OUR NETWORK

Tiga Hal Menarik Dalam Kemenangan United Atas West Brom

Tiga poin yang langka itu akhirnya bisa diraih United. Semalam, Setan Merah berhasil mengalahkan Wet Bromwich Albion dengan skor 1-0 di Old Trafford. Kemenangan ini merupakan kemenangan pertama yang diraih United di kandang mereka sendiri. Bruno Fernandes menjadi pahlawan berkat satu-satunya gol yang ia buat melalui tendangan penalti.

Kemenangan ini untuk sementara membawa United kembali ke Top Half dengan menempati posisi kesembilan. Posisi United bisa turun lagi mengingat beberapa tim di bawahnya baru akan bertanding nanti. Meski begitu, hasil ini setidaknya memberikan harapan kalau United mulai bisa meraih kemenangan secara konsisten.

Berikut beberapa hal menarik pada pertandingan yang dipimpin oleh wasit David Coote tersebut.

Kemenangan yang Jelek

Tidak ada perayaan seperti biasa yang dilakukan oleh Bruno Fernandes. Setelah ia sukses menendang penalti keduanya, ia hanya terdiam dan tidak ada senyum sama sekali saat ia dipeluk oleh rekan setimnya. Setelah laga, ia menyebut kalau timnya harus bisa bermain lebih baik lagi dari kemarin.

“Laga yang sulit. Kami harusnya bisa melakukan lebih baik lagi. Kami membuat beberapa peluang, tapi kami sebenarnya punya kualitas untuk bisa bermain lebih baik lagi,” kata Bruno.

Apa yang dikatakan Bruno diamini oleh Solskjaer. Sang manajer menyebut kalau timnya memang bermain di bawah standar sehingga United hanya mendapat ugly win. Lini per lini United tampak susah untuk membentuk chemistry. Mereka menguasai bola tapi mereka kembali menemui hambatan di sepertiga akhir. Entah itu karena penguasaan bola yang hilang, kesalahan sendiri, hingga pergerakan tanpa bola pemain United yang begitu minim.

Ketika menang melawan Everton dua pekan lalu, pergerakan tanpa bola dari pemain United menjadi salah satu yang mendapat sorotan karena tidak banyak dilakukan. Beruntung, beberapa momen yang dilakukan Bruno dan Rashford saat itu bisa membuat United menang dengan mudah.

Permasalahan itu akhirnya terlihat kemarin. Minimnya pergerakan tanpa bola pemain United membuat mereka hanya bisa menyelesaikan masalah ini dengan memaksa melakukan trik-trik individu yang mubazir. Ditambah dengan permainan disiplin WBA yang membuat United bermain dari umpan kaki ke kaki tapi tidak jelas arahnya mau ke mana.

Banyak alasan yang bisa dikedepankan untuk mencari tahu mengapa United sulit bermain optimal. Kelelahan menjadi alasan utama. Bisa dimaklumi mengingat jadwal yang begitu padat. Meski begitu, Ole tentu tidak boleh terlena sehingga lupa melakukan perbaikan mengingat situasi seperti ini sering terjadi.

Ada Apa Dengan Striker United?

Musim lalu, kekuatan United terletak di lini depan mereka yaitu Martial, Rashford, dan Greenwood. Trio ini menyumbang total 44 gol dari 66 gol di Premier League. Akan tetapi, ketajaman trio ini tampak meredup hingga United memasuki pertandingan kedelapan di liga pada musim ini.

Rashford baru membuat dua gol sejauh ini di Premier League, sedangkan Martial dan Greenwood belum pecah telor. Martial bahkan baru mendapat shoot on target pertamanya di liga pada pertandingan kemarin. Di sisi lain, Greenwood masih mendapat masalah dari segi fisik dan juga mental. Keduanya kalah dari Cavani yang sudah mencetak satu gol hanya dari satu tendangan ke gawang.

Musim ini, striker United menjadi tim dengan konversi peluang terendah yaitu hanya 7,7%. Sebagai mantan striker, Ole jelas harus mencari jalan keluar mengingat trio ini tampil begitu mengesankan musim lalu. Entah dengan memberi porsi latihan lebih atau mengistirahatkan Martial dan memberi kesempatan Cavani main lebih banyak.

Debut Alex Telles

Pertandingan kemarin juga menjadi ajang bagi Alex Telles tampil untuk pertama kalinya di Premier League. Sejak dibeli dari FC Porto musim panas lalu, Alex baru bermain satu kali sebelum absen panjang karena terinfeksi virus corona. Ia juga diragukan untuk bisa bermain pada laga kemarin karena baru menempuh perjalanan jauh dan harus menjalani tes covid lagi.

Alex tampil baik pada pertandingan kemarin. Akurasi keberhasilan tekel dan duel udaranya mencapai 100 persen. Ia juga memulihkan 11 kali penguasaan bola United, dua intercept, dua kali dilanggar, dan 25 kali membuat umpan ke sepertiga akhir. Sayangnya, ia tidak banyak memberikan kontribusi di lini depan berupa key pass karena terus mendapat pengawalan yang ketat.

Comments

Loading...