OUR NETWORK

5 Fakta Aaron Wan-Bissaka

Manchester United telah merekrut pemain baru pada bursa transfer musim panas 2019 ini, untuk menambah kekuatan tim pada kompetisi musim depan. Salah seorang di antaranya adalah bek anyar bernama Aaron Wan-Bissaka yang diboyong dari Crystal Palace dengan biaya transfer 50 juta paun.

Bek kanan berusia 21 tahun itu akan memperkuat lini belakang tim Setan Merah yang disebut-sebut paling bermasalah beberapa tahun terakhir. Mungkin memang masih banyak yang belum terlalu mengenalnya. Nah, berikut lima fakta tersembunyi tentang Wan-Bissaka seperti dilansir Sportskeeda.

  1. Sempat jadi penyerang

Wan-Bissaka dikenal sebagai salah satu bek kanan berbakat di Inggris saat ini sejak tampil reguler di Premier League Inggris bersama Palace pada musim lalu. Dia cukup tangguh mengawal sisi kanan lini belakang timnya dalam 39 penampilannya di semua ajang sepanjang musim lalu. Tapi siapa sangka, ternyata dulu Wan-Bissaka mengawali karier di Akademi Palace sejak 2009 sebagai pemain depan.

Dalam wawancara eksklusif di situs resmi United, sang bek mengaku terus mencoba mengikuti gaya permainan eks bintang Arsenal, Thierry Henry sambil tetap mengidolakan legenda Brasil, Ronaldinho. Sementara laman profilnya di situs Wikipedia menyebutkan dia awalnya bermain sebagai winger, sebelum dipasang sebagai full-back pada masa kepelatihan Frank de Boer di Palace pada 2017 silam.

  1. Pernah bela Timnas Kongo U-20

Wan-Bissaka lahir di Croydon, London, Inggris pada 26 November 1997. Namun, ternyata dia pernah membela tim nasional Republik Demokratik Kongo U-20 pada 2015; dan satu-satunya penampilannya saat kalah dari tim nasional Inggris U-17. Dia bisa tampil untuk Kongo, karena sang ayah, Ambrose merupakan imgran Kongo yang sudah menetap di Inggris. Sedang ibunya sendiri benama Elizabeth.

Oleh karena belum pernah membela tim nasional senior, Wan-Bissaka masih bisa membela Inggris, hingga dipanggil tim nasional Inggris U-20 pada Maret 2018 seiring promosinya ke tim utama Palace. Sejak September 2018, dia pun naik level ke tim U-21 dan turut tampil di Kejuaran Eropa U-21, Juni 2019, meski gagal meloloskan Inggris dari fase grup. Wan-Bissaka sendiri hanya tampil di satu laga.

  1. Punya julukan ‘Spider’

Banyak yang tidak mengetahui, ternyata Wan-Bissaka diberi julukan ‘Spider’ alias laba-laba, seperti yang diceritakan dalam wawancara eksklusif di laman resmi United. Namun, julukan ini memang tak ada hubungannya dengan tokoh super hero ciptaan Marvel, ‘Spider-Man’. Julukan itu sendiri muncul karena pemain yang akan mengenakan jersey bernomor punggung ‘29’ itu punya kaki yang panjang.

Dengan modal kaki panjang itu, Wan-Bissaka pun sudah hobi bermain bola sejak kecil. Sejumlah foto sempat muncul memperlihatkan dia sedang bermain sepak bola saat kanak-kanak. Salah satu foto memperlihatkan vas bunga yang dilaporkan rusak oleh Wan-Bissaka ketika bermain sepak bola di ruang tamu rumahnya. Kini dengan kaki panjang itu, dia dengan mudah mencuri bola dari kaki lawan.

  1. Fans United sejak kecil

Diam-diam, Wan-Bissaka rupanya sudah menjadi fans United sejak kecil. Beberapa fotonya sempat dilansir oleh The Sun, yang memperlihatkan dia sedang mengenakan jersey The Red Devils saat masih balita. Ketika itu, dia sedang duduk dalam pangkuan ibunya. Belasan tahun kemudian, ternyata Wan-Bissaka akan kembali memakai jersey kebanggaan Manchester merah, namun langsung di lapangan.

Meski kini sudah jadi bintang sepakbola, dan akan bermain untuk salah satu klub besar dunia, namun Wan-Bissaka ternyata tetaplah seorang sosok yang rendah hati. Dalam sebuah wawancara dengan Guardian, dia mengaku masih meluangkan waktu mengunjungi lingkungan New Addington, tempat kelahirannya di Croydon, serta berfoto dan memberikan tanda tangan untuk anak-anak sekolah.

  1. Bergaji terendah di klub musim lalu

Berhasil mempertontonkan penampilan yang impresif bersama Palace sepanjang musim lalu hingga membuat klub sekelas United tertarik dan merekrutnya, ternyata gaji yang diterima Wan-Bissaka dari bekas timnya tidaklah besar. Pemain yang mendapat kontrak profesional pada 2016 dan melakukan debut di Premier League pada Februari 2018 itu hanya menerima bayaran 10 ribu paun per pekan.

Nilai tersebut menjadikan Wan-Bissaka sebagai pemain dengan bayaran terendah dalam skuat utama Palace. Bahkan, dia juga menjadi salah satu pemain dengan bayaran terendah di kompetisi utama Inggris pada musim lalu. Wan-Bissaka salah satu pemain dengan bayaran terendah di Liga Inggris musim lalu. Namun, kini gajinya bersama United meningkat drastis hingga 80 ribu paun per pekan.

Comments

Loading...