OUR NETWORK

Scouting the Enemy: FK Partizan

Kemenangan saat ini menjadi sesuatu yang langka bagi Manchester United. Sudah sebulan lebih rasanya terakhir kali United meraih tiga poin yaitu ketika gol tunggal Mason Greenwood membawa mereka menang melawan Astana. Setelah itu, permainan mereka cenderung mengkhawatirkan dan membuat posisi mereka semakin melorot di klasemen Premier League.

Tengah pekan ini, usaha mencari kemenangan akan dilakukan United saat bertandang ke Belgrade yang merupakan markas dari FK Partizan. Tiga poin menjadi harga yang tidak bisa ditawar mengingat mereka juga ingin melapangkan jalan untuk bisa melaju ke babak 32 besar.

Kapan Laga FK Partizan vs Man United dimainkan?

United kembali menjadi tamu dalam pertandingan yang akan dimainkan di Partizan Stadium ini. Laga ini sendiri akan dimulai pada Kamis (22/10) malam dengan waktu sepak mula pukul 23.55 WIB. Xavier Estrada Fernandez. Wasit asal Spanyol, Xavier Estrada Fernandez akan menjadi pengadil pada pertandingan ketiga sepanjang sejarah kedua kesebelasan. SCTV, selaku pemegang hak siar Europa League di Indonesia, akan menayangkan laga ini secara live dan eksklusif.

Bagaimana Sejarah Singkat FK Partizan?

Rival abadi Red Star Belgrade ini didirikan pada 4 Oktober 1945 oleh para tentara dan pejuang Yugoslavia yang merasa dianaktirikan oleh Marshall Tito (pemimpin Yugoslavia) dan kelompok politisi komunis yang sebelumnya telah membentuk Red Star. Dari sinilah persaingan antara kedua klub ini dimulai yang mengakibatkan pertemuan mereka selalu menjadi pertandingan sepakbola yang menarik.

Belgrade adalah simbol dari dominasi sepakbola Serbia. Baik Red Star maupun Partizan kerap bergantian menjadi penguasa di kompetisi domestik. Partizan sendiri saat ini masih kalah dari Red Star yang sudah meraih 24 gelar (Partizan 18 gelar liga). Puncak kejayaan mereka terjadi pada tahun 1966. Saat itu, mereka berhasil melangkah ke Stadion Heysel untuk melawan Real Madrid pada final Piala Champions.

Saat itu, Partizan berisi para pemain yang disebut-sebut sebagai Partizanove Bebe (The Partizan’s babies) seperti Fahrudin Jusufi, Jovan Miladinovic, Velibor Vasovic, dan duet striker Milan Galic dan Mustafa Hasanagic. Sayangnya, mereka gagal menjadi tim Serbia pertama yang menjadi juara kompetisi Eropa setelah kalah 2-1 dari Los Blancos. Mereka semakin minder setelah 25 tahun berselang Red Star keluar sebagai juara kompetisi Piala Champions setelah mengalahkan Marseille.

Selain dikenal sebagai tim kuat di Serbia, Partizan juga dikenal sebagai pabrik terbesar penghasil pemain sepakbola berbakat. Nama-nama seperti Matija Nastasic, Stevan Jovetic, Adem Ljajic, dan Aleksandar Mitrovic adalah jebolan dari akademi Partizan. Pelatihan yang tegas serta pembentukan mental yang keras menjadi resep mengapa Serbia tidak kekurangan pemain potensial hingga saat ini.

Bagaimana Performa Mereka Musim Ini?

Kompetisi Liga Serbia saat ini sudah memasuki pekan ke-12 dengan Partizan untuk sementara berada pada peringkat kelima klasemen regular season. Mereka mengumpulkan 23 poin dan berselisih tujuh angka dari pemuncak klasemen yaitu Red Star. Namun dalam dua pertandingan terakhir, mereka selalu kalah dari lawan-lawannya. Pekan lalu mereka takluk 1-0 dari Mladost Lucani. Sebelumnya, Vozdovac secara mengejutkan mengalahkan mereka 1-2 di kandang. Crno-beli tidak boleh terus-terusan hilang poin mengingat kompetisi Liga Serbia sendiri menggunakan dua putaran yaitu regular season dan Championship Round dimana poin dari masing-masing kesebelasan akan dipangkas setengahnya ketika memasuki Championship Round.

Siapa Manajer Mereka?

Setelah Zoran Mirkovic lengser pada 10 Maret 2019, Partizan kemudian mengangkat Savo Milosevic sebagai pelatih anyar mereka. Siapa yang tidak kenal dengan Savo. Dia adalah salah satu legenda sepakbola terkenal untuk Serbia yang pernah bermain bersama klub-klub mapan macam Parma dan Aston Villa. Savo langsung memberikan gelar Piala Serbia dalam setengah musim pertamanya sebagai pelatih Partizan dan membawa mereka bermain di kompetisi Eropa.

Siapa Pemain Kunci Mereka?

Ada beberapa pemain yang bisa menjadi ancaman United dalam pertandingan nanti. Satu diantaranya sang penyerang, Umar Sadiq. Pemain pinjaman dari AS Roma ini sudah mencetak delapan gol di semua kompetisi dan menjadi top skor utama mereka. Kekuatan fisik dan kecepatan pemain berusia 22 tahun ini jelas menjadi ancaman lini belakang United.

Apakah United Punya Kelekatan Dengan Klub Ini?

Berbeda dengan pertemuan melawan Astana dan AZ Alkmaar, United sudah dua kali bertemu dengan Partizan. Ya, kejadian itu terjadi pada semifinal Piala Champions 1966. Mimpi United untuk melaju hingga final Piala Champions pertama saat itu digagalkan oleh dua gol yang masing-masing dicetak oleh Mustafa Hasanagic dan Zaza Becejac pada leg pertama. Satu gol Nobby Stiles pada leg kedua tidak cukup membawa United asuhan Matt Busby lolos.

Selain itu, United akan bereuni dengan mantan penggawa mereka yaitu Zoran Tosic. Pria yang kini sudah berusia 32 tahun ini sempat digadang-gadang menjadi pemain masa depan United bersama Adam Ljajic. Namun kebersamaan Zoran di kota Manchester hanya berlangsung dua musim dan hanya mengumpulkan lima caps sebelum pindah ke CSKA Moscow demi mendapatkan menit main reguler.

Comments

Loading...