in

Kesalahan Lini Belakang Membuat United Ditahan Imbang Stoke City

Manchester United kembali gagal memetik poin penuh ketika bertandang ke markas Stoke City. Pada Sabtu (9/9) malam, skuat asuhan Jose Mourinho ditahan imbang 2-2 di Bet365 Stadium. Gol United dicetak oleh Marcus Rashford dan Romelu Lukaku sementara dua gol The Potters diborong oleh striker mereka asal Kamerun, Eric Maxim Choupo Moting.

Tampilnya Herrera Membuat Lini Tengah United Kurang Kreatif

Stoke menurunkan rekrutan anyar mereka, Kevin Wimmer. Bek nasional Austria tersebut menemani Geoff Cameron dan Kurt Zouma dalam skema tiga bek yang diturunkan manajer Mark Hughes. Sementara Jose Mourinho melakukan tiga pergantian dari skuad yang diturunkan ketika melawan Leicester sebelum jeda Internasional.

Ia menurunkan Ander Herrera menemani Nemanja Matic sedangkan Daley Blind diistirahatkan dan digantikan oleh Matteo Darmian. Sementara Marcus Rashford kembali dimainkan di sisi kiri penyerangan United. Dalam laga ini United lebih bermain dengan formasi 4-3-3 ketimbang 4-2-3-1.

Menjadi menarik ketika Mou justru tidak membawa Marouane Fellaini di bangku cadangan United. Fisik mantan pemain Everton ini sebenarnya lebih berguna ketika berhadapan dengan para pemain Stoke yang bertinggi di atas rata-rata. Belum diketahui apakah Fellaini mengalami cedera atau diistirahatkan untuk laga tengah pekan menghadapi Basel.

Menurunkan Ander Herrera sebenarnya adalah strategi bagus mengingat ia juga memiliki gaya permainan yang keras yang bisa mengganggu stabilitas lini tengah Stoke. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Mantan pemain Athletic Bilbao ini tidak bisa mengkreasi peluang karena bermain terlalu ke dalam sehingga ia kesulitan memberikan suplai bola kepada pemain depan.

Dikarenakan tidak kreatifnya lini tengah mereka membuat United mengubah serangan mereka melalui sayap. Akan tetapi hal tersebut tidak berjalan efektif mengingat dari 31 umpan silang yang dilepaskan Rashford dkk., hanya enam umpan saja yang menemui sasaran.

Hal ini jauh berbeda dibandingkan tuan rumah. Stoke memang kalah dalam segala aspek. Meski begitu mereka lebih efektif dalam memanfaatkan keunggulan postur badan mereka. Umpan silang yang dihasilkan memang hanya setengah dari jumlah yang dibuat oleh United (15 umpan silang), akan tetapi dari jumlah tersebut, empat menghasilkan peluang dimana dua menjadi gol.

Lini pertahanan mereka juga patut diacungi jempol. Mereka mampu meredam serangan-serangan United yang dipusatkan melalui Paul Pogba dan Henrikh Mkhitaryan. Mereka mampu memenangi tekel sebanyak 14 kali dibanding United. Hal ini yang membuat Iblis Merah menjadi tidak nyaman ketika menguasai bola.

Kelelahan yang Membuat Lini Belakang United Menjadi Abai

Tampil tanpa cela dalam tiga pertandingan sebelumnya, lini belakang United justru tampil ala kadarnya dalam pertandingan kali ini. Duet Eric Bailly dan Phil Jones beberapa kali salah posisi. Faktor kelelahan karena jeda Internasional menjadi alasan mengingat keduanya tampil 90 menit dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia.

Sementara itu Antonio Valencia melepaskan tujuh umpan silang yang semuanya tidak ada yang berbahaya. Sedangkan Matteo Darmian jarang sekali melakukan pergerakan ke depan karena keberadaan Mame Biram Diouf pada sektor tersebut.

Proses gol yang diderita United disebabkan oleh kecerobohan pemain bertahannya. Pada gol pertama Choupo Moting, Eric Bailly terlambat melakukan jebakan offside untuk Mame Biram Diouf. Mantan pemain United tersebut kemudian mampu memberikan asis kepada Moting yang unggul selangkah dari Bailly.

Sedangkan proses gol kedua berasal dari Phil Jones yang melepas penjagaannya terhadap striker Kamerun tersebut. Jones bahkan terjatuh setelah Moting menyundul bola dengan bebas ke gawang David De Gea.

Meski bermain imbang, setidaknya ada beberapa hal positif yang bisa dipetik. United masih berada di posisi pertama meski memilki poin yang sama dengan rival sekotanya Manchester City. Selain itu, dengan satu golnya, Romelu Lukaku kini telah mencetak 150 gol dalam karirnya di level klub.

Facebook Comments
Loading...

Written by Ajie Rahmansyah

Ajie Rahmansyah

Penulis yang seumur hidupnya mencintai Manchester United dan Sepakbola