih kemenangan pertamanya atas Mourinho.

“Para pemain muda tampil fantastis minggu ini. Kami menghadapi pemain-pemain muda yang butuh konsistensi. Maka dari itu, menang menjadi sesuatu yang penting. Mereka baru saja menyelesaikan tugas terberat mereka,” tuturnya.

“Selama satu jam kami tampil hebat, namun kemudian kami berada di bawah kendali. Mereka (Chelsea) benar-benar mengendalikan kami, itulah yang dilakukan oleh tim juara. Sesuatu yang dulu pernah kami lakukan di masa lalu.”

Seperti biasa, Mourinho tidak semudah itu dalam menerima kekalahan. Dalam komentarnya, ia menyebut kalau kemenangan United atas timnya hanyalah sebuah keberuntungan.

“United bukan tim terbaik di lapangan. Saya berharap mereka cepat sadar mengapa Chelsea bisa jadi juara musim lalu dan berada di puncak liga saat ini. Saya yakin kami akan menjadi juara lagi. Saya tidak berpikir kami pantas kalah hari ini, tapi saya memberi apresiasi kepada cara bertahan mereka,” ujar Mourinho selepas laga.

Keangkuhan Mourinho kembali terbukti. Ia membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan 3-0 saat keduanya bertemu di Stamford Bridge. Kemenangan yang memastikan Chelsea menjuarai liga primer secara berturut-turut sekaligus memperpanjang puasa United menjadi tiga musim, rentang waktu terlama Sir Alex tanpa juara liga di era Premier League.

Sementara itu, Ferguson butuh tiga tahun untuk bisa meraih kemenangan keduanya melawan Mourinho. Tempatnya lagi-lagi di Old Trafford saat gol Vidic dan Ronaldo menyingkirkan Inter Milan asuhan Mou. Laga Manchester United melawan Real Madrid pada 5 Maret 2013, menjadi pertemuan terakhir keduanya di semua kompetisi.

Comments