OUR NETWORK

Kisah Perjuangan Andy Cole Melawan Sakit yang Ia Derita (1)

Adakah dari para pembaca yang masih ingat pertandingan Treble Reunion antara legenda Manchester United melawan legenda Bayern Munich pada 26 Mei 2019 lalu? Saat itu, ada peristiwa menarik ketika Andy Cole, penyerang yang dipasang Fergie sejak awal, hanya bermain selama satu menit dan hanya satu kali menyentuh bola yaitu saat kick-off.

Saat itu memang tidak jelas alasan pasti kenapa Cole hanya bermain satu menit. Namun, banyak dari suporter United yang merasa kalau Cole tidak bisa lagi menjalani aktivitas fisik yang melelahkan. Hal ini dikarenakan penyakit ginjal yang pernah diderita teman duet Dwight Yorke ini pada periode 2014 lalu.

Kabar tentang penyakit yang diderita Cole ini jelas mengagetkan publik saat itu, khususnya mereka yang mengetahui kiprah mantan pemain Newcastle United ini setelah pensiun. Cole dikenal sebagai pria yang rajin menjaga kebugarannya. Menjadi mantan pemain sepakbola yang buncit tidak ada dalam kamusnya. Ia ingin bugar seperti saat masih bermain dulu.

“Empat hari dalam seminggu saya berada di gym. Saya selalu berkata kalau ketika saya pensiun saya tidak ingin berat badan saya bertambah, saya tidak mau jadi pemain sepakbola yang gemuk. Saya selalu memberi tahu anak-anak saya tentang itu. Saya ingin tetap bugar ketika pensiun. Jadi saya menghabiskan waktu di gym, bemain golf sambil menjalani pera sebagai duta klub,” tuturnya.

“Pensiun dari sepakbola memang bukan transisi yang mudah bagi banyak pemain sepakbola, tetapi saya tidak bisa berbohong kalau saya baik-baik saja setelah pensiun. Saya berhasil menyesuaikan diri dengan baik. Saya ingat mantan istri saya berkata kepada saya untuk menemukan sesuatu yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu. Saya punya rutinitas tersebut dan itulah yang saya lakukan.”

Menjalani peran sebagai duta klub membuat Cole harus sering terbang ke berbagai dunia untuk mempromosikan sekaligus bertemu dengan beberapa penggemar United. Jakarta menjadi tempat yang sering ia kunjungi untuk bercerita tentang pengalamannya memperkuat Setan Merah.

Namun, Andy tidak pernah menyangka ketika sepulangnya dari Vietnam ia merasa sudah bukan lagi Andy Cole yang sama yaitu Andy Cole yang bugar dan perhatian tentang kesehatan. Sejak tugasnya tersebut, hari-harinya dipenuhi dengan adanya benjolan di beberapa titik dan membuat badannya sangat panas. Lambat laun, benjolan tersebut menyebabkan infeksi yang membuatnya harus ke rumah sakit. Saat di rumah sakit itulah, ia mendapat kabar yang mungkin tidak pernah ia percaya.

“Ketika saya sakit sejak kembali dari Vietnam, hari-hari saya dipenuhi dengan minum parasetamol. Terus minum parasetamol hingga pada akhirnya saya menelepon Mike Stone, dokter kami di United saat saya masih bermain, dan mengajak saya ke rumah sakit. Disana, mereka memberi tahu kalau fungsi ginjal saya turun hingga tujuh persen.”

“Saya tertular virus yang ditularkan melalui udara ketika saya bepergian dan sejak saat itu segalanya di badan saya menjadi tidak terkendali. Sebelum ke dokter, saya terus mengatakan kalau saya adalah olahragawan yang kuat. Namun, mereka memutuskan kalau saya harus menjalani transplatasi ginjal.”

“Saya menjalani banyak perawatan termasuk diantaranya menggunaka steroid yang sangat kuat sehingga penampilan saya mengalami beberapa perubahan,” tuturnya.

Beruntung Cole memiliki keluarga yang selalu setia berada di sampingnya untuk memberikan dukungan. Alexander Palmer datang dan mengatakan ingin mendonorkan ginjalnya untuk Cole. Palmer adalah keponakan Cole yang sangat dekat dengannya sejak kecil. Palmer sedih karena saat itu sang paman hanya bisa tidur, tidak bisa berjalan, dan tidak bisa melakukan aktivitas apa-pun. Beda dengan saat ia masih kecil ketika melihat pamannya sangat kuat, dan atletis.

“Palmer berkata kalau dia tidak bisa melihat saya seperti ini, jadi dia diperiksa dan ginjalnya cocok. Saya mengatakan kepadanya untuk tidak usah melakukan ini tapi dia tetap keras kepala. Akhirnya para dokter mengambil ginjalnya dan menaruhnya di tubuh saya,” kata Cole.

“Saya bisa berbuat kebaikan. Saya putuskan satu ginjal saya diberikan ke paman dengan segala risiko. Ini semua demi melihat paman saya kembali sehat,” kata Palmer.

***

Kutipan ini adalah penuturan langsung dari Andy Cole dalam tulisannya di Utd Unscripted dengan beberapa perubahan seperlunya.

Comments

Loading...