OUR NETWORK

Solskjaer: Kami Ceroboh pada Babak Kedua

Tidak ada pemenang dalam laga antara Wolverhampton Wanderers melawan Manchester United dini hari tadi. Kedua kesebelasan bermain imbang 1-1 dalam pertandingan yang menguras tenaga dan mental dari masing-masing tim. Hasil ini membuat Wolves mencatat dua hasil seri beruntun, sementara United gagal mengambil alih puncak klasemen.

Bagi Setan Merah, hasil ini juga menegaskan kalau Molineux Stadium bukan tempat yang ramah bagi mereka. Sudah tiga kali beruntun mereka tidak bisa menang di sana. Selain itu, Wolves juga menjadi mimpi buruk tim karena sudah empat laga beruntun tidak bisa mereka kalahkan.

Berikut adalah komentar Ole Gunnar Solskjaer terkait pertandingan kemarin seperti yang kami ambil dari beberapa sumber.

Kami terus belajar

“Kami mendominasi penguasaan bola, kami mendapat gol pertama, yang merupakan gol hebat dan pada babak kedua kami tahu Wolverhampton akan keluar dengan kondisi yang terbakar. Mereka berjudi sedikit, menciptakan beberapa peluang dan mungkin mendapat gol yang pantas untuk tekanan yang mereka lakukan. Saya pikir kami kemudian mengambil kendali lagi dan bisa memenangkan pertandingan.”

“Babak pertama jelas adalah kinerja yang baik. Babak kedua sedikit lebih ceroboh. Tapi kami membaik. Kami adalah tim yang masih muda dan masih banyak belajar. Kami belajar di lapangan hari ini juga. Anda juga perlu belajar, karena Anda tidak hanya bisa sekadar duduk dan membahasnya. Anda harus mendapatkan mental yang tepat setelah kebobolan gol karena gol itu datang. Saya pikir kami menyelesaikan permainan sebagai tim yang kuat. Tentu saja kami mendapat penalti dan kami bisa mendapatkan dua poin lagi dengan mencetak satu tapi terkadang kiper melakukan penyelamatan yang baik.”

Awal yang bagus

“Ya, sangat bagus. Kami pergi dari sini dengan rasa kecewa karena kami seharusnya bisa mendapat tiga poin. Itu hal positif lainnya. Anak-anak itu dalam kondisi tidak bahagia. Mereka tidak merasa terpuruk di sana karena kita ada benarnya. Kami pantas mendapatkan lebih dari satu poin karena kami bisa bermain lebih baik pada babak kedua. Kami seharusnya lebih baik dalam menguasai bola dan kami memberi mereka terlalu banyak peluang untuk melakukan serangan balik. Laga ini bisa menjadi pembelajaran yang baik.”

Pogba dan Rashford adalah penendang penalti

“Keduanya adalah penendang penalti yang ditunjuk. Siapa yang menendang di lapangan itu adalah terserah mereka. Siapa yang merasa “ini penalti saya” maka dia berhak mengambil. Kadang-kadang penendang penalti tidak percaya diri untuk mencetak gol. Saya sendiri pernah gagal menendang penalti untuk Norwegia. Ketika ada dua nama di sana (Pogba dan Rashford), satu adalah orang yang percaya diri, dan Marcus sudah mencetak gol sebelumnya, bagi saya tidak masalah siapa yang mengambil penalti. Pekan lalu Marcus mencetak gol, saya yakin dia akan senang untuk mengambil penalti itu. Tetapi Paul juga percaya diri dan saya suka pemain percaya diri. Saya sama sekali tidak ada masalah dengan pemain yang berebut untuk mengatakan ‘ini milikku’.”

Kartu kuning Daniel James

“Saya rasa ini bukan pelanggaran (diving). Saya belum melihat videonya tetapi dia sangat cepat sehingga Anda harus memberi tahu saya apakah ada kontak atau tidak. Dia dijatuhkan berkali-kali dan saya pikir dia mendapat kartu kuning karena pemain bertahan terus menjatuhkannya. Bagi saya itu tidak seperti pelanggaran. Dari pandangan saya yang menonton langsung, saya kira dia tidak layak diberikan kartu kuning.”

Penyelesaian bagus dari Anthony Martial

“Dia bisa menendang dengan kaki kanan dan kiri. Itu adalah pergerakan yang baik di sisi lapangan dan umpan yang bagus sehingga itu menjadi gol yang bagus. Dia adalah penyelesai akhir yang klinis. Dalam hal ini, Anda harus memanfaatkan betul peluang yang Anda punya.”

Tidak ada update dari Alexis Sanchez

“Mari kita lihat apa yang terjadi dalam beberapa pekan mendatang. Masih ada beberapa minggu untuk bursa transfer internasional. Saat ini, dia masih pemain kami.”

De Gea kapten

“David memakai ban kapten karena saat ini dia adalah pemimpin dalam tim itu dan dia tahu bahwa kita menghargai dia sebagai yang terbaik.”

Comments

Loading...