OUR NETWORK

Scouting the Enemy: Perth Glory

Rasa haus para penggemar Manchester United yang sudah lama tidak melihat para pemainnya bertanding, akan segera terhapuskan. Pada Sabtu (13/1) esok, Setan Merah akan memulai kampanye mereka pada musim 2019/2020 dengan melakoni pertandingan pra-musim pertamanya. Lawan pertama mereka adalah kesebelasan asal Australia, Perth Glory.

Di mana Pertandingan ini Dimainkan?

Optus Stadium akan menjadi tempat Manchester United memulai musim baru mereka. Stadion ini berkapasitas 60 ribu penonton dan menjadi satu dari tiga stadion terbesar di Australia setelah Melbourne Cricket Ground dan ANZ Stadium.

Stadion ini dikenal tidak hanya bisa menggelar pertandingan sepakbola saja, tercatat Rugby, Kriket, dan sepakbola Australia pernah dimainkan di tempat ini. Selain itu, konser beberapa artis dunia juga pernah digelar di sini. Waktu sepak mula pertandingan ini cukup ramah bagi penonton Indonesia karena dimulai pada pukul 18.00 WIB. Namun pertandingan ini hanya bisa disaksikan melalui MUTV.

Bagaimana Sejarah Perth Glory?

Klub ini masih sangat muda di dunia sepakbola. Mereka baru berdiri pada 1 Desember 1995 atau empat hari sebelum Anthony Martial lahir ke dunia. Kota ini sebenarnya sudah tertarik untuk memiliki klub sepakbola sejak 1977. Namun serangkaian permasalahan seperti fasilitas dan keuangan membuat rencana tersebut beberapa kali tertunda. Pada 1994, seorang pengusaha bernama Joe Claudio membentuk Perth Kangaroos IFC dan berkompetisi di Liga Singapura. Namun keberadaan klub ini juga sangat sebentar. Sebelum kemunculan A-League pada 2004, kesebelasan ini pernah menjadi juara National Soccer League sebanyak dua kali yaitu pada musim 2002/03 dan 2003/04. Sejak saat itu, klub ini tidak pernah lagi meraih prestasi.

Bagaimana Kiprah Meraka Musim Lalu?

Optus Stadium bukanlah tempat yang nyaman bagi Perth Glory. Ini adalah tempat yang mengganjal ambisi mereka untuk meraih juara setelah 15 tahun. Musim lalu, mereka sukses menjuarai fase reguler. Bermain 27 kali, mereka meraih 18 kemenangan dan hanya mengalami tiga kali kekalahan. Mereka unggul delapan poin dari Sydney FC yang berada pada peringkat kedua. Namun dalam putaran final yang dimainkan di Optus, justru Sydney FC yang sukses mengalahkan mereka dan menjadi juara kompetisi melalui adu penalti.

Siapa Pelatih Mereka?

Sejak 2018, klub ini dilatih oleh Tony Popovic. Dia adalah legenda sepakbola Australia yang pernah memperkuat timnas Socceroos selama 11 tahun dan bermain dalam 58 pertandingan. Ia juga dikenal sebagai penggawa Crystal Palace pada rentang 2001 hingga 2006 dan sempat mencicipi kompetisi Premier League. Karier kepelatihannya dimulai pada 2008 dengan menjadi asisten di Sydney FC. Pada musim 2011/12, dia menjadi asisten Dougie Freedman di Crystal Palace. Pada tahun 2012, dia kembali ke Australia dan memulai petualangannya sebagai manajer utama.

Siapa Pemain Perth Glory yang Berpotensi Menebar Bahaya?

Sudah pasti adalah pencetak gol andalan mereka, Andy Keogh. Musim lalu, pemain Irlandia ini mencetak 15 gol. Sosok Andy bukanlah orang yang asing bagi sepakbola Inggris mengingat ia adalah lulusan akademi Leeds United dan menghabiskan tiga perempat kariernya di sana. Selain itu, jangan lupakan sosok Chris Ikonomidis dan Diego Castro. Keduanya adalah sosok gelandang serang yang bisa memberikan ancaman melalui gol-golnya.

Penampilan Siapa yang Paling Ditunggu?

Tidak adanya turnamen Internasional membuat United bisa memainkan seluruh pemain terbaiknya. Dua diantaranya sudah pasti adalah Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka. Rekrutan baru United ini diharapkan bisa langsung memberikan penampilan terbaik pada pertandingan nanti. Keduanya sama-sama menunjukkan tren yang positif saat latihan. Kecepatan James sulit ditandingi pemain United lain, sementara tekel Wan-Bissaka mulai merepotkan beberapa pemain yang lain.

Kita juga ingin melihat penampilan Paul Pogba dan Romelu Lukaku. Dua pemain ini diisukan akan pindah pada musim panas ini. Namun harga yang tinggi membuat peminat terbesar mereka, Real Madrid dan Inter Milan, mundur secara perlahan. Solskjaer menyebut kalau Pogba masih menjadi pemain United sementara Lukaku diminta untuk tetap bertahan meski statusnya musim depan hanya menjadi cadangan Rashford.

Apakah United Pernah ke Australia Sebelumnya?

Ya, tapi hal itu sudah cukup lama terjadi. Terakhir kali United bermain di negaranya Tim Cahill ini terjadi pada pra-musim 2013. Ketika itu, United yang diasuh David Moyes mengalahkan A-League All Stars dengan skor 5-1. Jesse Lingard dan Danny Welbeck membuat dua gol sedangkan satu gol lainnya dicetak oleh Robin van Persie. 14 tahun sebelumnya, United pernah bermain di sana dan mengalahkan timnas Australia dua kali dengan skor 2-0 dan 1-0.

Skuad Pra-Musim Manchester United:

Kiper: David De Gea, Lee Grant, Joel Pereira, Sergio romero

Bek: Diogo Dalot, Aaron Wan-Bissaka, Eric Bailly, Phil Jones, Victor Lindelof, Marcos Rojo, Chris Smalling, Axel Tuanzebe, Luke Shaw, Ashley Young

Gelandang: Tahith Chong, James Garner, Angel Gomes, Daniel James, Jesse Lingard, Nemanja Matic, Juan Mata, Scott McTominay, Andreas Pereira, Paul Pogba

Striker: Mason Greenwood, Romelu Lukaku, Anthony Martial, Marcus Rashford

Comments

Loading...