OUR NETWORK

Rafael dan Hubungannya dengan Manajer Pengganti Fergie (3)

Ini adalah bagian ketiga dari kenangan seorang Rafael terhadap karirnya di Manchester United. Pada bagian terakhir ini, pemain Brasil tersebut menceritakan mengenai penurunan performa Setan Merah di bawah kepemimpinan David Moyes, perseteruannya dengan manajer eksentrik asal Belanda, Louis van Gaal, serta keinginan dia untuk bisa bekerja suatu hari nanti di Manchester United.

Penunjukkan David Moyes Sebagai Pengganti Sir Alex Ferguson

Segalanya berubah ketika Fergie pergi. Kerugian atas kepergiannya adalah penurunan mentalitas yang dimiliki klub ini. Moyes punya mentalitas yang berbeda dengan Fergie dan itu adalah masa-masa sulit bagi saya. Saya harus jujur, kadang-kadang dia tidak senang ketika kami memainkan bola di lini pertahanan kami sendiri. Dia selalu menginginkan bola sering dimainkan di lini belakang lawan meski harus melepaskan bola panjang sekalipun.

Moyes sebenarnya tidak ingin timnya memainkan bola-bola panjang sepanjang waktu. Tetapi, jika anda melihat manajer anda panik ketika anda tidak memainkan bola sesuai keinginan dia maka hal itu tidak akan membantu tim. Ia harus lebih banyak mempercayai para pemainnya.

Moyes Kemudian Dipecat Pada April 2014

Saya tidak terkejut tapi saya berpikir kalau pemecatan dia disebabkan permainan kami yang buruk alih-alih hasil pertandingannya. Penggemar United terbiasa menonton sepakbola menyerang dan dengan David, beberapa pemain yang mempunyai kualitas tidak bisa menunjukkannya karena cara kami bermain.

Ryan Giggs Masuk Sebagai Manajer Sementara

Dia fantastis. Saya yakin kalau dia yang akan jadi manajer ketika Louis Van Gaal pergi. Saya merasa dia akan menjadi manajer yang baik untuk Wales. Seorang manajer butuh mentalitas yang baik. Tidak hanya mengenal sepakbola tetapi menjadi manusia yang baik dengan pemain lain. Giggs memiliki pendekatan yang bagus dengan pemain karena dia belajar banyak di era Fergie.

Perseteruannya Dengan Louis van Gaal

Ketika Van Gaal diumumkan sebagai pelatih baru United, sekitar empat sampai lima orang, termasuk pemain menelepon saya dan mengatakan kalau dia tidak suka pemain Brasil. Mereka mengambil contoh tentang Rivaldo tapi saya tidak mempercayainya.

Di musim pertama, ia memanggil saya ke kantornya dan berkata kalau saya bisa pergi. Hanya satu menit pertemuan kami berlangsung. Butuh waktu bagi saya untuk pergi, tetapi saat itu saya sudah putus asa dan saya sangat sedih karena saya sudah mencintai Manchester United.

Saya berdiri dan berkata kalau saya selalu menghormati dia sampai kapanpun. Saya adalah pria yang sabar dan tidak akan pernah berkata kasar tentang dia. Tetapi, saya betul-betul marah karena saya tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Valencia berkata kepada saya ‘Apa kamu tidak akan bermain lagi?’

Sejak kejadian itu, para pemain tidak ada yang mau berbicara kepada Van Gaal. Saya betul-betul suka Manchester United tapi saya sangat ingin meninggalkan Manchester United. Hanya dia (Van Gaal) yang bisa melakukannya.

Musim panas berikutnya (2015) Van Gaal mengirim saya sms untuk mengatakan ‘Kamu tahu bagaimana sepakbola bekerja?’ Saya tidak percaya mendapat pesan seperti itu. Dia tidak pernah berbicara langsung kepada saya lalu tiba-tiba dia mengirimkan pesan singkat yang mengatakan semoga sukses di tempat lain. Saya hanya membalas ‘Terima Kasih.

Saya mengalami cedera kepala ketika melawan Yeovil dan saya menyentuh kepala saya. Tapi dia menganggap saya tidak menghormatinya saat menuju ruang ganti. Saya mencoba bersikap sopan, tapi dalam hati saya, saya begitu marah.

Rafael Kemudian Hijrah ke Lyon Pada Musim Panas 2015

Saat ini saya berada di klub yang sangat bagus. Kami memiliki banyak pemain muda dan pemain bagus. Tetapi, untuk memenangi gelar maka anda butuh pemain-pemain berpengalaman seperti Gary Neville, Ryan Giggs, Rio Ferdinand, dan Nemanja Vidic.

Saya suka pelatih Lyon, pria lokal bernama Bruno Geneseio. Ini kota yang sangat fantastis untuk ditinggali. Saya tidak mengatakan baik tetapi fantastis. Saya di sini bersama istri saya, Carla, yang sudah mengenal saya sejak usia 11 tahun dan dua anak kami yang masih berusia 6 dan 4 tahun.

Apakah Rafael Masih Menonton Pertandingan Manchester United

Ya masih. Saya tidak yakin dengan gaya mereka sekarang. Pemain Man United harus dibiarkan bebas. Saya masih berhubungan dengan beberapa pemain. Saya ingin sekali bekerja untuk United di masa depan. Sebagai pencari bakat adalah peluang yang realistis. Saya suka Manchester terutama United. Istri saya tidak begitu menyukai cuaca di sana tapi saya menyukainya segala hal di sana.

Comments

Loading...