OUR NETWORK

54 Tahun Jose Mourinho (Bagian 3): Lekat dengan Kontroversi

Hebat Namun Arogan

Manusia memang memiliki sifat ingin dilihat, membanggakan dirinya dengan segala yang telah ia raih. Bagi sebagian orang, hal tersebut akan menjadi sifat yang dibenci. Mungkin itu salah satu alasan kenapa tidak sedikit orang yang tidak menyukai Mourinho. Ya, dia memang arogan.

Julukan The Special One yang melekat erat pada dirinya adalah bentuk nyatanya. Itu bukan julukan orang lain, melainkan julukan dirinya kepada diri sendiri. “Tolong jangan menyebut saya arogan, tapi saya juara Eropa dan saya pikir saya adalah The Special One,” ujar Mourinho ketika konferensi pertamanya setelah bergabung bersama Chelsea. Berikut adalah beberap pernyataan arogannya lagi.

“Kami memiliki pemain bagus, dan maaf jika saya arogan, kami memiliki manajer hebat.”

“Riwayat saya sebagai manajer tak dapat dibandingkan dengan Frank Rijkard. Dia tidak pernah mendapatkan trofi dan saya memiliki banyak.”

“Kami sedang berada diatas sekarang bukan karena kekuatan finansial klub. Kami bisa memiliki banyak trofi karena kerja keras saya.”

Sangat Membenci Rival

Sudah sewajarnya jika sebuah tim memiliki rival bebuyutan. Umumnya, baik itu pemain atau manajer baru yang bergabung dengan sebuah klub, ia juga akan merasakan rivalitas yang tercipta dengan tim lain. Begitu pula dengan Mourinho. Saat menukangi Inter Milan, AC Milan menjadi rivalnya. Ketika melatih Real Madrid, tentu saja Barcelona menjadi musuh bebuyutannya. Bersama Chelsea, ia juga memiliki rival baru yaitu Arsenal. Apalagi sekarang bersama United, ada Manchester City dan Liverpool yang menjadi rivalnya.

Ia juga sepertinya sangt membenci rival-rivalnya. Mourinho tak jarang menyerang rivalnya, bahkan terlibat cekcok. Pada 2010 lalu, Inter berhadapan dengan Milan dan meskipun Wesley Sneijder di kartu merah, Inter masih mampu memenangkan derbi dengan skor 2-0. “Kami sempurna. Kami masih bisa memenangkan pertandingan ini dengan tujuh pemain,” ujar Mourinho merendahkan Milan.

Bersama Real Madrid, ia juga pernah melakukan hal serupa, bahkan lebih parah. Sifat arogan dan kontroversialnya itu jelas membuat fans Barca membencinya. Tapi ia menjawab kebencian itu dengan arogan juga. “Jika saya di benci di Barcelona, itu adalah masalah mereka bukan masalah saya. Takut tidak ada di dalam kamus sepakbola saya.”

Yang lebih parah adalah cekcok dengan beberapa pemain dan staf Barca. Pada Agustus 2011, El Clasico tersaji pada ajang Supercopa. Usai pertandingan, banyak pemain dan staf terlibat cekcok di pinggir lapangan. Begitu pula dengan Mourinho. Ia tertangkap kamera mencolok mata asisten pelatih Barca saat itu, Tito Vilanova.

Tidak Bisa Menerima Kekalahan

Mourinho juga dikenal selalu mencari alasan jika ditanya kenapa timnya mengalami kekalahan. Menyalahkan wasit sepertinya sudah biasa ia lakukan. Musim ini, Mourinho pernah diusir keluar lapangan ketika pertandingan masih berlangsung. Protes kerasnya terhadap kartu kuning Paul Pogba yang dianggap diving ketika melawan West Ham membuat ia harus menyaksikan pertandingan dari tribun seelah diusir wait Jonathan Moss.

Sebelumnya ia juga pernah diskors ketika menyerang Anthony Taylor serta didenda 50 ribu paun setelah menyerang Mark Clattenburg. Mourinho bahkan telah mengeluarkan 191 ribu paun untuk membayar denga sejak kembali ke Chelsea pada 2013 lalu.

Mencari Cara Meski Dihukum

Pada babak perempat final Liga Champions musim 2004/2005, ia dihukum tidak boleh menemani John Terry dkk., bertanding. Namun, ia diberitakan tetap memberi arahan di ruang ganti dengan bersembunyi di dalam keranjang cucian. Sebelum dan saat jeda babak, staf Chelsea mendorong keranjang itu masuk ruang ganti. Mourinho pun keluar dari keranjang itu dan memberi arahan. Ia dimasukan lagi ke dalam keranjang dan buru-buru dikeluarkan.

Berseteru Dengan Manajer Lawan

Entah kenapa, Mourinho juga hobi berseteru dengan manajer lawan. Salah satu musuh bebuyutannya adalah Josep Guardiola. Mereka sebenarnya sempat bekerja saa ketika di Barcelona. Mourinho saat itu menjadi staf dan Guardiola masih menjadi pemain.

Salah satu yang pernyataan yang paling kontroversial adalah ketika ia mengomentari rambut Guardiola. “Ketika Anda menikmati apa yang Anda lakukan, Anda tidak kehilangan rambut Anda. Kita tahu bahwa Guardiola botak yang berarti ia tidak menikmati sepakbola,” ujar Mourinho. Ya, terlihat seperti anak SD mungkin yang kerap meledek temannya dengan panggilan botak.

Bersama Chelsea, ia juga kembali memiliki manajer rival yaitu Arsene Wenger. Mourinho dan Wenger memang terkenal sering melakukan mind games sebelum pertandingan. Namun, salah satu yang paling mencolok adalah ketika Mourinho menyebut Wenger, “Ya, dia adalah spesialis, spesialis kegagalan,” tutur Mourinho yang mengomentari 10 tahun puasa gelar Arsenal.

Comments

Loading...