OUR NETWORK

Tiga Catatan Penting dari Lolosnya Manchester United ke Final Europa League

Pertama-tama mari kita ucapkan selamat atas keberhasilan Manchester United melangkah ke final Europa League musim ini. Namun mengingat laga final melawan Ajax Amsterdam tersebut akan dilangsungkan kurang dari 2 minggu dari sekarang, ada beberapa poin yang perlu diingat oleh United.

Sebagai informasi, pada Jumat (12/5) dini hari, United bermain imbang 1-1 dengan Celta Vigo. Gol United dicetak oleh gelandang jangkungnya, Marouane Fellaini pada menit ke-13. Meski bermain imbang, tabungan satu gol Marcus Rashford di leg pertama berhasil mengamankan jalur United ke final Europa League. Sehingga hasil agregat berakhir untuk kemenangan United, 2-1.

1. Bayaran Mahal United untuk Masuk ke Final Europa League

Risiko adalah sebuah kata yang sukar dipisahkan dari pertandingan sepakbola. Rencana yang dibuat matang-matang bisa saja buyar dalam waktu sesaat ketika pertandingan sudah berjalan. Khusus untuk episode kali ini, United tak bisa memungkiri adanya risiko kehilangan pemain terbaiknya di final nanti. Yaitu, bek tangguh asal Pantai Gading, Eric Bailly.

Bailly harus menerima dirinya mendapatkan kartu merah setelah adanya kontak fisik dengan striker lawan John Guidetti. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-88.

Menurut Mou keluarnya kartu merah tersebut tak layak diberikan kepada Bailly. Namun dirinya mengatakan intrik-intrik seperti ini biasa terjadi dalam pertandingan di tingkat seperti ini.

“Beberapa pemain dapat mengontrol emosinya lebih baik dari yang lain. Tapi saya berpikir kartu tersebut tak layak dikeluarkan. Mungkin Bailly sedikit naif. Saya tidak tahu secara detil tentang kejadian tersebut, namun yang pasti kami (United) kehilangan pemain penting untuk final nanti dimana untuk posisi tersebut kita tidak punya banyak pilihan,” tutur Mou

Mou merujuk pada sisa dua bek senior United, yaitu Chris Smalling dan Phil Jones. Di mana keduanya dalam beberapa waktu ke belakang, mendapat kritikan dari manajer asal Portugal tersebut. Kedua bek asal Inggris tersebut akan berlomba untuk mendampingi Daley Blind pada tanggal 24 Mei nanti.

2. Inkonsistensi Performa Fellaini

Kadang jadi idola, kadang jadi bahan sindiran. Itulah Marouane Fellaini yang seringkali membuat para fans United mempertanyakan eksistensinya. Semalam, Fellaini menjadi pahlawan United untuk memastikan langkah ke final Europa League. Sundulannya pada menit ke-17 membuat hati United bergelora kegirangan.

Aksi ini seakan membuat hati para fans United memaafkan kartu merah yang diterima dirinya saat United berhadapan dengan Manchester City, bulan lalu. Seperti kita tahu, pemain asal Belgia tersebut menyundul striker lawan, Sergio Aguero.

Sehingga bisa dibilang, performa Fellaini angin-anginan. Oleh karena itu, seperti dilansir dari ESPN FC, Mou dikatakan perlu berhati-hati jika akan memainkan Fellaini pada laga final nanti.

Berdasarkan analisis ESPN FC, jika Fellaini bermain, maka United akan kehilangan kontrol atas lini tengah permainan. Inilah yang terjadi semalam, di mana akhirnya Celta Vigo dapat menguasai permainan dan banyak menciptakan peluang di Old Trafford.

Lain ceritanya jika Mou menempatkan Michael Carrick di lini tengah United. Kemungkinan besar United akan lebih mudah untuk mengatur tempo permainan.

Apalagi dalam final nanti, United akan berhadapan dengan Ajax Amsterdam yang percaya diri dalam hal penguasaan permainan. Sehingga Mou dihadapkan kepada dua pilihan, apakah memilih pengalaman Carrick atau kemampuan ofensif Fellaini?

3. Final Europa League, Pertarungan Dua Klub dengan Sejarah Besar di Eropa

Laga final Europa League pada tanggal 24 Mei nanti bisa dibilang akan mengubah reputasi kompetisi antar klub nomor dua di Eropa tersebut. Lantaran kedua tim yang akan beradu kebolehan, sejatinya adalah klub elit di negaranya masing-masing.

Hal ini jua terjadi pada musim lalu, dimana final Europa League mempertemukan Liverpool dan Sevilla di Basel, Swiss. Sehingga pertemuan dua klub yang telah masing-masing telah menjuarai 10 titel kompetisi Eropa dipastikan tak akan terasa seperti final kelas dua.

Pada musim ini, Ajax telah memastikan diri lolos ke zona Champions League musim depan. Setelah berada di posisi kedua klasemen Liga Belanda. Sehingga bisa dipastikan Ajax tak akan membawa beban terlalu besar ke Swedia nanti.

Berbeda dengan United yang rapornya musim ini tergantung pada hasil akhir final Europa League nanti. Jika menang, selain memastikan diri ikut Champions League musim depan, United jua menjadi salah satu klub yang berhasil menjuarai semua titel kompetisi Eropa. Bergabung dengan Ajax, Bayern Munich, dan juga Juventus.

Sumber : espnfc.com dan The Guardian

Comments

Loading...