OUR NETWORK

Benjamin Mendy yang Bisa Menjadi Jawaban Permasalahan Bek Kiri United

Setelah kepergian Patrice Evra, Manchester United dapat dikatakan tak memiliki bek kiri dengan kemampuan luar biasa seperti bek asal Prancis itu. Kedatangan Marcos Rojo sempat memberikan harapan, namun Rojo justru kerap dimainkan di posisi bek tengah. Pembelian bek muda potensial dalam diri Matteo Darmian dan Luke Shaw juga ternyata tak memberi solusi. Shaw lebih sering berkutat dengan cedera, sementara itu performa Darmian tidak sebagus saat pertama kali dia datang.

Sepanjang musim ini, ada enam pemain yang Jose Mourinho coba untuk bermain di posisi bek kiri. Daley Blind dan Matteo Darmian unggul dengan masing-masing mencatatkan 12 penampilan. Disusul dengan Luke Shaw sebanyak sembilan laga, Ashley Young dengan tiga laga, serta Rojo dan Demetri Mitchell dengan catatan masing-masing satu laga. Ini artinya Mourinho tidak memiliki andalan dengan posisi tersebut. Berbeda dengan posisi bek kanan di mana Antonio Valencia 26 kali tampil.

Performa dua pemain dengan posisi natural bek kiri pun kurang impresif. Mengacu pada statistik dari Whoscored, Darmian dan Shaw hanya mencatatkan rating 6,91 dan 7,05. Blind justru tampil lebih apik dengan nilai 7,23.

Kondisi ini membuat Mourinho harus melakukan perbaikan. Shaw dan Darmian sepertinya harus memperbaiki performanya terlebih dahulu sebelum menjadi pemain reguler. Sementara itu, Mourinho tentu tidak bisa bergantung pada Blind yang masih kurang cocok untuk menjadi tumpuan di sektor kiri pertahanan United.

Salah satu solusinya adalah dengan mendatangkan pemain yang sebenarnya menjadi target utama Louis Van Gaal pada tahun 2014, Benjamin Mendy. Namun Mendy yang kala itu masih membela Marseille tidak dibiarkan pergi oleh pihak klub. Akhirnya pilihan Van Gaal jatuh kepada Shaw dan hasilnya kurang memuaskan.

Kala itu, Mendy adalah pemain muda menjanjikan. Setelah ditebus dari Le Havre pada bursa transfer musim panas 2013, Mendy langsung menjadi pemain utama Marseille. Ia mencatkan 24 pertandingan di Ligue 1 dengan hanya enam di antaranya di mana ia masuk dari bangku cadangan. Catatan musim itu juga dapat dikatakan baik, ia menorehkan satu gol dan empat asis.

Dua musim setelahnya, Mendy kian menjadi. Ia menjadi andalan Marseille untuk mengisi posisi bek kiri. Hingga akhirnya AS Monaco tertarik untuk mendapatkan jasanya dan pemain asal Prancis itu berhasil ditebus dengan mahar 13 juta paun.

Mendy tampil impresif bersama Monaco musim ini dengan rating 7,25 dalam 25 pertandingan. Meski rating Blind tak jauh berbeda, namun jumlah penampilan Mendy dua kali lipat lebih banyak dari Blind. yang artinya, masih belum cukup bukti untuk mengatakan bahwa Blind bermain sekonsisten Mendy. Ada kemungkinan rating Blind akan menurun setelah ia bermain dengan jumlah pertandingan sama seperti Mendy.

Secara pertahanan, Mendy memang masih berada dibelakang bek kiri United. Catatan 1,9 tekel per pertandignan miliknya masih kalah dengan torehan 2,6 per pertandingan atas nama Darmian. Raihan 1,6 intersep per pertandingan juga tak lebih baik dibanding Blind (1,9) dan Darmian (2,2). Meski sebenarnya tak dapat disimpulkan Mendy tidak lebih baik dari bek United karena jumlah pertandingan mereka berbeda cukup jauh dan sebenarnya catatan Mendy tersebut juga cukup baik.

Satu-satunya statistik Mendy yang lebih baik adalah duel udara. Ia memenangkan 1,6 duel udara per pertandingan yang salah satunya didukung dengan tinggi 185 cm. Menang cukup telak dibanding Blind (1), Darmian (0,8), dan Shaw (0,7).

Namun, yang menjadi kelebihan Mendy adalah bagaimana ia bisa membantu serangan. Pemain berusia 22 tahun ini memang dikenal dengan daya serangnya yang berbahaya. Ia mampu membuat 2,7 dribel per pertandingan. Unggul telak dibanding Shaw dengan catatan 1,6 dribel per pertandingan. Blind dan Darmian memang tidak memiliki kapabilitas dribel sehingga mereka hanya mencatatkan 0,3 dribel per pertandingan.

Yang paling terasa adalah keunggulan Mendy dalam menyuplai rekannya. Sepanjang musim ini, ia sukses mencatatkan delapan asis dan tujuh di antaranya berasal dari umpan silang. Di kubu United, hanya Young yang berhasil menciptakan asis dari umpan silang, itu pun hanya sekali. Kemampuan ini bisa menjadi alternatif serangan bagi Mourinho.

Kedatangan Mendy bisa membawa perubahan bagi United di posisi tersebut. Secara pertahanan, Mendy bisa diandalkan dengan kemampuan fisiknya yang baik. Ia juga masih memiliki banyak waktu untuk berkembang melihat umurnya yang masih tergolong muda. Untuk aspek serangan, perubahan tentu akan terjadi melihat kepiawaian Mendy dalam membantu serangan Monaco, baik itu dengan umpan silangnya atau dengan dribel yang berbahaya.

Akhir-akhir ini, Mendy dikabarkan tengah diincar oleh Liverpool, United, dan City. Usut punya usut, Mendy baru akan dilepas dengan uang sebesar 39 juta paun. Meski kedatangan Mendy tidak secara pasti akan menghilangkan kerinduan pada sosok Evra, namun ia berpotensi untuk terus berkembang dan menjadi bek kiri handal. Jika ingin mendapatkan Mendy, United harus segera memulai negosiasi. Jangan sampai kejadian Bernardo Silva terjadi lagi tentunya.

Comments

Loading...