OUR NETWORK

Marcus Rashford dan Kritik Soal Ketajamannya di Depan Gawang

Didapuk sebagai striker utama mulai musim 2019/2020, namun Marcus Rashford nampaknya belum bisa menjawab ekspektasi tersebut. Bermain apik dalam pertandingan pertama, dengan mencetak dua gol, namun kucuran gol pemain yang memulai karier pada 2016 ini langsung mampet pada tiga pekan setelahnya.

Padahal, ia memiliki banyak sekali peluang untuk membuat gol termasuk penaltinya ketika melawan Crystal Palace. Sejauh ini, Rashford menjadi pemain United yang paling sering menendang ke gawang lawan yaitu 16 tembakan dengan tingkat akurasi mencapai 45,45%. Namun dari angka tersebut, hanya 12,5% saja tembakannya yang menghasilkan gol.

Hal ini tentu membuat para penggemar United frustrasi. Bahkan menurut The Athletic, Solskjaer pun mulai ikutan pusing dengan kurang tajamnya Rashford sebagai penyerang. Wajar saja mengingat Rashford hanya membuat tiga gol dalam 15 pertandingan terakhirnya.

Catatan ini kemudian dipertanyakan banyak orang. Salah satunya adalah Michael Owen. Salah satu mantan pemain United ini menyebut kalau Rashford tidak memiliki ‘insting membunuh’ yang tinggi. Ia bahkan dengan berani menyebut kalau pemain berusia 21 tahun ini tidak memiliki kualitas yang istimewa sebagai pencetak gol seperti striker lainnya meski dibekali atribut yang cukup lengkap untuk menjadi pemain hebat.

“Saya merasa kalau dia punya obsesi dengan gol. Dia adalah pemain yang jauh lebih hebat dari saya, sentuhannya hebat, dan dia punya keterampilan yang saya tidak pernah miliki. Tetapi, dia tidak memiliki naluri pembunuh seperti yang saya punya,” tutur Owen seperti dikutip dari Manchester Evening News.

“Saya hanya ingin membuat gol, tapi saya tidak melihat kalau gol menjadi sesuatu yang dia (Rashford) inginkan. Pemain seperti Robbie Fowler, Sergio Aguero, atau Harry Kane adalah pemain yang punya obsesi dengan gol sementara dia tidak. Seorang striker mungkin bisa meningkatkan penyelesaian akhirnya, tetapi saya tidak merasa kalau dia bisa meningkatkan insting golnya.”

Kritikan tajam itu kemudian sampai ke telinga Rashford. Ia pun membalas ucapan Owen tersebut dengan menyebut kalau pria yang membela United selama tiga musim tersebut tidak tahu menahu kalau dia sudah bekerja keras untuk menjadi seorang striker. Soal naluri gol yang dianggap hilang, Rashford menyebut kalau mencetak gol adalah pekerjaan yang ia sukai.

“Owen bisa melanjutkan komentarnya semau dia. Sedangkan orang-orang di sekitar saya tahu kalau saya menyukai gol. Gol adalah sesuatu yang menarik pada pertandingan sepakbola. Yang paling penting adalah saya tahu apa yang saya inginkan, apa yang ingin saya capai, dan saya ingin menjadi sesuatu yang hanya saya sendiri yang mengetahuinya,” tutur Rashford.

Rashford sendiri mengungkapkan kalau ia memiliki banyak inspirasi untuk bisa menjadi striker hebat. Salah satu inspirasinya adalah penyerang Spurs, Harry Kane. Top skor Premier League musim 2015/16 dan 2016/17 ini menyebut kalau ia selalu tertantang untuk menjadi yang lebih baik lagi dari Kane bahkan di sesi latihan sekalipun.

Ekspektasi terhadap sosok Rashford memang begitu tinggi mengingat Solskjaer sampai rela melepas Lukaku, top skor mereka untuk pemain depan, demi memberikan kebebasan kepada Rashford (serta Martial) sebagai pemain depan utama. Apalagi dia menggunakan nomor 10, nomor yang identik dengan penyerang-penyerang tajam United.

Dengan mencetak banyak gol, maka Rashford juga punya peluang untuk menjadi striker utama tim nasional Inggris di masa yang akan datang. Bersama tim nasional, pemain kelahiran Wythenshawe ini baru membuat 7 gol meski sudah 33 kali bertanding. Mayoritas golnya pun dibuat pada pertandingan persahabatan dan Uefa Nations League. Rashford butuh pembuktian pada turnamen-turnamen yang levelnya jauh lebih tinggi seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.

“Rashford perlu melangkah. Setahun lalu, Gareth Southgate menyebut kalau Rashford sama bagusnya dengan Ronaldo dan Harry Kane pada usia yang sama. Awal tahun ini, Rashford disebut sebagai pemain dengan bakat luar biasa. Berlebihan memang membandingkan Ronaldo dengan Kane, tapi pada usia 20, Ronaldo dan Kane tidak sebagus Rashford,” tutur Andy Mitten.

Baik Ronaldo dan Kane memang baru menemukan ketajamannya setelah usia 21 tahun. Namun Rashford jelas punya modal yang bagus untuk melebihi pencapain kedua pemain hebat tersebut. Hal ini menandakan kalau Rashford punya potensi mengingat jumlah golnya sudah cukup banyak sebelum usianya melewati 21. Akan tetapi, penampilannya masih belum bisa dibilang konsisten.

“Sekarang, Solskjaer menyematkan harapan kepadanya, Rashford menginginkan peran sebagai striker sentral dan dia sekarang mendapatkannya, tetapi dia harus meningkatkan permainannya lagi agar dia bisa dibilang layak sebagai striker United. Suka tidak suka, saat ini Romelu Lukaku jauh lebih bagus dalam urusan mencetak gol dibanding dirinya.”

“Solskjaer sudah memberi tahu kalau dia harus lebih tajam di depan gawang. Dia adalah tumpuan dari apa yang sudah direncanakan Solskjaer untuk masa depan. Sekarang, mereka butuh hasil. Mourinho selalu mengatakan kalau Rashford adalah pimpinan untuk para pemain muda. Sekarang, dia adalah pimpinan untuk tim utama. Waktunya bagi Rashford untuk bersinar sekarang,” ujar Mitten menambahkan.

Comments

Loading...