in

Tiga Masalah yang Harus Diselesaikan Manchester United Musim Ini

Setelah mengalahkan West Ham United 4-0 pada pekan pertama, muncul keyakinan dalam diri penggemar Manchester United bahwa mereka bisa bersaing di perebutan gelar juara Premier League. Permainan atraktif serta langsung nyetel para pemain baru menjadi modal cukup bagi Iblis Merah untuk bisa kembali mengangkat trofi Premier League.

Akan tetapi, keyakinan yang sudah tertanam tersebut tiba-tiba goyah dalam beberapa pekan terakhir. Kekalahan dari Huddersfield Town serta permainan medioker ketika melawan Liverpool menjadi awal dari mundurnya performa United. Puncaknya adalah ketika mereka takluk dari Chelsea pekan lalu.

Hingga pekan kesebelas Premier League 2017/2018, masih ada beberapa kekurangan yang terlihat di tubuh United. Berikut penulis sampaikan beberapa kekurangan United plus solusi yang dirasa penulis akan menjadi jalan keluar yang ideal.

Tidak ada yang Menggantikan Peran Pogba

Sejak hasil imbang melawan Liverpool, sosok Pogba perlahan mulai dirindukan. Ketika melawan Chelsea, trio lini tengah yang diisi Matic, Herrera, dan Fellaini pun tidak bisa mengirimkan suplai bola yang memadai. Catatan peluang yang dibuat United menurun drastis ketika Pogba absen. Tidak tanggung-tanggung, penurunan ini mencapai 50%.

Man United 2017/2018 Dengan Pogba Tanpa Pogba
Peluang per pertandingan 14,8 7,0
Peluang emas per pertandingan 3,0 1,6
Rata-rata gol per pertandingan 3,0 1,6

Statistik penyerangan United musim 2017/18 dengan atau tanpa Pogba (Sumber: Sky Sports)

Dilihat dari catatan di atas, terlihat bahwa eks Juventus ini memiliki peran yang krusial bagi serangan United. Terbukti tanpa kehadirannya, United menjadi miskin kreasi dan minim sekali dalam membuat peluang terutama peluang emas.

Hal ini juga yang membuat Romelu Lukaku menjadi kesulitan mendapat suplai bola yang memadai. Menyalahkan Henrikh Mkhitaryan yang kerap bermain di belakang Lukaku juga terasa tidak adil mengingat peran Miki menjadi hidup karena dibantu seorang Pogba. Memainkan dua pemain kreatif seperti Juan Mata dan Mkhitaryan pun tidak menjamin meningkatnya seranga United.

Tambahan pemain kreatif seperti Leander Dendoncker, Mesut Ozil atau Alexis Sanches bisa dipertimbangkan untuk direkrut. Jika dirasa sulit, meningkatkan peran Scott McTominay juga bisa dijadikan pertimbangan.

Problem Bek Kiri yang Belum Terselesaikan

Awal musim lalu, penulis sempat menyebut bahwa pos bek kiri United adalah yang paling rawan mengingat tidak ada pemain yang mampu tampil rutin di posisi tersebut. Dalam skuad United saat ini, mereka hanya punya tiga bek kiri murni yaitu Luke Shaw, Borthwick Jackson, dan Demitri Mitchell.

Sayangnya ketiga nama tersebut tidak memenuhi ekspektasi seorang Jose Mourinho. Hanya Mitchell yang mungkin masih dilirik untuk masuk skuad utama. Sisanya, mereka kerap memainkan Darmian, Blind, hingga Young secara bergantian. Akan tetapi ketiganya masih belum konsisten terutama soal transisi dari menyerang ke bertahan begitu juga sebaliknya.

Satu-satunya pemain United yang bisa memenuhi ekspektasi di sisi kiri pertahanan hanyalah Ashley Young. Eks Aston Villa ini memiliki kemampuan menyerang dan bertahan dengan sama baiknya. Akan tetapi atribut tersebut tidak dilengkapi dengan akurasi umpan yang memadai dari pemain berusia 32 tahun tersebut.

Mencari bek sayap yang bisa bermain dalam formasi tiga atau empat bek dengan sama baiknya bisa menjadi solusi yang paling cocok. Nama-nama macam Thomas Meunier, Jose Gaya, Kieran Tierney dan Alex Grimaldo bisa dipantau mengingat United sempat tertarik kepada tiga nama tersebut. Atau berikan kesempatan Luke Shaw dan Mitchell satu atau dua pertandingan.

Baca juga: Peluang Thomas Meunier ke Manchester United

Jangan Terus Bergantung Terhadap Lukaku

United sebenarnya mempunyai tiga pemain dengan kemampuan mencetak gol yang sangat baik yaitu Romelu Lukaku, Anthony Martial, dan Marcus Rashford. Ketiganya tampil luar biasa dan saling berkontribusi baik dengan gol maupun asis. Namun Mou hanya menurunkan dua pemain saja dari tiga nama tersebut.

Akan tetapi dalam beberapa laga terakhir, kedua pemain depan yang diturunkan Mou seringkali kebingungan untuk membuat peluang. Ketika melawan Chelsea, Lukaku kerap keluar dari kotak penalti yang seharusnya menjadi wilayah kerjanya. Ia hanya membuat 24 sentuhan dimana tidak ada satupun yang dibuat di dalam kotak penalti Si Biru.

Bahkan ada satu momen dimana Lukaku dan Rashford tiba-tiba berada di sisi kanan secara bersamaan. Sementara di kotak penalti Chelsea, tidak ada satupun pemain United yang bertugas mengacaukan fokus para pemain belakang. Hal ini juga berkorelasi dengan para pemain tengah yang tidak kreatif seperti dijelaskan pada poin pertama.

Mou bisa mengharap kepada Zlatan Ibrahimovic untuk dimainkan bergantian dengan Lukaku jika sudah pulih. Mengistirahatkan Big Rom untuk satu atau dua laga bisa berguna untuk memulihkan kembali kepercayaan diri pemain Belgia tersebut. Kehadiran Ibra setidaknya bisa sedikit berpengaruh terhadao cara main United meski nantinya tempo akan sedikit lebih melambat dibanding ketika menggunakan Lukaku.

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola