OUR NETWORK

Douglas Costa, Target Lama Setan Merah yang Sulit Digapai

Tahun 2018 memang belum berakhir, akan tetapi beberapa kesebelasan di Eropa tampak sudah tidak sabar untuk menyambut 2019. Hal ini tidak lain karena bursa transfer musim dingin akan dibuka per 1 Januari nanti. Beberapa kesebelasan ingin memaksimalkan waktu satu bulan untuk memperkuat timnya yang dianggap belum memuaskan pada pertengahan musim sebelumnya.

Manchester United ditengarai akan kembali aktif di lantai bursa layaknya musim lalu. Rumor yang berkembang, manajemen United sedang mempersiapkan uang 50 juta paun untuk dipakai Ole Gunnar Solskjaer belanja pemain. Bek tengah menjadi posisi yang sedang ingin diperbaiki dengan cara membeli pemain pada Januari nanti.

Akan tetapi, rumor yang berkembang justru menyebut kalau United lebih menginginkan salah seorang pemain depan. Sasaran utamanya adalah winger Juventus, Douglas Costa. Pemain asal Brasil ini siap diboyong United apabila harganya sesuai dengan keinginan manajemen Setan Merah.

Kekurangan pemain sayap murni memang menjadi masalah United sejak Mourinho masih berada di kursi kepelatihan. Mereka tidak punya pemain yang benar-benar fasih bermain di posisi tersebut, terutama di sisi kanan. Posisi ini bergantian diisi oleh Juan Mata dan Jesse Lingard, dua pemain yang lebih cocok bermain sebagai gelandang serang.

Kelebihan Douglas Costa yang bisa bermain di dua sisi sayap tentu akan menguntungkan United. Tidak hanya itu, Costa juga akan menjadi langganan starter seandainya ia memilih Manchester sebagai pelabuhan berikutnya. Musim ini, Costa terbilang kurang dipercaya oleh Massimiliano Allegri untuk tampil sejak awal. Laga melawan Atalanta kemarin adalah pertama kalinya Costa menjadi starter setelah November 2018. Musim ini, ia kalah bersaing dengan Cristiano Ronaldo, Paolo Dybala, dan Mario Mandzukic, tiga pemain depan andala La Vecchia Signora.

Douglas Costa Sudah Diincar United Sejak Dulu

Pemain kelahiran Sapucaia do Sul ini sebenarnya sudah diincar Setan Merah sejak ia dilabeli sebagai wonderkid hampir sedekade lalu. Ketika itu, Sir Alex Ferguson sudah jatuh hati kepada penampilan Costa yang memukau bersama Gremio. Fergie bahkan menyebut kalau Costa adalah pemain muda terbaik di Amerika Selatan pada saat itu.

Pada 2009, United mencoba untuk menggaet Costa dengan memberinya kesempatan untuk trial di akademi selama 20 hari. Jika sesuai harapan, Fergie baru akan merekrutnya. Akan tetapi, upaya tersebut ditolak Duda Kroeff selaku presiden Gremio tersebut. Duda merasa Costa terlalu bagus untuk menjalani trial.

“Kami telah mengatakan kepada United kalau peminjaman itu tidak akan terjadi. Douglas tidak berada pada tahap di mana dia harus melakukan trial untuk masuk ke dalam sebuah klub,” tuturnya seperti dikutip dari Manchester Evening News.

United kemudian diisukan akan kembali mendekati Costa saat si pemain sudah berusia 20 tahun. Akan tetapi, rumor tersebut tidak kunjung menjadi kenyataan. Costa kemudian memilih untuk terbang ke Ukraina untuk memperkuat Shakhtar Donetsk dan mempersembahkan lima gelar liga Ukraina untuk Hirnyky.

“Saya tahu United sudah mengirim faks ke klub saya, Gremio, dan meminta mereka untuk melepaskan saya untuk uji coba selama beberapa hari di sana. Tetapi bos Gremio menolak dan mengatakan kalau saya tidak pantas lagi untuk melakukan trial. Saya suka Manchester United dan jika saya bisa memilih, saya lebih suka ke sana, tetapi mereka tidak siap dengan kehadiran saya.”

Pada Maret 2011, para pendukung United dikejutkan dengan isu kalau Douglas Costa telah muncul di tribun VIP stadion Old Trafford untuk melihat tim bermain melawan Bolton. Akan tetapi, United mengklarifikasi kalau tidak ada Douglas Costa seperti yang diisukan.

Sekarang, United sedang berusaha untuk mendatangkan kembali Douglas Costa. Status si pemain kini sudah menjadi pemain berpengalaman yang telah merasakan banyak kompetisi di Eropa. Akan tetapi, tugas tersebut tidaklah mudah. Pihak Juventus ditengarai siap kehilangan Douglas Costa dan Alex Sandro ke Manchester United. Akan tetapi dengan catatan, United juga harus mengembalikan Pogba ke kota Turin.

Sumber: Manchester Evening News, Guardian, Daily Star

Comments